Selamat Jalan Bapak Dubes Burhan Muhammad

Duta Besar Burhan Muhammad
Duta Besar Burhan Muhammad

Innalilahi wa inailaihi rojiuun. Indonesia kembali berduka karena harus kehilangan salah satu putra terbaiknya. Terlebih lagi sang putra berpulang bersama belahan jiwanya dalam sebuah kecelakaan helikopter ketika mengemban tugas negara. Ya, Beliau adalah Bapak Burhan Muhammad, Duta Besar RI untuk Pakistan. Beliau bertugas di KBRI Islamabad sejak 12 November 2012.

Siapakah Bapak Burhan Muhammad?

Bapak Duta Besar Burhan Muhamad dilahirkan di Yogyakarta pada tanggal 3 Agustus 1957.  Setelah lulus dari Jurusan Hubungan Internasional di Universitas Gadjah Mada pada tahun 1983, beliau mulai meniti karir di Badan Intelijen Negara (BIN) hingga menduduki jabatan Deputi Luar Negeri dan Deputi Analisa BIN sampai dengan tahun 2012.

Beliau juga menyelesaikan program masternya di bidang hubungan internasional pada tahun 1993 di University of Pittsburgh, AS. Beliau kemudian diangkat sebagai Duta Besar RI untuk Pakistan dan menyerahkan surat kepercayaan kepada Pemerintah Pakistan pada tanggal 17 November 2012.

Sebagai seorang Duta Besar yang berasal dari luar lingkungan Kementerian Luar Negeri, Alm. Bapak Burhan Muhammad tidaklah asing terhadap dunia diplomasi dan hubungan luar negeri. Karir beliau sebagai Deputi Luar Negeri dan Deputi Analisa pada Badan Intelijen Negara (BIN), telah membuatnya memiliki pemahaman yang mendalam terhadap berbagai isu dalam hubungan internasional serta mengasah kepiawaiannya dalam berdiplomasi.

Selama menjabat Duta Besar RI Islamabad, Duta Besar Burhan Muhammad telah berhasil meningkatkan hubungan bilateral antara Indonesia dan Pakistan. Beberapa yang telah berhasil beliau capai, antara lain, adalah peningkatan kerjasama ekonomi, melalui:

  • Penandatanganan MoU Kerja Sama antara Lahore Chamber of Commerce and Industry (LCCI) dan KADIN Jakarta pada tanggal 26 Agustus 2014 yang semakin mendekatkan komunitas bisnis di kedua negara.
  • Menghasilkan pengaturan operasional Preferential Trade Agreement dengan Pakistan yang telah meningkatkan ekspor Indonesia ke Pakistan sebesar 44,5% di tahun 2013 – 2014.
  • Berhasil menyelesaikan sertifikasi halal bagi produk-produk Indonesia.
  • Mengaktifkan kembali Pakistan – Indonesia Business Council.
  • Meratifikasi Defence Cooperation Agreement Indonesia – Pakistan yang akan mulai berlaku pada tanggal 21 Mei 2015.
  • Memberikan perhatian lebih kepada diplomasi budaya Indonesia.
    Beliau bersama KBRI Islamabad juga aktif dalam mempromosikan budaya Indonesia di Pakistan, melalui sejumlah kegiatan lokakarya dan pelatihan gamelan, tarian tradisional Indonesia serta berbagai aktivitas lainnya yang semakin mendekatkan hubungan antar masyarakat.

Tragedi Itu…

Pada tanggal 8 Mei 2015, Beliau bersama istri, Ibu Heri Listyawati dan sejumlah utusan dari negara sahabat, mendapat undangan dari pemerintah Pakistan untuk menghadiri peresmian proyek pariwisata di wilayah Gilgit-Baltistan, Pakistan. Mengingat jarak tempuh yang cukup jauh, para tamu undangan ini difasilitasi oleh pemerintah setempat dengan menggunakan helikopter militer tipe MI-17.

Tapi sungguh malang, ditengah perjalanan helikopter yang ditumpangi Bapak Dubes Burhan dan rombongan mengalami kecelakaan. Setidaknya ada 6 (enam) orang yang langsung meninggal di tempat, termasuk Ibu Heri Listyawati, istri dari Bapak Dubes Burhan. Korban meninggal yang lain yaitu Dubes Norwegia, Dubes Filipina, Istri dari Dubes Malaysia, dan dua orang kru helikopter.

