Horeee… Akhirnya Commuter Line Sampai Stasiun Cikarang

Pada tanggal 28 Juli 2017 kemarin telah dilaksanakan uji coba KRL Commuter Line (CL) sampai dengan stasiun Cikarang. Diharapkan dengan uji coba ini, jika memang tidak ada kendala yang berarti, maka dalam waktu dekat, KRL Commuter Line (CL) akan beroperasi sampai stasiun Cikarang.

Stasiun Cikarang
Uji Coba Commuter Line di Stasiun Cikarang (sumber: detik.com)

Kehadiran CL ini memang sudah dinanti-nantikan oleh orang-orang yang berdomisili di Cikarang namun tempat kerjanya di Jakarta (seperti saya :mrgreen: ). Dengan adanya Kereta CL ini akan menjadi salah satu solusi sarana transportasi yang efektif terutama dari segi waktu. Diperkirakan waktu tempuh antara Jakarta Kota sampai dengan Cikarang sekitar 1 jam 30 menit. Sedangkan jika menggunakan mobil, waktu tempuhnya bisa mencapai 2 – 3 jam.

Kereta CL ini nantinya akan melayani rute perjalanan dari Jakarta Kota sampai Cikarang via Manggarai. Jika selama ini CL hanya sampai Stasiun Bekasi, maka ke depannya rute akan diperpanjang sampai dengan Stasiun Cikarang.

Stasiun yang akan dilewati dari Jakarta Kota menuju Cikarang adalah Stasiun Jayakarta, Mangga Besar, Sawah Besar, Juanda, Gambir (tidak berhenti), Gondangdia, Cikini, dan Manggarai. Manggarai merupakan stasiun transit bagi penumpang yang ingin melanjutkan perjalanan CL rute lainnya.

Continue reading “Horeee… Akhirnya Commuter Line Sampai Stasiun Cikarang”

7 Fakta Unik dan Menarik Sepanjang Mudik 2017

Mudik tentunya akan menyisakan berbagai macam cerita baik suka maupun duka. Lantas, bagaimana suasana mudik yang Anda alami pada tahun 2017 ini? Adakah cerita menarik yang dapat dibagi di sini? :mrgreen:

Antrian Menuju Pelabuhan Merak
Antrian Menuju Pelabuhan Merak

Bagi saya pribadi, mudik tahun ini terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Well, itu terjadi karena sudah 4 kali lebaran saya tidak melakukan mudik baik ke kampung halaman saya, maupun istri. Di samping itu, mudik tahun ini merupakan mudik tersingkat yang pernah saya alami. Saya sudah kembali dari kampung halaman pada saat lebaran H+4.

Namun dari pengamatan yang saya lakukan baik via media cetak maupun online, rasanya tidak berlebihan jika mudik kali ini cukup berbeda dari mudik tahun-tahun sebelumnya. Nah, kira-kira apa sajakah fakta unik yang terjadi pada mudik tahun ini? Mari kita simak satu persatu.

1. Libur cuti bersama yang berubah-ubah

Continue reading “7 Fakta Unik dan Menarik Sepanjang Mudik 2017”

Mudik Guyub Rukun

Mudik Guyub Rukun merupakan tagline yang digaungkan pemerintah untuk menyambut musim mudik tahun 2017 ini. Segenap pihak bahu membahu demi menyukseskan mudik kali ini. Diharapkan dengan tagline tersebut, tumbuh rasa persaudaraan di antara pemudik sehingga mudik dapat berlangsung dengan lancar, aman, tertib, dan selamat sampai tujuan. 

Mudik Motor
Mudik Motor

Mudik seolah sudah menjadi semacam tradisi bagi bangsa Indonesia. Jutaan orang dari berbagai daerah di tanah air berbondong-bondong melakukan eksodus menuju kampung halaman masing-masing. Jalan-jalan lintas propinsi, terminal, pelabuhan, stasiun, dan bandara dipadati oleh lautan manusia.

Fenomena mudik ini terjadi setiap tahunnya menjelang hari raya Idul Fitri atau lebaran. Mudik tidak pandang bulu, baik itu dari golongan bawah, menengah maupun atas. Yang berbeda adalah bagaimana cara mereka menempuh perjalanan.

