5 Tips Supaya Blog Ramah Pengunjung

Selamat Datang
Selamat Datang

Memiliki blog dengan trafik yang tinggi tentunya menjadi dambaan setiap blogger. Siapa yang tidak ingin blog-nya ramai dikunjungi setiap harinya? Setelah kita memeras otak dan mengkristalisasi keringat kita dalam sebuah bentuk artikel yang di-posting ke dalam halaman blog, tentunya dalam hati kita berharap akan banyak orang yang melihat, membaca, bahkan kalau bisa ikut menyebarkan.

Itu tadi baru membahas bagaimana melahirkan sebuah produk tulisan dalam blog kita. Belum lagi yang blog-nya sudah mulai dimonetisasi (seperti saya 😳 ), trafik yang tinggi tentunya menjadi sebuah keniscayaan. Kita senantiasa mengharapkan banyak yang berkunjung ke blog kita, tetapi pernahkah kita berfikir bahwa pengunjung juga perlu diservis  / dilayani?

Orang yang sudah bersusah payah menemukan blog kita di antara belantara hasil pencarian Google, tentunya berharap mendapatkan sesuatu yang bermanfaat. Paling tidak mereka dapat meninggalkan link-nya di blog kita, betul kan? πŸ˜‰ Nah, lalu apakah blog kita (yang sebagian blogger menganggapnya sebagai rumah, termasuk saya) sudah memberikan kesan dan pelayanan yang baik?

Apakah blog atau rumah kita ini sudah nyaman untuk didatangi orang? Apakah blog atau rumah ini bisa membuat betah orang yang bertandang? Atau malah justru sebaliknya? Orang ingin buru-buru cepat pergi ketika berkunjung ke blog Anda.

Kali ini itulah yang ingin saya share. Saya tidak akan membahas mengenai bagaimana meningkatkan trafik ke blog Anda. Yang akan saya bahas adalah bagaimana caranya agar blog Anda dan saya ramah terhadap pengunjung. Semakin ramah blog kita terhadap pengunjung, maka yang ingin berkunjung pasti akan lebih banyak lagi. Nah, semakin banyak pengunjung berarti trafik yang datang juga akan semakin naik secara simultan. 😎

1. Konten is the King

Menurut saya, konten memegang peranan utama dalam dunia per-blogging-an. Karena konten adalah jiwa dari blogging itu sendiri. Orang yang datang ke blog kita pasti mencari sesuatu yang terdapat dalam konten kita, bukan? Bisa dibayangkan, orang datang ke sebuah blog atau website yang isinya hanya keyword-keyword tidak jelas dan tidak mengandung makna apa-apa. Tanpa berpikir dua kali pasti dia langsung hengkang dan tidak akan pernah kembali lagi  ke blog atau website tersebut. Hal semacam itu menciptakan trauma tersendiri bagi seorang blogwalker. 😐

Mengenai konten ini, Anda tidak perlu risau ataupun galau. Konten yang baik dan banyak dicari orang biasanya mengenai tutorial, tips dan trik, belajar SEO dan lain sebagainya. Anda tidak harus memaksakan diri membuat konten-konten semacam itu. Cukup sharing hal-hal sepele yang menurut Anda menarik, itu pun sudah bisa menjadi sebuah konten. Yang harus dijaga adalah orisinalitasnya, jangan terlalu mudah tergiur copy paste dari tempat lain untuk di-posting di blog Anda.

Dengan rajin menulis, lama-kelamaan karakter Anda akan keluar, dan memiliki warna tersendiri. Contohnya adalah blog Mbak Isnuansa. Gaya menulisnya khas, dan yang ditulis adalah sesuatu yang biasa-biasa saja, tidak terlalu spektakuler. Tapi karena dia sudah memiliki warna tersendiri, maka kita pun akan dengan enak membaca tulisan-tulisannya. Memang untuk menemukan warna dan gaya penulisan akan membutuhkan waktu, tapi bukan berarti tidak bisa, kan? πŸ˜‰

2. Layout Simpel dan Menarik

Selain konten, penampakan dari blog atau website Anda juga merupakan salah satu faktor yang menentukan betah atau tidaknya pengunjung di halaman blog Anda. Navigasi yang mudah dan menu-menu yang cukup jelas, akan membuat pengunjung berkeinginan untuk mengkesplorasi blog Anda lebih dalam lagi.

Menambahkan sedikit ornamen pada blog Anda memang boleh, tetapi juga jangan terlalu berlebihan. Ingat! Pengunjung datang ke blog Anda karena konten. Blog yang memasang aksesoris terlalu berlebihan terkadang justru membuat pengunjung menjadi ilfeel, yang dapat mengakibatkan kontra produktif terhadap blog Anda. Selain itu, terlalu banyak ornamen apalagi yang bergerak akan membuat loading page halaman blog Anda menjadi lebih lama. 😐

Sekarang ini adalah eranya mobile. Jadi sebisa mungkin pilihlah platform maupun theme yang men-support mobile version. Sehingga tidak hanya pengunjung yang menggunakan komputer saja yang dapat mengakses blog kita, namun juga pengunjung yang mengakses melalui smartphone. Dengan mobile version, akan sangat menolong bagi pengunjung yang mengunakan smartphone, mengapa? Karena dengan mobile version, maka mereka dapat mengakses blog kita dengan lebih mudah ketimbang membuka web version di perangkat mobile.

