Selamat Jalan Bapak TM Hadi Thayeb

TM Hadi Thayeb
TM Hadi Thayeb

Pada hari Jumat, 10 Januari 2014, Indonesia telah kehilangan salah satu putera terbaik bangsa. Beliau adalah Bapak Teuku Mohammad Hadi Thayeb. Beliau sempat disemayamkan di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri untuk penghormatan terakhir. Dalam upacara tersebut, Bapak Menteri Luar Negeri Republik Indonesia menyebut bahwa Bapak TM Hadi Thayeb adalah sebuah personifikasi seorang tokoh dengan semangat pengabdian yang tinggi. “Perhatian beliau dan perjuangan beliau lah yang menumbuhkan semangat bagi kita semua. ” demikian diungkapkan oleh Bapak Menlu Marty Natalegawa.

Beliau bukan hanya seorang diplomat senior, melainkan merupakan salah satu dari enam orang pendiri Departemen Luar Negeri (sekarang Kementerian Luar Negeri). Semasa hidupnya, beliau pernah menjadi Duta Besar RI untuk Italia, Polandia, Arab Saudi, Swiss, dan Kerajaan Inggris Raya.

Continue reading “Selamat Jalan Bapak TM Hadi Thayeb”

Career Satisfaction

Sebelum dimulai, saya ingin mengingatkan bahwa apa yang saya tuliskan di sini adalah murni berdasarkan pengalaman dan pengamatan saya serta belum melalui pengkajian ilmiah tertentu. Saya bukan seorang ahli HRD atau psikolog, saya juga bukan seseorang yang ahli di bidang manajemen. Jadi, mohon dimaklumi seandainya apa yang nantinya saya sharing di sini kurang sesuai karena masih bersifat relatif. 😳

Berbicara masalah karir, tentunya banyak aspek yang berkaitan dengan hal tersebut. Aspek-aspek yang terkait tentunya sangatlah kompleks, dari ekonomi, manajemen, psikologi, dan hukum. Karir juga merupakan sesuatu yang bersifat sangat pribadi, karena menyangkut hal-hal yang berkaitan dengan personalitas seseorang.

Ketika seseorang memilih sebuah bidang pekerjaan sebagai pilihan karirnya, tentu ada beberapa faktor yang mempengaruhinya. Faktor-faktor tersebut dapat berupa :

  • Latar belakang pendidikan
  • Kesukaan atau hobi
  • Skill atau kemampuan yang dimiliki
  • Latar belakang budaya
  • Kesempatan atau opportunity

Contohnya saya, ketika dulu bekerja di sebuah perusahaan swasta, maka yang mendorong saya memilih pekerjaan tersebut adalah karena adanya faktor kesempatan / opportunity dan sedikit faktor latar belakang pendidikan. Untuk Skill, adalah sesuatu yang saya peroleh kemudian setelah melalui sebuah proses training. Bagaimana dengan Anda? Faktor apa sajakah yang mempengaruhi Anda untuk memilih karir yang dilakoni saat ini? :mrgreen: Continue reading “Career Satisfaction”

Merayakan Hari Raya Di Negeri Singa

Biasanya ketika menjelang tanggal 1 Syawal, maka seluruh surau, mushola, dan masjid akan mengumandangkan takbir, tahlil, dan tahmid. Suara nan merdu akan saling bersahut-sahutan merayakan hari kemenangan. Terkadang ada juga yang melakukan arak-arakan keliling kampung dengan membawa obor dan Sound System yang didorong menggunakan gerobak. Dan kemudian pada tanggal 1 Syawal kita akan berkumpul bersama seluruh keluarga besar di kampung halaman.

Hal itu tentunya akan menjadi biasa ketika kita berada di tanah air tercinta, Indonesia. Tak jarang ada juga yang jengah, ketika melihat iring-iringan anak kecil membawa obor sembari mengumandangkan Takbir, Tahlil, dan Tahmid. Haduh, berisik amat sih, kan dulu gak pernah dicontohkan, dan lain sebagainya. Saya tidak akan membahas itu, dan saya merasa belum memiliki kapasitas untuk men-judge orang lain tentang apa yang mereka lakukan.

Yang akan saya sharing di sini adalah tentang suasana (mudah-mudahan tidak terlalu basi). Yup, suasana. Ketika Anda tidak berada di tanah air melainkan di sebuah negara yang mayoritasnya bukan muslim, tentunya suasana seperti pada awal tulisan ini akan menjadi sesuatu yang dirindukan. Kemeriahan dan nuansa menjelang Hari Raya Idul Fitri tentu menjadi sesuatu yang “Indonesia Sekali”. Sesuatu yang tidak bisa Anda dapatkan di sembarang tempat di seluruh belahan bumi.

