Annual Report for 2015

Senangnya karena walaupun saya memakai platform wordpress.org tetap bisa memiliki Annual Report yang memberikan informasi secara komprehensif dengan tampilan yang menarik mengenai seluruh hal-hal yang berkaitan dengan Cagak Urip ini.

Dari mulai masalah postingan, pengunjung, para komentator, bahkan sampai traffic source mereka sajikan datanya. Saya sangat berterima kasih kepada Jetpack yang memiliki fitur Annual Report ini. Dulu ketika masih menggunakan platform wordpress.com, saya juga sering mendapat notifikasi mengenai adanya Annual Report ini pada akhir tahun. Tapi saya tidak menyangka, bahwa fitur Annual Report tersebut juga bisa saya peroleh pada platform wordpress.org. πŸ™‚

Seperti apa sih, bentuk Annual Report itu? Biar tidak semakin penasaran, silahkan klik saja gambar di bawah ini.

Annual Report 2015
Annual Report 2015

Bagaimana dengan Anda? Apakah aktivitas nge-blog Anda bisa optimal di sepanjang tahun 2015 ini? Sudahkah membuat Annual Report untuk blog Anda? :mrgreen:

Continue reading “Annual Report for 2015”

Cara Mudah Backup WordPress

Apakah Anda seorang blogger? Apakah Anda menggunakan wordpress sebagai platform blog Anda? Kapan terakhir kali Anda melakukan backup blog Anda?

Mungkin Anda bertanya-tanya, haruskah saya melakukan backup untuk blog saya? Saya menggunakan wordpress.com, bukankah eksistensi blog saya lebih terjamin daripada self hosted domain?

wordpress-backup
WordPress Backup (source: https://ithemes.com)

Baiklah, saya akan coba bahas satu persatu. Di dalam dunia nyata maupun dunia maya, memiliki backup adalah sebuah keniscayaan. Memiliki backup dalam dunia nyata dapat kita umpamakan seperti saat kita membeli asuransi. Backup memang tidak akan kita rasakan langsung manfaatnya jika kita tidak menemui permasalahan. Tapi, jika kita menemui masalah atau kendala tapi tidak mempunyai backup, bagaimana menurut Anda? πŸ˜•

Apalagi dalam dunia maya, semuanya sangat mungkin terjadi. Jika menurut Anda, bahwa platform wordpress.com lebih terjamin ketimbang self hosted domain (wordpress.org), itu tidak sepenuhnya benar. Bisa saja, ketika blog Anda dianggap melanggar term & condition yang sudah ditetapkan oleh pihak wordpress.com, maka mereka berhak melakukan penutupan akun Anda secara sepihak. Dapat dibayangkan ketika seluruh tulisan-tulisan hasil curahan pemikiran Anda hilang begitu saja tanpa jejak, lantas bagaimana perasaan Anda? 😯

Nah, apalagi blog dengan platform wordpress.org. Memiliki blog self hosted domain sangat menuntut perhatian dan ketelatenan dalam pengelolaannya. Karena semuanya sangat tergantung kepada kita sebagai administratornya. Kita harus memperhatikan segala aspek baik dari segi resource, security, reliability, bahkan content-nya. Semuanya menjadi tanggung jawab kita selaku pemilik blog. Oleh karenanya, backup merupakan sesuatu yang wajib dilakukan. Sehingga ketika terjadi sesuatu, seperti misalnya crash setelah melakukan update, maka kita masih bisa melakukan rollback. Paling tidak, tulisan-tulisan kita tidak terhapus seluruhnya.

Lantas, bagaimana cara melakukan backup pada platform wordpress? Caranya sangat mudah sekali, baik untuk wordpress.com maupun wordpress.org. Berikut ini adalah langkah-langkah untuk melakukan backup pada worpdress:

Continue reading “Cara Mudah Backup WordPress”

7 Langkah Membuat Blog Dengan Domain Sendiri

Top Level Domain
Top Level Domain

Memiliki blog atau website dengan domain sendiri adalah idaman setiap orang. Rasanya sungguh membanggakan ketika kita memiliki sebuah blog dengan nama misalnya namakita.com atau NamaAnda.net. Tapi kehawatiran terhadap kerumitan dalam setup dan konfigurasinya membuat sebagian orang akhirnya mengubur keinginan itu dalam-dalam. Alasan mengenai perlu tidaknya blog dengan nama domain sendiri sudah pernah saya bahas pada postingan sebelumnya.

