Offline vs Online

Sudah dua bulan lebih saya tidak menorehkan sesuatu di sini kecuali setelah dua hari yang lalu berhasil memposting mengenai Website / Blog yang Mobile Frendly. Well, apakah yang terjadi? Bukan maksud untuk membela diri (lagi, lagi, dan lagi… :mrgreen: ), bahwa memang selama tiga bulan ke belakang saya banyak terikat pada aktifitas offline. Yup, sesuai judul artikel kali ini, Offline vs Online.

Padatnya tugas-tugas dinas rutin dan banyaknya kegiatan-kegiatan di luar kedinasan, akhirnya membuat saya sedikit mengacuhkan rumah saya ini 🙁 . Padahal dari begitu banyaknya event yang sudah terlewati, seharusnya dapat menjadi bahan atau materi tulisan yang cukup menarik. Hanya saja, terkadang saya merasa terlalu lelah bahkan hanya untuk membuka laptop.

ONLINE VS OFFLINE
ONLINE VS OFFLINE

Meskipun sudah berlalu dan rasanya sudah tidak terlalu up to date lagi, Insya Alloh akan tetap saya coba untuk sharing di sini mengenai kegiatan-kegiatan tersebut. Karena sebenarnya menurut saya pribadi, event-event tersebut sangatlah sayang untuk dilewatkan begitu saja tanpa terangkum ke dalam sebuah tulisan. Mudah-mudahan saya dapat menyisihkan waktu untuk menuliskannya.

Yah, dari apa yang saya alami, ternyata memang cukup bertolak belakang antara aktifitas offline dan aktifitas online. Ketika kita banyak disibukkan dengan aktifitas offline, maka aktifitas online (nge-blog) saya lumayan terbengkalai. Meskipun hal ini tidak selalu berlaku demikian. Bagi sebagian orang yang tingkat kenarsisannya tinggi, kegiatan offline dan online mungkin dapat berjalan secara beriringan. Misalnya, dengan sibuk ber-selfie ria di setiap moment dan event kemudian segera meng-upload serta meng-update statusnya ke media sosial. :mrgreen:

Tapi bagi saya (ini murni pendapat pribadi lho ya 😉 ), akan lebih memuaskan apabila berhasil merangkum kegiatan atau moment tersebut dalam sebuah tulisan, dan bukan sekedar foto ataupun sebatas status di media sosial semata. Mengapa? Karena melalui sebuah tulisan, saya dapat menyisipkan opini atau sudut pandang saya terhadap kegiatan tersebut, serta dapat mengupasnya secara lebih dalam lagi. Dan terkadang, kata-kata dapat menembus ruang imajinasi lebih jauh ketimbang gambar.

Apakah di antara Anda ada yang mengalami hal yang sama? Lalu kira-kira bagaimana solusinya, agar kegiatan offline dapat menunjang kegiatan online (nge-blog) kita?

Jujur saja, saya sendiri belum melakukannya secara baik. Biasanya saya membuat semacam pointer-pointer pada setiap kegiatan lalu saya simpan sebagai draft di blog ini dengan judul per masing-masing kegiatan atau moment. Dengan harapan, ketika saya sudah memiliki waktu luang, maka pointer-pointer tersebut dapat saya kembangkan menjadi paragraf-paragraf.

Hal serupa juga saya lakukan, ketika tiba-tiba terlintas sebuah ide mengenai sesuatu. Saya kemudian segera menuliskannya pada draft. Apa saja yang terlintas tulislah meskipun itu berantakan. Terkadang apa yang terlintas terkesan campur aduk dan tidak runut. Tidak apa-apa, tuliskan saja dulu. Ketika rasanya sudah tertuang semua, baru nanti kita lakukan pengembangan sekaligus proses editing. Dengan melakukan hal ini paling tidak saya sudah “mengikat ide” agar tidak hilang begitu saja diterpa sang waktu.

Jadi sebenarnya, aktifitas offline dan online tidak sepenuhnya berseberangan. Yang membuatnya solah-olah berseberangan adalah manajemen waktu kita saja. Bagi saya mungkin agak sulit untuk membuatnya ideal, artinya saya akan langsung meng-update blog saya ini setelah selesai sebuah event atau kegiatan. Yang saat ini saya mampu lakukan adalah mencoba mencatat pointer-pointernya untuk kemudian saya kembangkan dan lengkapi di kemudian hari.

Nah, bagaimana dengan Anda? Apakah memiliki solusi-solusi yang lain? Monggo, silahkan di-share… 🙂

Salam.

 

Author: Tatang Tox

Hanya manusia biasa / kawulo alit yang senang menulis dan fotografi.

4 thoughts on “Offline vs Online”

  1. kalok di niatin pasti bisa kok buat update blog setiap hari. mungkin karena aktivitas ngeblog yang bukan menjadi prioritas jadi ngeblog dikesampingkan hehe

    Nah itu dia Mas Hadi, jujur saja saya mengakui, blogging belum menjadi prioritas utama, melainkan lebih kepada jurnal bagi saya. Makanya sering keteteran. 🙁

    1. Wah, bisa sehari sekali menulis, bagi saya sangat luar biasa, Mas. :mrgreen:

      Apalagi bisa sehari satu postingan… Superrr… 😆

      Mudah-mudahan saya bisa mengikuti jejak Belih I Putu Yoga Permana. 🙂

Leave a Reply