Mudik Guyub Rukun

Mudik Guyub Rukun merupakan tagline yang digaungkan pemerintah untuk menyambut musim mudik tahun 2017 ini. Segenap pihak bahu membahu demi menyukseskan mudik kali ini. Diharapkan dengan tagline tersebut, tumbuh rasa persaudaraan di antara pemudik sehingga mudik dapat berlangsung dengan lancar, aman, tertib, dan selamat sampai tujuan. 

Mudik Motor
Mudik Motor

Mudik seolah sudah menjadi semacam tradisi bagi bangsa Indonesia. Jutaan orang dari berbagai daerah di tanah air berbondong-bondong melakukan eksodus menuju kampung halaman masing-masing. Jalan-jalan lintas propinsi, terminal, pelabuhan, stasiun, dan bandara dipadati oleh lautan manusia.

Fenomena mudik ini terjadi setiap tahunnya menjelang hari raya Idul Fitri atau lebaran. Mudik tidak pandang bulu, baik itu dari golongan bawah, menengah maupun atas. Yang berbeda adalah bagaimana cara mereka menempuh perjalanan.

Ada yang mudik menggunakan kendaraan roda 2, kendaraan umum seperti bus, kendaraan pribadi, maupun pesawat. Tujuannya hanya satu, yaitu pulang ke kampung halaman masing-masing.

Apakah kita harus mudik?

Continue reading “Mudik Guyub Rukun”

Mendadak Pancasila

Garuda Pancasila
Garuda Pancasila

Beberapa hari terakhir tiba-tiba kita melihat banyak sekali teman dan saudara kita yang memasang profile picturenya dengan menambahkan gambar Garuda Pancasila lengkap dengan tulisan #SayaIndonesiaSayaPancasila.

Apakah ada yang salah dengan itu?

Sebelum melangkah lebih jauh, izinkan saya bercerita sedikit. Saya termasuk generasi 90-an, di mana pada saat itu masih digalakkan program pemerintah yang namanya Penataran P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila). Pada waktu itu, setiap akan memulai tahun ajaran baru di sekolah, terutama buat siswa baru harus mengikuti yang namanya Penataran P4. Jika ada yang tidak mengikuti atau jumlah jam yang diikuti kurang memenuhi standar kelulusan, maka dia harus mengulang di tahun berikutnya dengan adik-adik kelasnya. 😆

Lantas apa saja sih yang dipelajari dalam Penataran P4 tersebut? Di dalamnya kita akan belajar mengenai Pancasila, sejarahnya, butir-butir yang terkandung di dalamnya, dan hal-hal yang terkait dengannya, seperti Wawasan Nusantara, UUD 1945, dan GBHN (Garis-garis Besar Haluan Negara).

Nah, pasca reformasi, Penataran P4 ini dihapuskan karena dianggap peninggalan Orde Baru. Pokoknya pada waktu itu yang berbau Orde Baru diharamkan, mau itu baik atau jelek. Saat itu bangsa kita sedang euforia untuk mencari jati dirinya kembali. Menurut saya pribadi, jati diri itu sebenarnya sudah ada dari jaman dahulu, hanya perlu digali kembali.

Maka jangan heran kalau kita tanya kepada anak jaman sekarang apakah itu Pancasila, mereka akan bingung menjawabnya. Atau bila disuruh menyebutkan sila-sila dalam Pancasila masih belepetan, apalagi 45 butir yang ada di dalamnya. Padahal katanya itu dasar negara dan jati diri bangsa lho. 😆

Continue reading “Mendadak Pancasila”

Jadwal Terbaru KA Lokal Jakarta – Purwakarta / Cikampek

ka-ekonomi-lokal
ka-ekonomi-lokal

Kereta Api Ekonomi Lokal Jakarta – Cikampek/Purwakarta telah menjadi sahabat saya semenjak kembali ke tanah air. Bahkan sebelum saya berangkat ke Singapura pun armada ini telah menjadi andalan bagi saya untuk pulang pergi ke kantor. Dengan biaya yang terjangkau dan waktu yang sangat efisien telah membuat saya untuk menjatuhkan pilihan pada angkutan kereta ini.

