Sudahlah, Kami Sudah Lelah

Proses Pemilihan Umum (Pemilu) kali ini terasa sangat berbeda dibanding Pemilu sebelumnya. Perbedaan yang dirasakan adalah tingkat antusiasme masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya. Pada saat Pemilu Legislatif memang masih belum begitu tampak, walaupun sudah mulai terlihat poros-poros yang bermunculan. Poros-poros ini kemudian mengerucut menjadi dua kutub/kubu besar yang saling berseberangan. Dan pada akhirnya Pemilu Presiden dan Wakil Presiden kali ini hanya memunculkan dua pasangan calon.

Begitu keran kampanye dibuka, byurrr!!! Semua informasi yang menyangkut visi, misi segera disosialisasikan oleh masing-masing kubu. Media sebagai ujung tombak dalam proses ini pun akhirnya terbelah menjadi dua. Ketika taipan-taipan media mulai merapat ke salah satu kandidat. Maka dimulailah yang namanya perang informasi. Profesionalisme dan kode etik jurnalistik dikesampingkan demi mendukung salah satu kandidat dan menjatuhkan yang lainnya. Bahkan ada media yang secara terang-terangan menyatakan dukungannya terhadap salah satu kandidat. Hal semacam ini menurut hemat saya telah menodai apa yang dinamakan kode etik jurnalistik (meskipun saya sendiri kurang paham makanan seperti apakah itu, hanya saja kelihatannya enak, hehehe…).

Metode ini rupanya cukup efektif dalam membentuk opini publik, walaupun di era yang penuh keterbukaan seperti ini, hal tersebut sedikit sulit untuk dilakukan. Masyarakat dapat melakukan riset mandiri dengan mencoba membandingkan sebuah tema berita dari media satu dengan media yang lainnya. Walaupun secara manusiawi pada akhirnya masing-masing orang hanya membaca berita yang ingin mereka dengar.

Continue reading “Sudahlah, Kami Sudah Lelah”

Piknik Murah Meriah Di East Coast, Singapore

Singapura adalah sebuah negara kecil dan sekaligus menjadi salah satu negara tetangga terdekat kita. Meskipun kecil, tapi pergerakan roda perekonomian negara ini tidak boleh dipandang sebelah mata. Dia menjadi salah satu pusat perputaran uang di dunia. Predikat kota dengan biaya hidup termahal pun disandangnya tahun ini.

Dengan segala pesona yang melekat pada dirinya, Singapura menjadi sebuah obyek yang menarik untuk dikunjungi. Bahkan sebagian besar warga negara Indonesia, khususnya dari kalangan menengah ke atas, hampir dapat dipastikan menjadikan Singapura sebagai salah satu kota tujuan wisata mereka. Padahal dengan segala kemewahan dan kenyamanan yang ditawarkan, untuk berwisata di Singapura umumnya harus merogoh kocek lebih dalam. 😥

Meskipun luasnya tidak lebih besar dari Jabodetabek, namun Singapura menawarkan banyak sekali obyek wisata. Yang jelas, satu atau dua hari tidak akan cukup untuk mengunjungi semua. :mrgreen: Sebagian besar dari obyek wisata tersebut harus membayar. Walaupun ada juga obyek-obyek wisata yang dapat kita kunjungi secara gratis, atau paling tidak dengan biaya minimum. Beberapa obyek yang dapat kita kunjungi secara gratis antara lain, Singapore Botanical Garden, China Town, Patung Singa Merlion, Children By The Bay (berlokasi di dekat Garden by the Bay), East Coast Park, West Coast Park, dan beberapa tempat lainnya.

Nah, kali ini saya akan mencoba berbagi mengenai piknik murah meriah di East Coast Park. :mrgreen:

Piknik di East Coast
Piknik di East Coast

Continue reading “Piknik Murah Meriah Di East Coast, Singapore”

Happy Anniversary, My Dear…

Hari ini delapan tahun yang lalu, kita mengikat janji untuk menyatukan hati. Kau terima diriku apa adanya, begitu pun denganku, kuterima segala apa yang ada pada dirimu. Sudah banyak kisah yang kualami, baik suka maupun duka dengan dirimu berada di sisi. Dengan kehadiranmu terasa lengkaplah jiwa ini. Jiwa yang tadinya merasa sepi, kini tlah terisi.

Bersamamu banyak terajut cerita dan bahagia. Denganmu berada di sisi, aku merasa nyaman. Kau menjadi penghibur di kala duka, menjadi penyemangat di kala aku ingin menyerah, menjadi pengarah ketika aku hilang arah, menjadi peredam di saat aku hilang kendali, dan menjadi partner terbaik dalam hidupku.

