7 Langkah Membuat Blog Dengan Domain Sendiri

Top Level Domain
Top Level Domain

Memiliki blog atau website dengan domain sendiri adalah idaman setiap orang. Rasanya sungguh membanggakan ketika kita memiliki sebuah blog dengan nama misalnya namakita.com atau NamaAnda.net. Tapi kehawatiran terhadap kerumitan dalam setup dan konfigurasinya membuat sebagian orang akhirnya mengubur keinginan itu dalam-dalam. Alasan mengenai perlu tidaknya blog dengan nama domain sendiri sudah pernah saya bahas pada postingan sebelumnya.

Padahal jika kita sudah mengerti langkah-langkah yang harus dilakukan secara runut sesungguhnya men-setup sebuah blog dengan domain sendiri relatif mudah. Ada dua macam metode yang dapat digunakan yaitu self hosted atau redirect domain.

Makhluk apa sajakah itu? Saya akan coba jelaskan dengan bahasa yang lebih awam agar dapat lebih mudah dipahami.

Self Hosted

Self hosted artinya adalah Anda menyewa sebuah layanan web hosting untuk meletakkan file-file yang berkaitan dengan blog Anda. Hosting sendiri dapat diumpamakan sebagai sebuah toko atau kios tempat Anda menyimpan barang dagangan Anda.

Jika di blogger.com dan wordpress.com Anda mendapatkannya secara free, maka dengan metode self hosted Anda harus menyewa terhadap pihak penyedia. Banyak sekali yang menyediakan layanan web hosting ini. Yang cukup populer misalnya adalah hostgator. Tapi untuk mendaftar Anda harus memiliki akun Paypal atau kartu kredit.

Ada juga yang produk anak negeri, yaitu rumahweb, tempat dimana saya meng-hosting-kan blog saya ini. Salah satu alasan mengapa saya memilih Rumah Web adalah karena pembayarannya yang cukup mudah. Saya tidak harus memiliki kartu kredit ataupun akun Paypal untuk memiliki sebuah blog dengan domain yang saya kehendaki. Rumah Web dapat menerima pembayaran melalui transfer ATM ataupun Internet Banking.

Redirect Domain

Redirect Domain adalah sebuah metode di mana Anda tidak perlu menyewa layanan web hosting untuk meletakkan file-file blog Anda. Dalam hal ini, yang harus dibayar adalah nama domainnya saja. Tapi harus dipastikan terlebih dahulu, apakah nama domain yang kita kehendaki masih tersedia atau tidak. Karena bisa saja, apabila namanya terlalu umum atau mainstream, maka tidak mustahil nama domain tersebut sudah digunakan oleh orang lain.

Untuk memesan nama domain, kita bisa melakukan melalui perusahaan-perusahaan penyedia jasa web hosting dan domain, seperti misalnya: rumahweb, godaddy, reseller, dan masih banyak lagi. Harga yang ditawarkan bervariasi tergantung paket masing-masing penyedia jasa domain. Sekali lagi, untuk masalah domain, saya juga memakai rumahweb, karena sekalian satu paket dengan layanan web hosting saya.

Untuk sistem redirect domain ini, kita dapat memakai jasa hosting gratisan seperti blogger.com ataupun wordpress.com. Hanya saja, untuk wordpress.com biasanya kita harus upgrade ke premium, yang artinya kita harus membayar melalui wordpress juga. Jadi agak sulit jika kita memesan domainnya melalui penyedia jasa yang lain. Bisa saja sih, tapi kita akan terkena pengeluaran dua kali, untuk upgrade wordpress ke premium dan berlangganan domainnya itu sendiri.

Sedangkan untuk blogger sepertinya lebih fleksibel. Kita tidak harus membayar ataupun meng-upgrade blogger kita, cukup hanya dengan melakukan beberapa langkah konfigurasi saja. Mungkin di lain waktu akan saya coba sharing mengenai langkah-langkah redirect domain pada blogger.com.

7 Langkah Mudah Membuat Blog dengan Domain Sendiri

Setelah di atas tadi saya jelaskan mengenai perbedaan antara Self Hosted dan Redirect Domain, maka sekarang mari simak satu per satu langkah-langkah yang harus dilakukan dalam men-setup sebuah blog dengan Domain Sendiri.