Kereta ini berbeda dari Kereta Rel Listrik (KRL) yang dikelola oleh PT. Commuter Line Jabodetabek. Kereta ini lebih mirip kereta jarak jauh lengkap dengan lokomotifnya. Dari segi warna pun tidak ada bedanya, sama persis.

Saya pun sudah mengalami pasang surut pengalaman selama menggunakan moda transportasi ini. Dari awalnya, ketika pembelian tiket belum dibatasi dan penumpang masih bisa bebas duduk di atas kap kereta. Kemudian para pedagang asongan yang wara-wiri menarik troli dagangan mereka sementara kami para penumpang berdiri pun sudah susah. Sampai akhirnya kereta ini sudah dilengkapi AC, dilarangnya pedagang asongan, dan dibatasinya penjualan tiket hanya sampai 150 % dari tempat duduk yang tersedia.

Kini, untuk pembelian tiket kereta lokal tersebut dapat dilakukan melalui pemesanan h+7 sebelum keberangkatan. Jadi sekarang setiap hari Minggu, saya memiliki ritual baru, yaitu membeli tiket untuk keperluan seminggu ke depan.

Continue reading “Jadwal Terbaru KA Lokal Jakarta – Purwakarta / Cikampek”

Aneka Kuliner Unik di Kota Medan

Kota Medan yang berada di Provinsi Sumatera Utara dikenal sangat indah. Di sini ada beberapa objek wisata yang dapat menjadi tujuan wisata, salah satunya adalah Danau Toba. Selain Danau Toba, terdapat beragam tempat wisata lain yang dapat Anda kunjungi. Oleh karena itu, jika Anda berwisata ke kota ini, sebaiknya menginap karena tidak mungkin untuk menikmati seluruh obyek wisata yang ada hanya dalam satu hari.

Danau Toba dan Pulau Samosir
Danau Toba dan Pulau Samosir

Anda tidak perlu khawatir untuk mencari penginapan. Di kota ini terdapat beberapa hotel yang dapat menjadi pilihan Anda untuk menginap dan tidak jauh dari lokasi wisata yang akan dikunjungi. Untuk pemesanan hotel, Anda bisa melakukan pemesanan melalui situs travel onliner seperti traveloka. Selain akan mempermudah Anda, proses pemesanannya pun cukup cepat, pokoknya gak pake ribet.

Setelah berwisata, jangan lupa untuk mencicipi masakan khas Medan. Medan memiliki beragam makanan khas mulai dari kue, olahan buah, olahan ikan, dan lain-lain.  Jika Anda belum mengetahui apa saja kuliner khas Medan, berikut beberapa kuliner unik khas Medan yang banyak digemari dan dapat Anda cicipi atau dijadikan oleh-oleh.

Continue reading “Aneka Kuliner Unik di Kota Medan”

Kartini dan Feminisme

Siapakah R.A. Kartini? Mengapa dia bisa menjadi tokoh emansipasi wanita dan dianggap sebagai pelopor gerakan feminisme di tanah air? Apa yang membuatnya istimewa, bahkan hari lahirnya pun kita peringati setiap tahun? Padahal di tanah air kita juga memiliki begitu banyak pahlawan wanita yang tidak kalah tangguh dalam melawan penjajah. Sebut saja, Tjoet Njak Dien, Tjoet Meutia, Martha Christina Tiahahu, Dewi Sartika, dsb. Saya yakin, sebagian orang dan golongan ada yang berpikir demikian. Tidak perlu saya jelaskan siapa mereka itu. :mrgreen:

Raden Ajeng Kartini (Ibu Kartini)
Raden Ajeng Kartini (Ibu Kartini)

Sebelum melangkah lebih jauh, saya akan mencoba mengajak Anda untuk pergi ke masa lampau, yaitu di masa ketika Kartini masih hidup. Kartini hidup saat negeri kita ini masih dalam masa penjajahan oleh Belanda dan masih kental dengan tradisi Jawa yang lebih bersifat patriarkis. Di bawah hegemoni Belanda, akses rakyat jelata terhadap ilmu pengetahuan dan pendidikan sangatlah terbatas. Hanya para petinggi atau pimpinan daerah sajalah yang keluarganya diperkenankan untuk mengenyam pendidikan, itupun sangat terbatas, apalagi untuk kaum wanita pada masa itu.

