Masjid Kampung Siglap

Hari Jumat kali ini, saya tidak melaksanakan Sholat Jumat di Masjid Istiqomah sebagaimana biasa. Sepulang dari Singapore Expo, mengingat waktu yang sudah mepet, saya memutuskan untuk keluar dari tol ECP menuju arah Bedok. Kemudian saya berhenti dan memarkir mobil di depan SIS (Sekolah Indonesia Singapura). Seingat saya, di sekitar SIS terdapat masjid, karena setiap Jumat saya melihat banyak kendaraan yang diparkir di tepi jalan tepat di depan SIS.

Walaupun saya belum tahu pasti masjidnya ada di mana, tapi saya tetep pede, toh nanti juga akan ada barengannya, yaitu saudara-saudara muslim yang akan menuju masjid. :mrgreen: Dan benar saja, di depan SIS sudah banyak berjajar kendaraan yang terparkir rapi. Selain itu juga terlihat beberapa orang yang memakai baju koko, lalu saya ikuti saja mereka. πŸ˜†

Akhirnya sampai juga di masjid yang bernama Kampung Siglap Mosque itu. Masjid dua lantai lengkap dengan menara itu sudah dipenuhi jamaah yang ingin melaksanakan Sholat Jumat. Saya sangat merasa excited, karena ini pertama kalinya bagi saya untuk melaksanakan ibadah Sholat Jumat di luar Masjid Istiqomah, yang berada di dalam komplek KBRI Singapura.

Saya kebagian tempat di lantai dua, mengingat lantai satu sudah penuh. Untuk naik ke lantai dua bisa menggunakan tangga, ataupun menggunakan lift. Khutbah dilaksanakan dalam Bahasa Inggris, namun di dinding bagian depan terdapat beberapa monitor layar datar yang menayangkan terjemahannya ke dalam Bahasa Melayu. Entah mengapa, saya merasa Bahasa Melayu yang digunakan lebih dekat kepada Bahasa Indonesia, ketimbang Bahasa Melayu yang digunakan di Malaysia.

Selesai melaksanakan Sholat Jumat, saya sempatkan untuk mengambil foto dari depan masjid sebagai kenang-kenangan. Hasilnya dapat Anda lihat di bawah ini. πŸ™‚

Continue reading “Masjid Kampung Siglap”

Akhirnya Bisa Nge-Band Lagi

Chatsworth Band
Chatsworth Band

Setelah sekian lama gantung stick, akhirnya kesampaian juga main drum lagi. Dulu ketika masih SMA, saya sempat tergabung dalam sebuah Band bersama teman-teman, namanya Tropical Party. Waktu itu, kami sempat mengikuti beberapa festival dan pagelaran musik. Yah, lumayanlah untuk pengalaman meskipun hanya masih di tingkat daerah. Sekarang mantan anggotanya sudah tersebar dan sudah memiliki kehidupan masing-masing. 😎

Saya sendiri tidak pernah mengikuti les ataupun kursus musik. Maklum, saya kan dulu hidupnya di kampung, ndeso lagi. :mrgreen: Saya bisa main drum sedikit-sedikit merupakan hasil dari autodidak dan tidak pernah ada yang mengajari. Saya hanya sering melihat bagaimana orang bermain drum di TVRI, stasiun televisi favorit dan satu-satunya kala itu. Saya senang ketika menonton acara-acara musik di televisi. Dulu drummer yang paling saya ingat adalah Jimmy Manopo. πŸ™‚

Entah mengapa, ketika mendengarkan sebuah lagu, suara yang sangat mudah nyantol di kuping saya adalah suara drumnya. Kadang secara tidak sadar tangan dan kaki mengikuti ketukan lagu yang sedang saya dengarkan.