Lebaran tahun 2013 adalah untuk pertama kalinya bagi kami sekeluarga merayakannya jauh dari kampung halaman. Karena saat ini kami sedang berada di negeri seberang untuk menunaikan tugas. Menjelang Lebaran, suasana di sini cukup berbeda. Hanya di beberapa titik saja yang menunjukkan keramaian, yaitu di daerah-daerah yang jumlah penduduk muslimnya cukup banyak. Selebihnya, mereka beraktifitas sebagaimana biasa.

Shalat Tarawih biasa kami laksanakan di Masjid Istiqomah, di dalam komplek KBRI Singapura. Jamaah yang berdatangan tidak saja dari kalangan internal kedutaan, melainkan banyak juga saudara-saudara muslim yang berasal dari luar kedutaan. Meskipun memiliki latar belakang budaya dan bangsa yang berbeda-beda, namun kami dipersatukan oleh satu hal, yaitu kami sama-sama saudara semuslim. Bukankah Rasulullah SAW juga pernah bersabda yang artinya, “Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lainnya, (dia) tidak menzaliminya dan mengabaikannya, tidak mendustakannya dan tidak menghinanya.

Continue reading “Merayakan Hari Raya Di Negeri Singa”

Move On

Sepertinya kata-kata ‘move on‘ sedang menjadi tren di antara anak-anak abege, ya? Atau saya yang katrok yak? Sering sekali kata-kata ini digunakan ketika menggambarkan seseorang yang patah hati, diputusin pacar, lalu harus bisa bangkit dari keterpurukannya. Entah itu punya pacar atau gebetan yang baru lagi, maupun sekedar mengangkat dagu dan siap menjalani kembali kehidupannya ke depan. 😎

Halakh, ini kok malah ngomongin anak-anak abege, tho? (jadi los pokus begini… 😳 ) Sebenarnya kata-kata ‘move on‘ yang saya pakai di sini adalah untuk menggambarkan perpindahan dari rumah lama ke rumah yang baru. Berat memang ketika harus meninggalkan rumah lama yang sudah penuh dengan coretan akan kenangan dan pemikiran. Namun, ada hal-hal yang baru yang ingin saya dapatkan seiring dengan perpindahan ini. Apa sajakah itu? Nanti di postingan yang lain, akan saya ceritakan. :mrgreen:

Empat setengah tahun adalah waktu yang cukup lama bagi saya untuk mengenal wordpress, bahkan sampai jatuh cinta kepadanya. 😆 Tapi empat setengah tahun juga terasa berlalu begitu cepat untuk menuangkan segala kenangan dan pengalaman, karena rasanya baru secuil yang bisa saya torehkan di sana. Terlalu banyak kejadian yang berlalu penuh kesan namun tak sempat terbingkai dalam rangkaian tulisan.

Setelah melalui perjuangan dan kerja keras, voilla!!! Jadilah rumah baru ini, http://cagakurip.com. Continue reading “Move On”

Welcome World!

Hello world, biasanya kata-kata itu yang pertama kali muncul ketika kita baru saja membuat atau mendaftarkan sebuah blog. Kali ini saya membuat yang sedikit berbeda, yaitu Welcome World!

Mengapa Welcome World? Karena saya ingin menyapa siapapun Anda, dari belahan dunia manapun, Welcome alias Selamat Datang di rumah saya ini. Semoga kehadiran cagakurip.com dapat memberikan nuansa tersendiri, dapat berbagi informasi, dan yang terpenting adalah merupakan tempat saya berekspresi. :mrgreen:

Cagakurip.com adalah alamat rumah saya yang baru, setelah semenjak Juni 2009 saya berekspresi di kawuloalitox.wordpress.com. Tidak terasa 4,5 tahun sudah saya mencurahkan segala cerita, pengalaman, unek-unek, dan sedikit pengetahuan di sana. Sayang memang, tapi di sisi lain saya ingin mencoba pengalaman baru, yaitu me-manage sebuah blog dengan domain sendiri. (sudah ketinggalan jaman banget yak :mrgreen: )

Tapi bagi saya, kawuloalitox itu sesuatu banget… 😳 Karena dari sanalah saya mulai belajar untuk menulis blog secara (sedikit) lebih serius meskipun masih kurang konsisten. Dulu pernah juga punya blog di frenster, dan blogspot, namun isinya masih acak adut. Di kawuloalitox juga yang menumbuhkan rasa percaya diri untuk rajin menulis, karena ternyata ada beberapa tulisan saya yang muncul di halaman pertama hasil Google Search, sebuah mesin pencari paling spektakuler abad ini. (lebay… 😆 ). Misalnya, coba Anda search ‘pendidik dan pengajar‘, maka kawuloalitox akan muncul di halaman depan Google search. 😎 Ketika pertama kali mengetahui hal itu, rasanya hati saya berbunga-bunga seperti habis nembak cewek trus diterima, #eh (lebay lagi deh. :oops:) Continue reading “Welcome World!”