Bapak Dubes Burhan sendiri mengalami luka bakar yang cukup serius, hampir mencapai 80 %. Beliau segera dilarikan ke rumah sakit terdekat sebelum akhirnya dibawa ke Islamabad. Tim medis dari Islamabad memberikan opsi, agar Beliau segera mendapatkan perawatan di Australia atau Singapura, karena memiliki klinik khusus untuk penderita luka bakar (Burn Center).

Perjuangan Beliau

Setelah melalui berbagai pertimbangan, akhirnya diputuskan bahwa Beliau akan dirawat di Burn Center Singapore General Hospital (SGH), Singapura. Dengan menggunakan pesawat khusus, Beliau dievakuasi dari Islamabad menuju Singapura. Tapi sungguh tidak diduga, ketika melintasi wilayah Chennai, India, kondisi Beliau sempat menurun dan mengalami pendarahan. Akhirnya pesawat mendarat darurat di Chennai agar Beliau mendapat pertolongan sementara.

Setelah mendapatkan perawatan dan sempat menginap semalam di Chennai, perjalanan kemudian dilanjutkan kembali menuju Singapura. Sesampainya di Singapura pada Selasa dini hari tanggal 12 Mei 2015, Beliau langsung dibawa ke klinik Burn Center SGH dan langsung ditangani oleh tim dokter dari Singapura yang sebelumnya telah berkoordinasi dengan tim dari KBRI Singapura.

Sementara itu, jenazah sang istri, Ibu Heri Listyawati telah dibawa kembali ke tanah air dan dimakamkan pada hari Kamis. 14 Mei 2015 di Yogyakarta. Pada hari berikutnya, kedua putra Beliau yaitu Fitra Amrullah dan Yoga Sulistyo akhirnya terbang ke Singapura bersama Bapak Duta Besar Chilman Arisman yang tidak lain merupakan adik kandung dari Bapak Dubes Burhan.

Setelah menjalani perawatan selama beberapa hari di Singapura, ternyata kondisi Beliau tak kunjung membaik, justru mengalami penurunan. Hal ini disebabkan oleh adanya infeksi bakteri yang sudah menyerang hingga paru-paru.

Senin malam ketika menemani sang ayah, putra kedua Beliau yang bernama Yoga Sulistyo sempat berkata,”Pak, besok saya akan berulang tahun yang ke 18 tahun. Saya tidak meminta apa-apa. Saya hanya ingin besok Bapak memberikan ucapan Selamat Ulang Tahun buat saya.” 😥

Tapi ternyata Tuhan berkehendak lain. Tepat pukul 00.50 waktu Singapura, tanggal 19 Mei 2015, Bapak Duta Besar Burhan Muhammad menghembuskan nafas terakhirnya. Tepat ketika putranya yang kedua menginjak usia 18 tahun. Duka mendalam tidak saja dirasakan oleh pihak keluarga. Bangsa Indonesia khususnya Kementerian Luar Negeri juga berduka, karena harus kehilangan seorang Duta Besar yang telah mengukir begitu banyak prestasi dan penuh dedikasi. Semoga amal Beliau diterima oleh Allah SWT, dan arwah Beliau mendapatkan tempat yang mulia di sisi-Nya serta keluarga yang ditinggalkan dapat dikuatkan.

Penghormatan Terakhir

Jenazah Bapak Duta Besar Burhan Muhamad tiba di Jakarta 19 Mei 2015 petang dan langsung disemayamkan di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri sebagai penghormatan terakhir. Hadir dalam penghormatan tersebut Bapak Presiden Joko Widodo beserta Bapak Wakil Presiden Jusuf Kalla. Selanjutnya jenazah  dibawa ke Yogyakarta sebagai tempat peristirahatan terakhir Beliau.

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Ibu Retno Marsudi menyampaikan belasungkawa yang sedalam–dalamnya atas meninggalnya Bapak Duta Besar Burhan Muhammad. “Semoga amal ibadah dan pengabdian almarhum diterima di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan dikuatkan.”

Menlu RI Ibu Retno Marsudi juga menyatakan bahwa almarhum Dubes Burhan merupakan salah satu diplomat terbaik Kemlu RI.

Selamat jalan Pak Burhan Muhammad, semoga engkau mendapatkan tempat yang Mulia di sisi-Nya. Dan meskipun engkau sudah tidak berada di antara kami lagi, segala kenangan dan prestasi yang telah kau ukir akan selalu hidup dalam sanubari kami.

Salam.

Sumber: www.kemlu.go.id

Author: Tatang Tox

Hanya manusia biasa / kawulo alit yang senang menulis dan fotografi.

2 thoughts on “Selamat Jalan Bapak Dubes Burhan Muhammad”

Leave a Reply