Kini kita telah dianugerahi 2 putri nan cantik dan lucu buah cinta kasih kita. Mari bersama kita jaga amanah ini, agar kelak mereka menjadi anak berbakti.

Maafkan jika selama ini masih ada perkataan dan perbuatan yang menyinggung ataupun menyakitimu, karena ku hanya insan biasa yang tak luput dari dosa dan alpa. Dan apa pun itu, aku sudah memaafkannya bahkan sebelum dirimu memintanya.

Satu windu bukanlah waktu yang singkat dalam mengarungi bahtera ini bersamamu, namun rasanya seumur hidupku masih kurang untuk senantiasa mencintaimu.

happy anniversary
happy anniversary

Continue reading “Happy Anniversary, My Dear…”

Dirgahayu Kemerdekaan RI ke-69

Merdeka! Merdeka! Merdeka! Demikian kata yang diteriakkan seusai menjalani rangkaian kegiatan Upacara Bendera dalam memperingati Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-69. Setidaknya, saat ini adalah kali kedua bagi saya menjalani kegiatan HUT RI di negeri seberang.

Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air, hari ini 69 tahun yang lalu, para pemuda kita, diwakili oleh Bung Karno dan Bung Hatta memproklamirkan kemerdekaan negara kita. Negeri ini lepas dari belenggu penjajahan tidak dengan mudah apalagi merupakan hadiah dari penjajah. Perjuangan para pendahulu kita menguras air mata dan darah saat mengusir para penjajah. Pada waktu itu, seluruh elemen bersatu padu demi mewujudkan Indonesia yang Merdeka. Tidak memandang suku, agama, ras, dan daerah, mereka bahu membahu satu sama lain, saling bekerja sama demi satu kepentingan, demi menggapai satu cita, sebuah kata MERDEKA!

Kini setelah 69 tahun berlalu, layakkah kita kembali bertanya, “Benarkah kita sudah MERDEKA? Ataukah saat ini justru kita masih dijajah namun dalam bentuk yang lain?”

logo_hut_ri_ke_69

Continue reading “Dirgahayu Kemerdekaan RI ke-69”

Life Is About Choice

persimpangan-jalanLife is about choice, atau hidup adalah tentang pilihan. Ya, dalam kehidupan kita sering bahkan selalu dihadapkan pada pilihan-pilihan. Pilihan-pilihan tersebut terkadang tidak mudah, dan kita mesti memilih salah satu di antaranya. Sekali kita memilih, kita harus siap dengan segala konsekuensi yang timbul, apapun itu.

Apa yang saya tuliskan di sini adalah murni dari pengalaman hidup yang saya alami. Jadi apabila ada kesamaan, hal itu semata-mata bukan karena faktor kesengajaan (kaya tulisan di sinetron aja yah… :mrgreen: ) Selain itu, karena ini sifatnya sharing, jadi tidak ada benar atau salah. Semuanya relatif, tergantung sudut pandang masing-masing. Setuju monggo, kalau tidak setuju juga monggo. 🙂

Kalau ditarik ke belakang, sesungguhnya sejak kita masih kecil pun sudah biasa dihadapkan kepada pilihan dalam hidup. Namun karena pada waktu itu belum memiliki kemampuan berpikir dan menganalisa yang cukup mumpuni, maka biasanya kita cenderung dipilihkan ataupun menerima pilihan orang tua kita. Dalam hal memilih sekolah misalnya, orang tua biasanya mengambil peranan sangat dominan. Hal itu dilakukan semata-mata demi kebaikan kita tentunya. Biasanya kita mulai berpikir sendiri untuk menentukan pilihan ketika lulus SMU/SMA. Meskipun tidak sedikit pula orang tua yang turut andil dalam menentukan pilihan kita. 😐

Saya pribadi, saat itu menentukan pilihan untuk mengambil jurusan teknik. Dan alhamdulillah, hal tersebut tidak bertentangan dengan keinginan orang tua saya. Mereka memberi kebebasan kepada saya untuk mengambil jurusan yang saya inginkan. Setelah mengikuti tes, ternyata takdir berkata lain. Saya tidak berhasil lolos ke perguruan tinggi yang saya idam-idamkan. Saya pun dihadapkan pada dua pilihan, menunda sampai tahun depan, atau mencoba mendaftar ke politeknik. Akhirnya setelah melalui pemikiran yang mendalam, saya pun memutuskan untuk mencoba mengikuti tes politeknik. Setelah beberapa tahapan, akhirnya saya lulus dan berhasil masuk Politeknik Negeri Semarang, jurusan Teknik Elektro, dengan program studi Teknik Telekomunikasi.

Continue reading “Life Is About Choice”