1. Mendaftar Nama Domain

Pikirkan dengan matang nama domain (Top Level Domain) yang akan Anda pakai, karena itu akan memperlihatkan jati diri Anda, atau pun warna dari blog Anda. Misalnya blog yang bersifat pribadi, bisa saja memakai nama Anda sebagai domain, atau sesuatu yang berkaitan dengan diri Anda. Jika blog Anda nantinya untuk tujuan komersialisasi, maka pilihlah nama domain yang mudah diingat dan mencerminkan komoditas yang akan Anda jual melalui blog.

Untuk mendaftarkan sebuah domain, Anda bisa melakukannya melalui domain reseller, seperti misalnya rumahweb, godaddy, reseller.co.id, indoreg, dan lain sebagainya. Untuk detilnya silahkan langsung ikuti langkah-langkah pada website penyedia domainnya. Karena biasanya agak sedikit berbeda antara satu dengan yang lainnya. Supaya lebih mudah dalam me-manage, terutama bagi Anda yang menggunakan metode Redirect Domain, ada baiknya ditambahkan layanan Managed DNS.

2. Mendaftar Layanan Web Hosting

Jika Anda menghendaki kebebasan dalam berkreasi dan me-manage blog, maka layanan web hosting adalah layanan yang tepat. Seperti yang sudah sempat saya bahas di atas, web hosting adalah seperti menyewa sebuah tempat untuk meletakkan file-file dari blog kita. Biasanya para penyedia jasa sudah memiliki paket-paket tertentu. Tinggal tergantung Anda mau pilih yang mana. Ada yang untuk blog/web pemula bahkan ada paket untuk level enterprise.

Saran saya, pilihlah paket yang biasa (ekonomis) dulu, kemudian kita lihat perkembangannya. Apabila di kemudian hari memang dirasa perlu untuk melakukan upgrade, maka itu bukanlah hal yang sulit dilakukan. Tapi jika memang ada yang menawarkan paket advance dengan harga kompetitif, ya tidak ada salahnya untuk diambil. Yang penting adalah sesuai kebutuhan dan pas di kantong kita. :mrgreen:

Satu hal lagi, dengan menggunakan layanan web hosting ini, kita bisa memiliki email dengan domain kita lho. Misalnya, fulan@NamaFulan.com. Gimana, keren kan? 😎

3. Pilih Platform yang Digunakan

Setelah proses registrasi untuk layanan web hosting Anda selesai, maka biasanya akan dikirimi email yang berisi tentang username dan password untuk mengakses cPanel. cPanel adalah sebuah interface mengenai layanan web hosting yang kita pakai. Di situ dapat dilihat resource apa saja yang kita miliki, seperti kapasitas penyimpanan (storage), CPU, IP Publik kita, pemakaian bandwidth, domain, email, DNS, dan masih banyak lagi. Biasanya informasi yang harus kita perhatikan adalah pada storage dan bandwidth, karena 2 hal itu yang akan banyak terpengaruh dengan operasional web atau blog kita.

Setelah masuk ke dalam cPanel, kemudian pilihlah platform yang ingin digunakan. Di sana biasanya sudah tersedia berbagai macam platform yang umum digunakan. Ada wordpress, joomla, presta shop, drupal, dan masih banyak lagi.

Bagi Anda yang masih awam, mungkin wordpress bisa menjadi pilihan, karena mudah dalam penggunaan dan operasionalnya. Meskipun tidak seratus persen sama dengan versi wordpress.com tapi paling tidak sebagian besar tampilan menu adminnya masih mirip.

4. Memilih Theme

Sebenarnya setelah Anda selesai menginstall platform, blog sudah dapat diakses, hanya saja tampilannya masih sangat standar dengan theme bawaan dari wordpress-nya.

Kini Anda sudah memiliki sebuah blog dengan platform wordpress, maka langkah selanjutnya adalah mencari theme yang sesuai dengan selera. Masalah theme sangat tergantung dengan selera dan bersifat personal. Jadi silahkan Anda lihat-lihat theme yang ada di wordpress melalui menu theme, apabila ada yang tertarik silahkan untuk melihat preview-nya terlebih dahulu. Jika memang itu yang diinginkan barulah diinstall.

Yang harus diingat adalah, bagi yang menggunakan layanan web hosting, perhitungkan secara matang sebelum Anda menginstall atau men-download sesuatu, karena akan berpengaruh pada storage yang dimiliki. Jika memang paket hosting yang dipilih menawarkan storage yang cukup besar, maka hal itu tidak akan menjadi masalah. Tapi jika paket yang diambil adalah paket ekonomis dengan storage yang terbatas, maka kita harus bijak dalam memilih dan memilah sebelum mendownload dan menginstall.