Ada yang mudik menggunakan kendaraan roda 2, kendaraan umum seperti bus, kendaraan pribadi, maupun pesawat. Tujuannya hanya satu, yaitu pulang ke kampung halaman masing-masing.

Apakah kita harus mudik?

Continue reading “Mudik Guyub Rukun”

Mendadak Pancasila

Garuda Pancasila
Garuda Pancasila

Beberapa hari terakhir tiba-tiba kita melihat banyak sekali teman dan saudara kita yang memasang profile picturenya dengan menambahkan gambar Garuda Pancasila lengkap dengan tulisan #SayaIndonesiaSayaPancasila.

Apakah ada yang salah dengan itu?

Sebelum melangkah lebih jauh, izinkan saya bercerita sedikit. Saya termasuk generasi 90-an, di mana pada saat itu masih digalakkan program pemerintah yang namanya Penataran P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila). Pada waktu itu, setiap akan memulai tahun ajaran baru di sekolah, terutama buat siswa baru harus mengikuti yang namanya Penataran P4. Jika ada yang tidak mengikuti atau jumlah jam yang diikuti kurang memenuhi standar kelulusan, maka dia harus mengulang di tahun berikutnya dengan adik-adik kelasnya. 😆

Lantas apa saja sih yang dipelajari dalam Penataran P4 tersebut? Di dalamnya kita akan belajar mengenai Pancasila, sejarahnya, butir-butir yang terkandung di dalamnya, dan hal-hal yang terkait dengannya, seperti Wawasan Nusantara, UUD 1945, dan GBHN (Garis-garis Besar Haluan Negara).

Nah, pasca reformasi, Penataran P4 ini dihapuskan karena dianggap peninggalan Orde Baru. Pokoknya pada waktu itu yang berbau Orde Baru diharamkan, mau itu baik atau jelek. Saat itu bangsa kita sedang euforia untuk mencari jati dirinya kembali. Menurut saya pribadi, jati diri itu sebenarnya sudah ada dari jaman dahulu, hanya perlu digali kembali.

Maka jangan heran kalau kita tanya kepada anak jaman sekarang apakah itu Pancasila, mereka akan bingung menjawabnya. Atau bila disuruh menyebutkan sila-sila dalam Pancasila masih belepetan, apalagi 45 butir yang ada di dalamnya. Padahal katanya itu dasar negara dan jati diri bangsa lho. 😆

Continue reading “Mendadak Pancasila”

Jadwal Terbaru KA Lokal Jakarta – Purwakarta / Cikampek

ka-ekonomi-lokal
ka-ekonomi-lokal

Kereta Api Ekonomi Lokal Jakarta – Cikampek/Purwakarta telah menjadi sahabat saya semenjak kembali ke tanah air. Bahkan sebelum saya berangkat ke Singapura pun armada ini telah menjadi andalan bagi saya untuk pulang pergi ke kantor. Dengan biaya yang terjangkau dan waktu yang sangat efisien telah membuat saya untuk menjatuhkan pilihan pada angkutan kereta ini.

Kereta ini berbeda dari Kereta Rel Listrik (KRL) yang dikelola oleh PT. Commuter Line Jabodetabek. Kereta ini lebih mirip kereta jarak jauh lengkap dengan lokomotifnya. Dari segi warna pun tidak ada bedanya, sama persis.

Saya pun sudah mengalami pasang surut pengalaman selama menggunakan moda transportasi ini. Dari awalnya, ketika pembelian tiket belum dibatasi dan penumpang masih bisa bebas duduk di atas kap kereta. Kemudian para pedagang asongan yang wara-wiri menarik troli dagangan mereka sementara kami para penumpang berdiri pun sudah susah. Sampai akhirnya kereta ini sudah dilengkapi AC, dilarangnya pedagang asongan, dan dibatasinya penjualan tiket hanya sampai 150 % dari tempat duduk yang tersedia.

Kini, untuk pembelian tiket kereta lokal tersebut dapat dilakukan melalui pemesanan h+7 sebelum keberangkatan. Jadi sekarang setiap hari Minggu, saya memiliki ritual baru, yaitu membeli tiket untuk keperluan seminggu ke depan.