Kartini adalah segelintir orang yang bisa dikatakan beruntung karena sempat mencicipi pendidikan meskipun tidak terlalu tinggi. Paling tidak di situ dia bisa belajar baca tulis, bahkan menguasai Bahasa Belanda, maklum karena dia kan memang bersekolah di sekolah Belanda. Dia bisa mengenyam pendidikan karena dia adalah putri seorang Bupati Jepara yang bernama Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat.

Ada yang berpendapat, karena bersekolah di ELS (Europese Lagere School) inilah yang mempengaruhi pemikiran Kartini tentang feminisme. Sekarang coba Anda bayangkan kondisi pada saat itu, ketika akses pendidikan untuk pribumi sangat terbatas, belum seperti sekarang ini ketika sekolah ada di mana-mana. Yang ada hanya sekolah yang didirikan oleh penjajah, tentunya ayah Kartini tidak memiliki banyak pilihan bukan? Sekali lagi Kartini termasuk beruntung, karena sang ayah merupakan orang yang melek pendidikan. Bagaimana jadinya, jika sang ayah juga merupakan orang tua feodal yang masih sangat saklek terhadap budaya patiarkis pada waktu itu?

Continue reading “Kartini dan Feminisme”

Kabut Asap, Cepatlah Pergi!

Selama 3 bulan belakangan ini, sebagian besar wilayah Sumatera dan sebagian wilayah Kalimantan diselimuti kabut asap. Sebagaimana kata pepatah, “Tidak ada asap jika tidak ada api”. Kabut asap ini disebabkan tidak lain dan tidak bukan karena adanya pihak-pihak yang melakukan pembakaran hutan dalam proses pembukaan lahan untuk area produksi.

Boleh dibilang, hampir tiap tahun kabut asap ini datang. Pada tahun 2013, ketika saya masih awal sekali hijrah ke Singapura, juga mengalami dampak dari bencana kabut asap ini. Asap tidak saja membuat masyarakat kita di sekitar titik api menderita, namun asap juga sudah mempermalukan negara kita di mata tetangga di kawasan ASEAN. Karena dampak asap ini dirasakan oleh negara-negara tetangga kita seperti Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, bahkan Thailand.

Bagi kami yang saat ini berada di Singapura saja, kabut asap ini sungguh membuat sesak pernapasan. Maka saya tidak sanggup membayangkan bagaimana kondisi saudara-saudara kita yang berada di Sumatera dan Kalimantan? Ketika orang-orang Singapura nyinyir dan sinis (ternyata bukan hanya orang Indonesia yang bisa nyinyir) mengenai kabut asap yang harus mereka rasakan, rasanya ingin saya ajak mereka ke lokasi supaya tahu, bahwa rakyat kami pun menjadi korban. Rakyat kami jauh lebih menderita daripada mereka.

Suasana bertambah keruh saat ada pejabat publik kita yang membuat pernyataan yang sifatnya kontra produktif. Semakin banyak saja orang Singapura yang sinis terhadap pemerintah Indonesia, selain sebagian rakyatnya sendiri tentunya. :mrgreen:

Kondisi kualitas udara ditentukan oleh yang namanya PSI (Pollutant Standard Index). Semakin tinggi nilai PSI maka artinya kualitas udara semakin tidak sehat / berbahaya bagi kesehatan. Berikut ini tabel PSI :

PSI

Descriptor

General Health Effects

0–50

Good

None
51–100

Moderate

Few or none for the general population
101–200

Unhealthy

Everyone may begin to experience health effects; members of sensitive groups may experience more serious health effects. To stay indoors.
201-300

Very unhealthy

Health warnings of emergency conditions. The entire population is more likely to be affected.
301+

Hazardous

Health alert: everyone may experience more serious health effects

Pada saat artikel ini ditulis sebenarnya kondisi kabut asap atau haze (kalau kata orang Singapura) di Singapura sudah turun pada level 71-an, yaitu moderate. Setelah beberapa hari sebelumnya sempat menyentuh angka 300-an. Yang menarik adalah, begitu PSI menyentuh level Very Unhealthy, pemerintah Singapura langsung membuat berbagai program yang melindungi warganya. Dari sekedar mengupdate kondisi PSI melalui media massa dari waktu ke waktu, membagikan masker gratis, meliburkan sekolah, sampai dengan memberikan semacam jaminan sosial khusus untuk warganya yang menderita sakit akibat kabut asap ini.