5. Memasang Plugin

Plugin adalah semacam alat bantu tambahan yang disediakan wordpress untuk mempermudah pengelolaan oleh web admin maupun untuk mempercantik tampilan. Apabila Anda seorang yang sudah sangat memahami bahasa pemrograman php, mungkin tidak perlu memakai banyak plugin. Tapi jika Anda termasuk awam dalam bahasa pemrograman php (seperti saya :mrgreen: ) maka ada beberapa Plugin yang harus dipasang untuk memudahkan kita dalam me-manage blog.

Menurut pengalaman saya, salah satu plugin wajib yang harus dipasang adalah Jetpack. Karena dengan plugin ini, wordpress kita akan memiliki tampilan dan menu yang mirip dengan wordpress.com sehingga lebih mudah dalam pengaturannya. Selain itu, plugin yang wajib dipasang adalah Akismet, yaitu sebuah plugin yang berfungsi untuk memfilter komentar-komentar spam yang muncul pada blog kita. Akismet juga dapat kita jumpai pada wordpress.com. Dan sejauh ini menurut saya cukup efektif. Saya akan mencoba membahas dan mengupas lebih lanjut masalah plugin untuk pemula ini dalam postingan yang lain.

6. Menulis dan Membuat Content

Nah, inilah bagian yang terpenting untuk eksistensi blog Anda, yaitu menulis konten. Seperti kata para blogger terkenal, “Content is the King, yang artinya konten / isi adalah raja. Memang, sebagus apapun tampilan dari blog kita, jika isinya kurang bagus atau hanya berisi kalimat dan link-link yang tidak jelas, maka siapa juga yang mau datang ke blog kita?

Membuat konten atau mulai mengisi blog Anda dengan tulisan adalah bagian yang paling utama. Karena mesin pencari dan pengunjung akan mendatangi blog Anda karena mereka melihat ada sesuatu yang menarik pada blog Anda. Bagi yang masih baru dalam dunia per-blogging-an, jangan takut untuk menulis. Tulislah apa saja yang ingin Anda tulis. Semakin rajin Anda menulis, maka lama kelamaan akan memunculkan karakter tulisan Anda.

Jangan hanya terpaku untuk langsung membuat tulisan yang berbobot. Menulis hal-hal yang ringan juga tidak ada salahnya. Apalagi untuk blog yang bersifat personal, maka kita bisa lebih bebas untuk menuangkan ide pikiran kita. Lain halnya jika blog kita untuk tujuan komersialisasi, maka kita harus menuliskan hal-hal yang berkaitan dengan barang atau sesuatu yang kita tawarkan ke publik.

Konten ini memang bagian yang menurut saya paling sulit. Mungkin akan kelihatan mudah pada awalnya, tapi biasanya seiring berjalannya waktu semangat untuk menulis itu kian meredup. Ini yang harus diwaspadai. Kalau semangat itu mulai mengendur, ingatlah, bahwa blog ini sudah bukan blog gratisan lagi. Ada konsekuensi biaya yang kita tanggung. Apalagi jika blog tersebut sudah menggunakan nama kita, bagi saya pribadi itu merupakan sesuatu yang istimewa. Yah, semacam sudah menjadi trademark, gitu. 🙂

7. Blogwalking

Setelah kita mulai mengisi blog kita dengan konten, maka langkah selanjutnya adalah memperkenalkan blog kita kepada dunia :mrgreen: . Sebenarnya ada beberapa cara untuk memperkenalkan blog kita, salah satu yang masih saya lakukan sampai saat ini adalah blogwalking. Blogwalking adalah kegiatan mengunjungi blog-blog orang lain, sambil meninggalkan komentar yang baik di sana. Harapannya adalah ketika ada orang lain yang mengunjungi blog tersebut dan melihat ada jejak kita di sana, ada kemungkinan dia akan berkunjung ke blog kita juga. Paling tidak, si empunya blog sendiri yang akan melakukan kunjungan balik.

Yang terpenting adalah tinggalkanlah komentar yang baik dan nyambung dengan topik bahasan yang diulas, jangan hanya “Nice Info”, “Mantab Gan” , “Keren”. Kalau bisa berikanlah sedikit opini kita mengenai topik tersebut, sehingga ketika orang melihat komentar kita tidak hanya sambil lalu.