Padahal jika kita sudah mengerti langkah-langkah yang harus dilakukan secara runut sesungguhnya men-setup sebuah blog dengan domain sendiri relatif mudah. Ada dua macam metode yang dapat digunakan yaitu self hosted atau redirect domain.

Makhluk apa sajakah itu? Saya akan coba jelaskan dengan bahasa yang lebih awam agar dapat lebih mudah dipahami.

Self Hosted

Self hosted artinya adalah Anda menyewa sebuah layanan web hosting untuk meletakkan file-file yang berkaitan dengan blog Anda. Hosting sendiri dapat diumpamakan sebagai sebuah toko atau kios tempat Anda menyimpan barang dagangan Anda.

Jika di blogger.com dan wordpress.com Anda mendapatkannya secara free, maka dengan metode self hosted Anda harus menyewa terhadap pihak penyedia. Banyak sekali yang menyediakan layanan web hosting ini. Yang cukup populer misalnya adalah hostgator. Tapi untuk mendaftar Anda harus memiliki akun Paypal atau kartu kredit.

Ada juga yang produk anak negeri, yaitu rumahweb, tempat dimana saya meng-hosting-kan blog saya ini. Salah satu alasan mengapa saya memilih Rumah Web adalah karena pembayarannya yang cukup mudah. Saya tidak harus memiliki kartu kredit ataupun akun Paypal untuk memiliki sebuah blog dengan domain yang saya kehendaki. Rumah Web dapat menerima pembayaran melalui transfer ATM ataupun Internet Banking.

Redirect Domain

Redirect Domain adalah sebuah metode di mana Anda tidak perlu menyewa layananΒ web hosting untuk meletakkan file-file blog Anda. Dalam hal ini, yang harus dibayar adalah nama domainnya saja. Tapi harus dipastikan terlebih dahulu, apakah nama domain yang kita kehendaki masih tersedia atau tidak. Karena bisa saja, apabila namanya terlalu umum atau mainstream, maka tidak mustahil nama domain tersebut sudah digunakan oleh orang lain.

Untuk memesan nama domain, kita bisa melakukan melalui perusahaan-perusahaan penyedia jasa web hosting dan domain, seperti misalnya: rumahweb, godaddy, reseller, dan masih banyak lagi. Harga yang ditawarkan bervariasi tergantung paket masing-masing penyedia jasa domain. Sekali lagi, untuk masalah domain, saya juga memakai rumahweb, karena sekalian satu paket dengan layanan web hosting saya.

Untuk sistem redirect domain ini, kita dapat memakai jasa hosting gratisan seperti blogger.com ataupun wordpress.com. Hanya saja, untuk wordpress.com biasanya kita harus upgrade ke premium, yang artinya kita harus membayar melalui wordpress juga. Jadi agak sulit jika kita memesan domainnya melalui penyedia jasa yang lain. Bisa saja sih, tapi kita akan terkena pengeluaran dua kali, untuk upgrade wordpress ke premium dan berlangganan domainnya itu sendiri.

Sedangkan untuk blogger sepertinya lebih fleksibel. Kita tidak harus membayar ataupun meng-upgrade blogger kita, cukup hanya dengan melakukan beberapa langkah konfigurasi saja. Mungkin di lain waktu akan saya coba sharing mengenai langkah-langkah redirect domain pada blogger.com.

7 Langkah Mudah Membuat Blog dengan Domain Sendiri

Setelah di atas tadi saya jelaskan mengenai perbedaan antara Self Hosted dan Redirect Domain, maka sekarang mari simak satu per satu langkah-langkah yang harus dilakukan dalam men-setup sebuah blog dengan Domain Sendiri.

Continue reading “7 Langkah Membuat Blog Dengan Domain Sendiri”

Komunitasku Mangkrak, Tak Lagi Semarak

Komunitasku
Komunitasku

Ketika dunia per-blogging-an masih bersinar, banyak sekali bermunculan komunitas-komunitas blogger. Ada yang berdasarkan letak geografis. Sebut saja De Blogger (komunitas blogger dari Depok), Blogger Bekasi, Blogger Cikarang, dan masih banyak lagi. Ada juga komunitas yang berdasarkan genre blognya, seperti misalnya Travelblog, Emak-emak Blogger, Photoblog, Blogger SEO, dan lain sebagainya.

Saya sendiri ketika masih dengan alamat blog yang lama, sempat bergabung ke dalam 2 komunitas yaitu Blogger Bekasi dan Blogger Cikarang. Mengapa saya bergabung ke dalam komunitas itu? Ya, tidak lain tidak bukan adalah karena saya tinggal di sana. :mrgreen:

Saya sendiri mengakui sempat vakum alias hiatus dalam jangka waktu yang lumayan lama. Boro-boro menengok ke halaman komunitas. 😳 Setelah mulai beraktivitas kembali di cagakurip.com, sebetulnya saya berniat untuk mendafarkan diri lagi dengan alamat blog saya yang baru ini.

