Reparasi Komputer Dadakan

Beberapa hari yang lalu, saya mendapat telepon dari rumah yang memberitahukan bahwa komputer di rumah telah terbakar. Waduh, saya pun terkejut setengah mati. Tapi untungnya istri langsung tanggap, jadi semua kabel langsung dicabut dari stop-kontak. Yang saya khawatirkan adalah semua data-data saya yang ada di komputer tersebut.

Komputer Meleduk
Komputer Meleduk (doc. okezone)

Komputer tersebut memang usianya sudah tidak bisa dibilang muda lagi. Dulu saya membelinya di tahun 2009. Jadi sudah sekitar 6 tahun menemani saya. Begitu banyak suka duka yang kami alami bersama (halakh!!! :mrgreen: ) Bersamanya lah saya mulai serius nge-blog. Waktu itu saya masih menulis di kawuloalitox.wordpress.com. Berharap suatu hari saya akan mendapatkan BEP (Break Event Point) atau balik modal dengan menulis di blog. Walaupun ternyata sampai sekarang pun belum balik modal. 😆

Ternyata yang saya peroleh dengan nge-blog adalah kepuasan. Puas ketika saya berhasil menuangkan ide dan pemikiran saya. Puas ketika melihat trafik yang lumayan meskipun belum secara konstan di bilangan ratusan tiap harinya. Paling tidak, ternyata tulisan saya itu ada yang membaca. Dan yang terakhir puas apabila ternyata tulisan saya dapat memberikan pencerahan, atau memberi tambahan informasi. Yang demikian itu tentunya tidak dapat dihitung secara materi. 🙂

Haduh kok jadi ngelantur begini yak. 😳 Kembali lagi ke kasus terbakarnya komputer saya. Untungnya hari itu saya bisa pulang lebih cepat. Maklum, meskipun bulan puasa dan katanya jam kerja lebih pendek, namun pada kenyataannya saya hampir setiap hari pulang mendekati adzan Maghrib. 😥

Sesampainya di rumah, segera saya ambil toolkit dan Cyber Tools, kemudian si komputer pun saya bedah. Begitu casing saya buka, masih tercium bau gosong. Wah, saya jadi was-was, karena khawatir motherboard dan Hard Disk saya rusak. Satu persatu komponen saya amati. Lalu saya putuskan untuk membuka PSU (Power Supply Unit) dengan terlebih dahulu mencabut semua konektor dari motherboard.

Kemudian saya cek processor. Kipas saya lepas terlebih dahulu. Hmm… agak mengkhawatirkan juga, karena pada processor seperti tercium bau gosong. Saya amati motherboard sepertinya aman-aman saja, tidak ada tanda-tanda terbakar.

Akhirnya saya berkonsentrasi pada PSU. Saya buka casing-nya, dan ternyata ada yang ganjil di sana. Kalau biasanya yang namanya fuse itu hanya putus kawat tembaga yang ada di dalamnya, namun kali ini sampai kacanya pun pecah. Mengetahui hal itu saya sedikit lega. Mengapa? Karena fuse merupakan pengaman pertama pada sebuah perangkat elektronik. Jadi ketika terjadi lonjakan tegangan, maka supaya tidak berdampak kepada komponen yang lain, fuse inilah yang akan “mengorbankan diri” dengan cara memutus kawat yang ada di dalamnya. Yang saya heran, mengapa kali ini fuse saya sampai pecah ya? 🙁

Power Supply Unit
Power Supply Unit
Fuse Pecah
Fuse Pecah

Karena sumber penyakitnya sudah ketahuan, maka langkah berikutnya adalah saya mencari PSU baru. Setelah mendapatkan pengganti, akhirnya PSU yang baru saya pasang. Oh ya, selain mencari PSU baru, kipas casing dan Processor pun saya ganti mengingat usianya sudah lebih dari 5 tahun.

PSU dan Kipas
PSU dan Kipas

Setelah semuanya terpasang kecuali kabel SATA ke Hard Disk, komputer saya nyalakan. Dan, jreng..jreng..jreng… Dia dapat kembali bekerja seperti biasa. Berarti motherboard-nya masih aman. 😎 Kemudian komputer saya matikan lagi, dan mulai memasang seluruh kabel yang ada termasuk kabel SATA ke Hard Disk. Lalu sekali lagi saya nyalakan, kali ini dengan monitor. Saya masih berdebar-debar, karena khawatir terjadi sesuatu dengan Hard Disk saya. Ternyata, Alhamdulillah… Semuanya berjalan normal, komputer pun bisa booting seperti biasa.

Oh leganya. Ternyata semua baik-baik saja dan data-data saya pun masih tetap aman. Kami pun dapat tetap menyaksikan siaran televisi Indonesia melalui streaming. 😎

Kini rasanya seperti memiliki komputer baru, meskipun yang baru hanya kipas dan PSU-nya saja. :mrgreen:

Salam.

Author: Tatang Tox

Hanya manusia biasa / kawulo alit yang senang menulis dan fotografi.

1 thought on “Reparasi Komputer Dadakan”

  1. Waduh bisa sampe kebakar gitu, tapi ngomong2 lumayan awet doang PC nya kalau udah lebih dari 5 taun, kalau sy dari dulu ga pernah awet, paling 3 taun dah rusak 🙂

    Alhamdulillah. Selama 5 tahun tidak pernah ada kerusakan apa-apa, yang paling parah ya pas kejadian kebakar ini… 🙁

Leave a Reply