Nah, jadi itulah langkah-langkah yang dilakukan untuk men-setup sebuah blog atau web dengan domain sendiri dan menggunakan metode self hosted domain. Ternyata panjang juga ya :mrgreen: , semoga bermanfaat.

Salam hangat!

Author: Tatang Tox

Hanya manusia biasa / kawulo alit yang senang menulis dan fotografi.

6 thoughts on “7 Langkah Membuat Blog Dengan Domain Sendiri”

  1. Eh iya, sama kita pak.. sy biasanya order di rumah web juga. Pelayanan mantab.. ada masalah, masih dibela belain untuk memuaskan pelanggan, padahal sy nanya nanya selalu di atas jam 11 malam.. 🙂

    Betul sekali, Pak. Sampai saat ini, saya masih puas dengan pelayanan dari Rumah Web. Sangat kooperatif dan mudah utk masalah pembayarannya. Tidak harus menggunakan kartu kredit ataupun Paypal.

  2. Blogwalking itu penting untuk bisa mendapatkan pengetahuan baru dari blog lain, selain itu juga bisa menambah teman. 🙂 Oh ya mas dalam memilih theme aku membaca di beberapa sumber itu harus SEO Friendly ya? Terus kriteria theme yang seo friendly itu gimana ya? Kira-kira theme yang aku gunakan sudah seo friendly belum mas? Mohon bimbingannya nih mas, baru 2 bulan bikin blog.

    Wah kalo masalah SEO saya juga masih belajar. Mengenai theme yang SEO friendly, sepertinya tidak mungkin diuraikan di sini, hmm, barangkali di postingan mendatang akan coba saya kupas, Mas. Mengenai theme yang digunakan Mas JEfry, saya rasa cukup SEO friendly, hanya saja yang mengganjal adalah ketika akan memberikan komentar, Mas. Karena harus melalui pihak ketiga yaitu Disquss. Alangkah lebih baik jika menggunakan fasilitas komentar bawaan platform yang dipakai, sehingga tidak terlalu menyulitkan pengunjung yang ingin berkomentar. Karena saya pikir belum tentu pengunjung yang ingin berkomentar memiliki akun disquss. Demikian, Mas Jefry, mudah-mudahan berkenan.

    1. Benar pak.. biasanya saya kalau sebagai pengunjung atau blogwalking, kalau udah disuguhi form komentar di luar bawaan.. bawaan saya justru malah ga jadi komen gitu.. pikiran saya ini yg punya blog justru ga ikhlas kl pengunjungnya pakai link aktif.. hehehe..

      That’s My point, Pak. Padahal menurut saya tidak masalah tuh, seandainya pengunjung memasang link aktif, selama dia bukan termasuk spam. Untuk mengantisipasi spam, kalau di WP kan sudah ada Akismet, yang menurut saya cukup mumpuni. Selain itu kita sebagai admin kan juga memiliki privilege untuk memilih komen mana saja yg layak tampil atau tidak.

      1. Iya.. liat blog ini, saya terinspirasi lagi siapin yg selfhost.. mungkin sy di kasih space dikit di hosting teman saya… tinggal idupin lagi domain saya yg lama.. eh iya pak, ngomong2 pak Tatang publiser iklannya pakai apa apa saja? Sharing dong pak di artikel khusus, cuman jangan adsense.. asli trauma saya hehehe…

        Iya Pak, ayo dihidupkan lagi blog yang lama, nanti saya akan kunbal ke sana. Hehehe… Untuk publisher saya memang tidak hanya memakai adsense. Nanti Insya Allah di postingan-postingan mendatang akan saya bahas.

        1. Oh iya mas maaf baru bales dan terima kasih banyak sarannya, sebenarnya bukannya saya nggak ingin masang komentar default dari platform bawaan. CMS yang saya gunakan juga sudah menyediakan komentar bawaan hanya saja dalam bentuk API, jadi kita sendiri yang punya kontrol penuh untuk mengaturnya. Permasalahannya adalah setting default form komentar tersebut adalah mengharuskan user login ke blog kita. Dan saya juga masih belajar untuk mengubahnya. 🙂 Sekali lagi saya berterima kasih banyak atas sarannya pak.

Leave a Reply