Waktu saya datang ke bloggerbekasi.com, apa yang saya dapati? Seperti sebuah rumah yang sudah lama ditinggalkan oleh pemiliknya sehingga kelihatan tidak terurus. Tidak ada tanda-tanda aktivitas di sana. Posting terakhir adalah bulan Maret 2015. Saya mencoba untuk meninggalkan komentar, katanya menunggu moderasi, tapi sampai sekarang muncul pun tidak. πŸ˜₯

Continue reading “Komunitasku Mangkrak, Tak Lagi Semarak”

CUWC: Cagak Urip Writing Contest

menulis
menulis

Dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan RI yang ke-70, Cagak Urip akan mengadakan kontes menulis kecil-kecilan. Saya hanya ingin mencoba untuk turut menyemarakkan HUT RI kali ini. Kontes ini terbuka untuk umum, bagi yang karyanya bagus dan menarik akan saya posting di blog ini.

Caranya bagaimana? Gampang kok… :mrgreen:

Continue reading “CUWC: Cagak Urip Writing Contest”

Apakah Saya Perlu Nama Domain Sendiri?

Nama Domain
Nama Domain

Memiliki blog atau website dengan domain sendiri adalah idaman setiap orang. Kelihatannya keren banget jika kita memiliki sebuah blog dengan alamat misalnya namakita.com atau NamaAnda.net. Tapi kehawatiran terhadap kerumitan dalam setup dan konfigurasinya membuat sebagian orang akhirnya berpikir dua kali untuk memilikinya. Padahal apabila kita sudah mengerti langkah-langkah yang harus dilakukan secara runut sesungguhnya men-setup sebuah blog dengan domain sendiri relatif mudah. Hal ini akan saya bahas di artikel yang terpisah.

Domain .com atau .netΒ  biasa disebut juga sebagai Top Level Domain (TLD). Dengan memiliki memiliki sebuah TLD, ini berarti Anda memiliki kendali penuh. Ibarat jualan, Anda sudah memiliki semacam merk dagang.

Pertanyaan mendasarnya adalah, seberapa pentingkah sebuah nama domain untuk keberlangsungan blog atau website Anda?

Continue reading “Apakah Saya Perlu Nama Domain Sendiri?”

Reparasi Komputer Dadakan

Beberapa hari yang lalu, saya mendapat telepon dari rumah yang memberitahukan bahwa komputer di rumah telah terbakar. Waduh, saya pun terkejut setengah mati. Tapi untungnya istri langsung tanggap, jadi semua kabel langsung dicabut dari stop-kontak. Yang saya khawatirkan adalah semua data-data saya yang ada di komputer tersebut.

Komputer Meleduk
Komputer Meleduk (doc. okezone)

Komputer tersebut memang usianya sudah tidak bisa dibilang muda lagi. Dulu saya membelinya di tahun 2009. Jadi sudah sekitar 6 tahun menemani saya. Begitu banyak suka duka yang kami alami bersama (halakh!!! :mrgreen: ) Bersamanya lah saya mulai serius nge-blog. Waktu itu saya masih menulis di kawuloalitox.wordpress.com. Berharap suatu hari saya akan mendapatkan BEP (Break Event Point) atau balik modal dengan menulis di blog. Walaupun ternyata sampai sekarang pun belum balik modal. πŸ˜†

Ternyata yang saya peroleh dengan nge-blog adalah kepuasan. Puas ketika saya berhasil menuangkan ide dan pemikiran saya. Puas ketika melihat trafik yang lumayan meskipun belum secara konstan di bilangan ratusan tiap harinya. Paling tidak, ternyata tulisan saya itu ada yang membaca. Dan yang terakhir puas apabila ternyata tulisan saya dapat memberikan pencerahan, atau memberi tambahan informasi. Yang demikian itu tentunya tidak dapat dihitung secara materi. πŸ™‚

Haduh kok jadi ngelantur begini yak. 😳 Kembali lagi ke kasus terbakarnya komputer saya. Untungnya hari itu saya bisa pulang lebih cepat. Maklum, meskipun bulan puasa dan katanya jam kerja lebih pendek, namun pada kenyataannya saya hampir setiap hari pulang mendekati adzan Maghrib. πŸ˜₯

Continue reading “Reparasi Komputer Dadakan”