Saya masih ingat, dulu awal-awal bermain drum, karena belum mampu membeli stick beneran, saya membuatnya dari gagang sapu (maklum, saya ini kan wong ndeso) :mrgreen: . Saya serut sampai bentuknya menyerupaiΒ  stick drum. Dengan berbekal stick tersebut, kami latihan di berbagai studio penyewaan alat-alat musik band. Alhamdulillah, tidak ada snare drum yang pecah karenanya. πŸ˜†

Continue reading “Akhirnya Bisa Nge-Band Lagi”

Kemeriahan Panggung Gembira KBRI Singapura 2015

KBRI Singapura
KBRI Singapura

Dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI yang ke-70, pada tanggal 30 Agustus 2015 kemarin, KBRI Singapura menggelar acara Panggung Gembira dan Bazaar 2015. Acara ini merupakan acara puncak setelah sebelumnya sudah dilaksanakan berbagai macam kegiatan, yaitu: lomba olah raga, Upacara Pengibaran dan Penurunan Bendera, dan Resepsi Diplomatik.

Pada Panggung Gembira tahun 2015 ini, selain mendatangkan artis-artis dari Ibu Kota, KBRI Singapura juga memberikan kesempatan kepada seluruh elemen masyarakat yang ingin unjuk gigi untuk menghibur seluruh WNI yang hadir. Tim-tim yang akan tampil diseleksi dan diaudisi terlebih dahulu, sehingga hanya tim terbaiklah yang tampil di acara Panggung Gembira tersebut.

Artis-artis yang tampil antara lain; Band Kotak, Cita Citata, Indah Sari, Bebizie, Nasar, Cakra Khan, Thomas Arya, Benigno, Sahrul Gunawan, Teuku Zacky, Irfan Hakim, Wika Salim, dan musisi kawakan Om Purwacaraka. Selain itu masih ada pula artis-artis dari Dangdut Academy, yaitu; Danang, Evi Masamba.

Disamping artis-artis yang sudah terkenal, ada pula band-band pendatang baru yang turut menyemarakkan pentas Panggung Gembira ini. Mereka adalah ProjectQiu dari Cirebon, dan Jast5 dari Jakarta.

Pagi itu, tampak kesibukan para peserta bazaar mempersiapkan barang dagangannya. Tidak ketinggalan ibu-ibu DWP KBRI Singapura, yang turut membuka lapak dengan menjual beraneka macam makanan ringan dan jajan pasar khas Indonesia. Di sisi lain, tampak para sponsor sedang mempersiapkan booth mereka supaya dapat menarik konsumen. Sementara itu, di tempat lain tampak Tim Pengamanan yang turut dibantu oleh Bobotoh (Persatuan Pelaut Indonesia di Singapura) dan anggota HPLRTIS (Himpunan Penata Laksana Rumah Tangga Indonesia – Singapura) sedang melakukan birefing demi kelancaran acara Panggung Gembira kali ini serta untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Persiapan Panggung Gembira
Persiapan Panggung Gembira

Continue reading “Kemeriahan Panggung Gembira KBRI Singapura 2015”

Keceriaan Lomba HUT RI Di Singapura

Berada di negeri seberang ternyata tidak mengurangi meriahnya suasana dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik yang kita cintai ini. Selain menyambut Hari Kemerdekaan, juga dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, masyarakat Indonesia yang tinggal di Singapura mengadakan beraneka macam perlombaan baik untuk anak-anak maupun untuk dewasa, yang bertempat di Sekolah Indonesia Singapura (SIS). Perlombaan yang diadakan antara lain, Balap Karung, Lomba Bakiak, Lomba Makan Kerupuk, Lomba Kelereng, Lomba Memasukkan Pensil ke dalam botol, Tarik Tambang, dan Sepeda Lambat.

Mengusung konsep “dari dan untuk anak-anak”, acara ini berlangsung meriah. Para peserta lomba diwajibkan membawa kado sebagai tanda kepesertaan untuk kemudian dikumpulkan ke panitia. Kado ini nantinya dibagikan sebagai hadiah untuk para pemenang lomba. Setelah menukar kado, kami (Nasywa dan saya) pun masih mendapat kupon untuk makan dan buku. Wah, lumayan banget, kan? Setelah memilah-milah di antara tumpukan buku-buku, akhirnya Nasywa mengambil buku yang disukainya. 😎

Pawai Busana Daerah
Pawai Busana Daerah

Acara lomba sendiri diawali dengan pawai anak-anak yang mengenakan busana daerah. Karena mereka rata-rata masih balita, jadi pawainya juga tidak bisa jauh-jauh. Hanya dari gerbang SIS sampai dengan Aula SIS. :mrgreen:

