Menjadi Mahasiswa (Lagi)

Menuntut ilmu merupakan sebuah proses yang tiada henti dan tidak tergantung dengan usia. Demi meraih masa depan yang lebih baik dan untuk meningkatkan kapasitas diri, maka saya pun menapaki kehidupan baru sebagai seorang mahasiswa lagi.

Setelah hampir 13 tahun lamanya sejak terakhir saya merasakan kehidupan sebagai mahasiswa di Politeknik Negeri Semarang, kini saya harus melanjutkan dan menapaki kembali kehidupan sebagai mahasiswa. Ya, saya melanjutkan studi saya untuk jenjang S1.

Selain untuk memenuhi pesan almarhum ayahanda dan tuntutan kebutuhan di tempat kerja, akhirnya saya membulatkan tekad untuk melanjutkan kembali perjuangan sebagai seorang mahasiswa.

Well, jujur saja umur saya sudah tidak terlalu belia lagi 😆 . Meskipun demikian saya tetap bersemangat, demi menuntut ilmu dan menambah pengetahuan.

Kampus yang saya pilih adalah President University (selanjutnya akan saya tuliskan dengan PU supaya lebih singkat), sebuah kampus bertaraf internasional berlokasi di Jababeka, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Mengapa plihan saya jatuh ke kampus tersebut? Yang jelas, kampus tersebut lokasinya dekat dengan rumah saya. :mrgreen: Jadi sepulang dari kantor, saya bisa langsung ke kampus dan sampai di rumah kembali tidak terlalu malam, sehingga masih ada waktu tersisa buat berinteraksi dengan anak-anak.

President University
President University

Sedangkan program studi yang saya ambil adalah Sistem Informasi, berbeda dengan jalur yang saya tempuh sebelumnya sewaktu di D3, yaitu Teknik Telekomunikasi. Walhasil, masih banyak mata kuliah yang harus saya ambil lagi, dan hasil konversi nilai dari D3 saya sangat kecil sekali. Saya seperti semacam mengulang kembali perkuliahan saya dari awal.

Sekali lagi, mengapa saya mengambil program studi Sistem Informasi? Karena saya melihat bahwa ke depan akan dibutuhkan banyak tenaga yang menguasai Sistem Informasi terutama di tempat kerja saya. Kebutuhan itu dapat ditengarai dengan semakin bervariasi dan banyaknya sistem yang berbasis aplikasi, baik itu berupa aplikasi web maupun mobile. Jadi, untuk mempersiapkan diri agar tidak digilas oleh perubahan zaman, maka saya putuskan untuk mengambil program studi tersebut. Meskipun resikonya adalah waktu tempuh studi saya menjadi lebih lama dari teman-teman yang melanjutkan pendidikan namun sesuai jalur D3 mereka dulu.

Pendaftaran

Untuk proses pendaftaran, waktu itu saya cukup mendownload formulir dan mengirimkanya ke bagian penerimaan mahasiswa baru. Informasi lebih lengkap dapat dibaca di website kampus http://president.ac.id/.

Continue reading “Menjadi Mahasiswa (Lagi)”

Life Is About Choice

persimpangan-jalanLife is about choice, atau hidup adalah tentang pilihan. Ya, dalam kehidupan kita sering bahkan selalu dihadapkan pada pilihan-pilihan. Pilihan-pilihan tersebut terkadang tidak mudah, dan kita mesti memilih salah satu di antaranya. Sekali kita memilih, kita harus siap dengan segala konsekuensi yang timbul, apapun itu.

Apa yang saya tuliskan di sini adalah murni dari pengalaman hidup yang saya alami. Jadi apabila ada kesamaan, hal itu semata-mata bukan karena faktor kesengajaan (kaya tulisan di sinetron aja yah… :mrgreen: ) Selain itu, karena ini sifatnya sharing, jadi tidak ada benar atau salah. Semuanya relatif, tergantung sudut pandang masing-masing. Setuju monggo, kalau tidak setuju juga monggo. 🙂

Kalau ditarik ke belakang, sesungguhnya sejak kita masih kecil pun sudah biasa dihadapkan kepada pilihan dalam hidup. Namun karena pada waktu itu belum memiliki kemampuan berpikir dan menganalisa yang cukup mumpuni, maka biasanya kita cenderung dipilihkan ataupun menerima pilihan orang tua kita. Dalam hal memilih sekolah misalnya, orang tua biasanya mengambil peranan sangat dominan. Hal itu dilakukan semata-mata demi kebaikan kita tentunya. Biasanya kita mulai berpikir sendiri untuk menentukan pilihan ketika lulus SMU/SMA. Meskipun tidak sedikit pula orang tua yang turut andil dalam menentukan pilihan kita. 😐

Saya pribadi, saat itu menentukan pilihan untuk mengambil jurusan teknik. Dan alhamdulillah, hal tersebut tidak bertentangan dengan keinginan orang tua saya. Mereka memberi kebebasan kepada saya untuk mengambil jurusan yang saya inginkan. Setelah mengikuti tes, ternyata takdir berkata lain. Saya tidak berhasil lolos ke perguruan tinggi yang saya idam-idamkan. Saya pun dihadapkan pada dua pilihan, menunda sampai tahun depan, atau mencoba mendaftar ke politeknik. Akhirnya setelah melalui pemikiran yang mendalam, saya pun memutuskan untuk mencoba mengikuti tes politeknik. Setelah beberapa tahapan, akhirnya saya lulus dan berhasil masuk Politeknik Negeri Semarang, jurusan Teknik Elektro, dengan program studi Teknik Telekomunikasi.

Continue reading “Life Is About Choice”