3. Multimedia Turut Memberi Warna

Postingan yang isinya hanya tulisan melulu tentunya agak sedikit membosankan. Saya tidak menyalahkan postingan yang tidak ada gambarnya sama sekali, lho. Jika memang temanya menarik atau pembahasannya cukup dalam, mungkin pengunjung tetap tertarik untuk membacanya. Namun, jika postingannya membahas hal yang ringan dan umum serta yang menjadi target adalah pengunjung dalam artian umum, maka dengan adanya gambar atau video ini tentu akan mencuri perhatian mereka.

Cobalah untuk menyisipkan gambar atau video yang berkaitan dengan postingan Anda, hal ini tentunya akan memperkuat karakter dari tulisan Anda. Jangan lupa untuk memberikan Title, Alt, dan Tag pada gambar atau video yang di-upload. Hal ini bertujuan untuk memperoleh nilai tambah ketika pengunjung sedang melakukan pencarian. Karena bisa saja pengunjung sampai ke blog Anda karena gambar tersebut dan bukan karena kontennya. Jika yang terjadi adalah demikian, jangan berkecil hati. Toh, dengan gambar tersebut, pengunjung juga tetap sampai ke blog kita, kan? Nah, jika dia memang merasa konten atau postingan Anda menarik, tentunya mereka akan membaca pula artikel yang sudah kita sajikan. Betul gak? :mrgreen:

Terkait dengan mulitmedia ini, jangan pula menjadikan kita menjadi over exposure. Jangan memasang gambar atau video yang terlalu banyak, kecuali memang dibutuhkan. Karena sekali lagi, dengan memasang gambar dan konten multimedia ini, kecepatan akses blog Anda yang jadi taruhannya. Apalagi bagi Anda yang sudah melakukan self hosted. Pasti akan berhitung dengan berapa space yang tersedia, bukan? πŸ˜‰

4. Kotak Komentar Yang Sederhana

Pernahkah Anda mengunjungi sebuah blog atau website, artikelnya menarik, kemudian tergelitik untuk meninggalkan komentar di sana. Tetapi apa yang terjadi? Untuk meninggalkan komentar pun susahnya minta ampun. Kita harus memiliki salah satu akun sosial media yang tersedia di sana. Blog tersebut tidak menyediakan fasilitas komentar melalui Name / URL. Bagaimana perasaan Anda? Kalau saya sih, gondok banget. πŸ™

Itu ibarat kita mengunjungi sebuah rumah, semuanya rapi, cat dindingnya juga bagus, perabotannya kinclong, dan saat kita ingin mengisi buku tamu untuk memberikan testimoni, tiba-tiba berdiri di hadapan kita dua orang bodyguard lengkap dengan dua anjing herder yang sudah menggeram dari tadi. Mereka lalu bertanya, “Apakah Anda member di sini? Apakah Anda punya kartu kredit? Jika tidak, maka Anda tidak bisa mengisi buku tamu ini!”

Bagaimana menurut Anda? Menyebalkan, bukan? Nah, dari pengalaman itulah, saya berpendapat bahwa Kotak Komentar juga memegang peranan penting untuk mengukur keramahan blog kita. Kemudahan dalam mengisi kolom komentar tentunya juga menjadi penilaian tersendiri bagi pengunjung. Karena belum tentu yang berkunjung ke blog kita memiliki akun di salah satu media sosial yang sudah kita sediakan.

5. Moderasi Komentar Adalah Sebuah Apresiasi

Setelah tadi membahas mengenai Kotak Komentar, maka kali ini yang saya bahas adalah bagaimana kita memoderasi komentar yang masuk. Beberapa di antara kita mungkin akan membuat setting bahwa untuk komentar akan dimoderasi terlebih dahulu dan tidak akan langsung muncul di kolom komentar. Hal ini biasanya dilakukan untuk menghindari spam. Artinya kita akan seleksi terlebih dahulu komen-komen mana saja yang patut untuk di-publish.

Jika moderasi dilakukan dalam waktu yang tidak terlalu lama, it’s okay. Yang sering menjadi masalah adalah pengunjung sudah memberikan komentar terhadap artikel kita, tapi kita terlalu lama dalam memoderasi komentar yang ada. Misalnya, pada kunjungan pertama, seorang pengunjung memberikan komentar dan tidak langsung muncul. Beberapa bulan kemudian dia datang lagi dan ternyata… Komentarnya masih belum muncul juga. Jangan harap dia akan datang lagi untuk kali ketiga dan seterusnya. Karena jika kita umpamakan blog ini sebagai rumah, maka rumah itu lebih mirip seperti KUBURAN… πŸ˜₯

Moderasi komentar merupakan bentuk apresiasi terhadap pengunjung yang sudah meluangkan waktunya untuk berkunjung dan meninggalkan komentar di blog kita. Boleh saja kita men-setting kolom komentar supaya senantiasa dimoderasi, namun kita juga harus bersedia untuk selalu memperhatikan dan segera merespon komentar-komentar yang masuk.

Itulah tadi sharing saya mengenai 5 tips supaya blog kita ramah pengunjung. Mudah-mudahan dengan menerapkan prinsip-prinsip di atas, semakin banyak yang berkunjung ke blog kita. Apakah Anda memiliki tips-tips yang lain? Silahkan di-share di sini. πŸ™‚

 

Β 

Author: Tatang Tox

Hanya manusia biasa / kawulo alit yang senang menulis dan fotografi.

3 thoughts on “5 Tips Supaya Blog Ramah Pengunjung”

Leave a Reply