Continue reading “Keceriaan Lomba HUT RI Di Singapura”

Kado Untuk Istri Tercinta

Foto Keluarga
Foto Keluarga

Hari ini, tepat 9 tahun yang lalu, kita sepakat untuk mengikat janji sehidup semati (ceileee… :mrgreen: ). Sudah begitu banyak yang kita alami, baik suka maupun duka. Kali ini, mungkin tak banyak kata yang akan kutuliskan di sini, melainkan kupersembahkan sebuah video singkat perjalanan kita. Mudah-mudahan bisa menjadi semacam pengingat sekaligus perekat cinta kita. πŸ˜‰

Continue reading “Kado Untuk Istri Tercinta”

Indahnya Persaudaraan

Masih dalam suasana lebaran, biasanya kita saling berkunjung satu sama lain ke kerabat, tetangga maupun handai tolan. Berlebaran di negeri seberang tentu berbeda rasanya, karena jauh dari saudara dan sanak famili. Namun hal itu justru memacu kami untuk menambah jalinan tali silaturahim. Alhamdulillah, setelah 2 tahun lebih tinggal di sini, kami berkenalan dengan orang-orang baru, dan rata-rata semuanya baik.

Di postingan sebelumnya pernah saya ceritakan seorang guru sekaligus wali kelas putri kami ketika masih bersekolah di TK lokal. Beliau adalah orang Melayu, dan kami sangat bersyukur karena pada waktu itu putri kami masih belum fasih benar Bahasa Inggrisnya (maklum kami ini kan wong ndeso :mrgreen: ). Jadi dalam masa penyesuaian, Beliau banyak membantu putri kami. Namanya adalah Ms. Andila.

Foto Bersama Ms Andila
Foto Bersama Ms Andila

Seperti halnya tahun lalu, lebaran kali ini kami juga menyempatkan untuk berkunjung dan bersilaturahim ke rumahnya. Kami sekeluarga mendapat sambutan yang sangat hangat. Tak lupa sajian khas Melayu terhidang di meja. Kami pun asyik tenggelam dalam percakapan dengan suasana yang bersahabat.

Ketika hari sudah beranjak sore, kami segera mohon diri. Bahkan kami masih dibawakan buah tangan. Ya ampun, terharu deh rasanya, orang yang tadinya bukan siapa-siapa bisa berbuat begini baiknya, hampir seperti saudara.

Foto Bersama Keluarga Ms Andila
Foto Bersama Keluarga Ms Andila

Yah, tinggal jauh dari keluarga dan saudara terkadang akan membuat kita untuk menemukan dan menjalin persaudaraan dengan orang-orang baru. Fitrah manusia sebenarnya makhluk sosial, yang tidak bisa hidup secara soliter. Manusia selalu membutuhkan sesama untuk kelangsungan hidupnya. Itulah sifat dasar manusia yang sesungghunya.

Continue reading “Indahnya Persaudaraan”

Lebaran Di Singapura

Allahu Akbar… Allahu Akbar… Laa ila ha illallahu Allahu Akbar… Allahu Akbar Walillahilhamd… Pagi itu cuaca tidak begitu panas dan juga tidak terlalu mendung. Kami umat muslim merayakan hari kemenangan setelah berpuasa satu bulan lamanya.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1436 H
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1436 H

Sebagai orang Indonesia, sudah menjadi kebiasaan bagi kami untuk melaksanakan Sholat Ied di Masjid Istiqomah di dalam komplek KBRI Singapura. Selain dapat berjumpa dengan saudara sebangsa dan setanah air, kami juga berkesempatan untuk mencicipi hidangan khas ala tanah air yang sudah disiapkan oleh pihak Kedutaan. 😎

Saya sendiri, setelah 2 tahun tinggal di Singapura, ini merupakan kali ketiga melaksanakan Sholat Idul Fitri sekaligus berlebaran di Negeri Singa. Dulu pun saya pernah menulis tentang suasana Hari Raya di Singapura, tepatnya 2 tahun yang lalu. Tapi saya pikir tidak ada salahnya kali ini saya menuliskan tema yang sama namun dengan suasana yang sedikit berbeda. πŸ˜‰

Continue reading “Lebaran Di Singapura”