Lalu apa kabar saudara-saudara kita di Sumatera? Seandainya alat pengukur kualitas udara itu bekerja layaknya thermometer, maka pastilah sudah pecah. Karena levelnya sudah bukan lagi 300-an, melainkan di atas 600 bahkan ada yang mencapai 1000. 😥 Sekolah-sekolah diliburkan, roda perekonomian lumpuh. Penyakit ISPA pun menyerang baik orang dewasa maupun anak-anak dan balita. Aktivitas di luar ruangan hampir mustahil dilakukan. Bau asap yang menyengat itu sangat menyiksa dan menyesakkan dada. Beberapa bahkan dikabarkan ada yang sampai meninggal dunia karena menderita infeksi saluran pernapasan akut.

Dari semua yang saya tuliskan di atas, tentunya Anda akan mengaminkan semuanya, kan? Sangat setuju, terutama bagi sebagian yang senang melihat pemerintahan sekarang mendapat raport merah. Itu yang saya heran, mengapa ya ada orang yang senang sekali mencari-cari kesalahan orang lain? Walaupun sudah melakukan sesuatu yang baik pun masih dibilang pencitraan dan sebagainya, apalagi kalau sampai berbuat salah, mungkin bakal sampai standing applause.

Lalu kini pertanyaan yang muncul adalah “di manakah pemerintah”? Benarkah negara tidak hadir untuk warganya? Benarkah Pusat sudah tidak peduli terhadap warga di daerah?

Continue reading “Kabut Asap, Cepatlah Pergi!”

Kemeriahan Panggung Gembira KBRI Singapura 2015

KBRI Singapura
KBRI Singapura

Dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI yang ke-70, pada tanggal 30 Agustus 2015 kemarin, KBRI Singapura menggelar acara Panggung Gembira dan Bazaar 2015. Acara ini merupakan acara puncak setelah sebelumnya sudah dilaksanakan berbagai macam kegiatan, yaitu: lomba olah raga, Upacara Pengibaran dan Penurunan Bendera, dan Resepsi Diplomatik.

Pada Panggung Gembira tahun 2015 ini, selain mendatangkan artis-artis dari Ibu Kota, KBRI Singapura juga memberikan kesempatan kepada seluruh elemen masyarakat yang ingin unjuk gigi untuk menghibur seluruh WNI yang hadir. Tim-tim yang akan tampil diseleksi dan diaudisi terlebih dahulu, sehingga hanya tim terbaiklah yang tampil di acara Panggung Gembira tersebut.

Artis-artis yang tampil antara lain; Band Kotak, Cita Citata, Indah Sari, Bebizie, Nasar, Cakra Khan, Thomas Arya, Benigno, Sahrul Gunawan, Teuku Zacky, Irfan Hakim, Wika Salim, dan musisi kawakan Om Purwacaraka. Selain itu masih ada pula artis-artis dari Dangdut Academy, yaitu; Danang, Evi Masamba.

Disamping artis-artis yang sudah terkenal, ada pula band-band pendatang baru yang turut menyemarakkan pentas Panggung Gembira ini. Mereka adalah ProjectQiu dari Cirebon, dan Jast5 dari Jakarta.

Pagi itu, tampak kesibukan para peserta bazaar mempersiapkan barang dagangannya. Tidak ketinggalan ibu-ibu DWP KBRI Singapura, yang turut membuka lapak dengan menjual beraneka macam makanan ringan dan jajan pasar khas Indonesia. Di sisi lain, tampak para sponsor sedang mempersiapkan booth mereka supaya dapat menarik konsumen. Sementara itu, di tempat lain tampak Tim Pengamanan yang turut dibantu oleh Bobotoh (Persatuan Pelaut Indonesia di Singapura) dan anggota HPLRTIS (Himpunan Penata Laksana Rumah Tangga Indonesia – Singapura) sedang melakukan birefing demi kelancaran acara Panggung Gembira kali ini serta untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Persiapan Panggung Gembira
Persiapan Panggung Gembira

Continue reading “Kemeriahan Panggung Gembira KBRI Singapura 2015”