Continue reading “Jadwal Terbaru KA Lokal Jakarta – Purwakarta / Cikampek”

Aneka Kuliner Unik di Kota Medan

Kota Medan yang berada di Provinsi Sumatera Utara dikenal sangat indah. Di sini ada beberapa objek wisata yang dapat menjadi tujuan wisata, salah satunya adalah Danau Toba. Selain Danau Toba, terdapat beragam tempat wisata lain yang dapat Anda kunjungi. Oleh karena itu, jika Anda berwisata ke kota ini, sebaiknya menginap karena tidak mungkin untuk menikmati seluruh obyek wisata yang ada hanya dalam satu hari.

Danau Toba dan Pulau Samosir
Danau Toba dan Pulau Samosir

Anda tidak perlu khawatir untuk mencari penginapan. Di kota ini terdapat beberapa hotel yang dapat menjadi pilihan Anda untuk menginap dan tidak jauh dari lokasi wisata yang akan dikunjungi. Untuk pemesanan hotel, Anda bisa melakukan pemesanan melalui situs travel onliner seperti traveloka. Selain akan mempermudah Anda, proses pemesanannya pun cukup cepat, pokoknya gak pake ribet.

Setelah berwisata, jangan lupa untuk mencicipi masakan khas Medan. Medan memiliki beragam makanan khas mulai dari kue, olahan buah, olahan ikan, dan lain-lain.  Jika Anda belum mengetahui apa saja kuliner khas Medan, berikut beberapa kuliner unik khas Medan yang banyak digemari dan dapat Anda cicipi atau dijadikan oleh-oleh.

Continue reading “Aneka Kuliner Unik di Kota Medan”

Kartini dan Feminisme

Siapakah R.A. Kartini? Mengapa dia bisa menjadi tokoh emansipasi wanita dan dianggap sebagai pelopor gerakan feminisme di tanah air? Apa yang membuatnya istimewa, bahkan hari lahirnya pun kita peringati setiap tahun? Padahal di tanah air kita juga memiliki begitu banyak pahlawan wanita yang tidak kalah tangguh dalam melawan penjajah. Sebut saja, Tjoet Njak Dien, Tjoet Meutia, Martha Christina Tiahahu, Dewi Sartika, dsb. Saya yakin, sebagian orang dan golongan ada yang berpikir demikian. Tidak perlu saya jelaskan siapa mereka itu. :mrgreen:

Raden Ajeng Kartini (Ibu Kartini)
Raden Ajeng Kartini (Ibu Kartini)

Sebelum melangkah lebih jauh, saya akan mencoba mengajak Anda untuk pergi ke masa lampau, yaitu di masa ketika Kartini masih hidup. Kartini hidup saat negeri kita ini masih dalam masa penjajahan oleh Belanda dan masih kental dengan tradisi Jawa yang lebih bersifat patriarkis. Di bawah hegemoni Belanda, akses rakyat jelata terhadap ilmu pengetahuan dan pendidikan sangatlah terbatas. Hanya para petinggi atau pimpinan daerah sajalah yang keluarganya diperkenankan untuk mengenyam pendidikan, itupun sangat terbatas, apalagi untuk kaum wanita pada masa itu.

Kartini adalah segelintir orang yang bisa dikatakan beruntung karena sempat mencicipi pendidikan meskipun tidak terlalu tinggi. Paling tidak di situ dia bisa belajar baca tulis, bahkan menguasai Bahasa Belanda, maklum karena dia kan memang bersekolah di sekolah Belanda. Dia bisa mengenyam pendidikan karena dia adalah putri seorang Bupati Jepara yang bernama Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat.

Ada yang berpendapat, karena bersekolah di ELS (Europese Lagere School) inilah yang mempengaruhi pemikiran Kartini tentang feminisme. Sekarang coba Anda bayangkan kondisi pada saat itu, ketika akses pendidikan untuk pribumi sangat terbatas, belum seperti sekarang ini ketika sekolah ada di mana-mana. Yang ada hanya sekolah yang didirikan oleh penjajah, tentunya ayah Kartini tidak memiliki banyak pilihan bukan? Sekali lagi Kartini termasuk beruntung, karena sang ayah merupakan orang yang melek pendidikan. Bagaimana jadinya, jika sang ayah juga merupakan orang tua feodal yang masih sangat saklek terhadap budaya patiarkis pada waktu itu?

Continue reading “Kartini dan Feminisme”