Singgah Sejenak ke Geneva (Jenewa)

Peta Swiss
Peta Swiss

Geneva atau biasa kita sebut dengan Jenewa adalah salah satu kota di Swiss yang berdekatan dengan negara Perancis. Di kota inilah banyak terdapat kantor-kantor Organisasi Internasional, seperti PBB, ILO, WHO, dan UNHCR. Ya, selain di New York, PBB juga memiliki Markas Besar untuk wilayah Eropa yang berada di Geneva. Di Geneva ini pula banyak ditelurkan berbagai macam konvensi atau perjanjian Internasional yang kemudian diratifikasi / diakui oleh sebagian besar negara-negara di dunia.

Entah ada kaitannya atau tidak, dengan banyaknya Organisasi Internasional yang berkantor di kota ini, dulu Geneva pernah dinobatkan sebagai kota dengan biaya hidup paling mahal di dunia. Sebelum akhirnya rekor tersebut berhasil diambil oleh Singapura. 😳

Mengapa saya mengambil kesimpulan demikian? Karena dengan banyaknya Organisasi Internasional yang berkantor di Geneva, maka otomatis banyak orang asing / expatriat yang tinggal di kota tersebut. Biasanya, kota yang banyak ditinggali oleh kaum expatriat, biaya hidupnya akan selalu meningkat. Tapi hipotesis saya ini belum tentu benar 100 %, loh ya. :mrgreen:

Pada beberapa postingan sebelumnya saya sempat menceritakan bagaimana perjalanan saya menuju Zurich, sekilas mengenai Bern – ibu kota negara, dan sedikit mengenai Interlaken, sebagai salah satu tempat wisata alam terindah di Eropa. Nah, rasanya kurang lengkap jika saya belum meceritakan bagaimana kunjungan singkat saya ke Geneva. 😎

Pada perjalanan di kota-kota sebelumnya saya biasa menggunakan sarana transportasi kereta api. Namun kali ini sedikit berbeda. Karena ada salah satu rekan senior yang kebetulan mengantar tamu ke Bern dengan menggunakan mobil, akhirnya saya nebeng beliau untuk menuju ke Geneva.

Pada waktu itu kami berangkat dari Bern sudah menjelang petang, sehingga agak sulit untuk mengabadikan pemandangan di sepanjang jalan. Tapi pada umumnya hampir sama dengan pemandangan yang ditemui di Zurich maupun Bern. Hamparan padang rumput hijau yang luas dengan bangunan yang jarang-jarang dihiasi oleh pepohonan yang sudah mulai menguning karena sudah memasuki musim gugur.

Kami menempuh perjalanan melalui jalan tol dengan rute Bern – Geneva via Lausanne selama kurang lebih 3 jam. Hujan deras yang mengguyur sepanjang perjalanan dan hari yang mulai gelap, membuat kami lebih berhati-hati. Bahkan, sebelum memasuki kota Geneva, kami sempat berhenti terlebih dahulu untuk mengisi bahan bakar sekaligus membeli minuman hangat.

Mulai mendekati Geneva, papan-papan petunjuk arah dan reklame mulai berubah. Jika sebelumnya menggunakan Bahasa Jerman, maka kini mulai menggunakan Bahasa Perancis. Pun demikian dengan orang-orangnya. Logat sengau khas Perancis terdengar lebih dominan.

Sampai di apartemen teman saya waktu itu sudah malam, sekitar jam 10 an. Kebetulan rekan senior dan teman saya ini tinggal dalam satu gedung apartemen yang sama namun berlainan unit. Setelah membongkar titipan oleh-oleh, seperti biasa kami melewatkan malam dengan mengobrol ngalor ngidul, mengenang kembali masa lalu.

Keesokan paginya, kami bertiga menuju ke kantor PTRI Jenewa. Jalur yang kami lintasi lumayan padat, meskipun tidak separah Jakarta. Dibandingkan dengan KBRI Bern, gedung kantor PTRI Jenewa menurut saya sedikit lebih besar. Meskipun bangunannya lebih pantas disebut sebagai rumah tinggal ketimbang kantor. :mrgreen:

PTRI Jenewa
PTRI Jenewa

 

Narsis di depan PTRI Jenewa
Narsis di depan PTRI Jenewa

Saya sempat berkeliling dengan berjalan kaki di seputar kawasan gedung kantor PTRI Jenewa tersebut. Di belakangnya mengalir Sungai Rhone yang ujungnya sampai ke Danau Jenewa (Geneva Lake). Pemandangan di belakang kantor sangat menarik. Kita dapat melihat pusat kota Jenewa di kejauhan, karena gedung PTRI Jenewa ini terletak di dataran yang agak tinggi. Di sekitar kantor terdapat berbagai toko dan restoran. Letaknya sangat strategis namun juga tidak terlalu ramai. Selain itu, jaraknya dari Stasiun Geneva juga tidak terlalu jauh.

Salah Satu Pemandangan Sudut Kota Jenewa
Salah Satu Pemandangan Sudut Kota Jenewa
Menatap pemandangan kota Jenewa dari belakang kantor
Menatap pemandangan kota Jenewa dari belakang kantor
Kota Jenewa dari Belakang Kantor
Kota Jenewa dari Belakang Kantor

Setelah diajak membeli oleh-oleh sekedarnya, kemudian saya diantar ke Palais des Nations, atau Markas Besar PBB yang ada di Eropa. Di depannya terdapat sebuah monumen yang berbentuk kursi raksasa yang salah satu kakinya patah, biasa dikenal dengan Broken Chair. Monumen ini merupakan simbol perlawanan terhadap penggunaan ranjau darat semasa Perang Dunia I dan II yang sudah memakan banyak korban.

Narsis di Depan Kantor PBB Jenewa
Narsis di Depan Kantor PBB Jenewa
Narsis di Depan Broken Chair
Narsis di Depan Broken Chair

Dari situ, kemudian menyempatkan melihat Danau Geneva yang terkenal dengan Jet d’Eau, yaitu air muncrat yang memiliki ketinggian bisa sampai sekitar 140-an meter. Jet d’Eau ini merupakan salah satu ikon dari Geneva, yang biasa dituangkan pula ke dalam berbagai aksesoris khas Swiss.

Jet d'Eau
Jet d’Eau

Mengingat waktu yang sudah sempit dan saya harus segera bertolak menuju Zurich, akhirnya sight seeing pun dicukupkan sampai di situ dulu. Saya belum sempat mengeksplorasi lebih jauh lagi mengenai bagaimana suasana di kota, interaksi dengan penduduk setempat, dan tempat-tempat yang bisa dijadikan rujukan wisata.

Saya pun diantar ke Stasiun Geneva, untuk kemudian melanjutkan perjalanan menuju Zurich. Meskipun hanya sebentar, paling tidak saya sudah pernah menginjakkan kaki di Jenewa, sekaligus narsis di depan Gedung Kantor PBB dan Broken Chair. Mudah-mudahan saya masih diberi kesempatan untuk bisa mampir ke sana lagi. :mrgreen:

Nah, demikian sedikit sharing mengenai pengalaman dan perjalanan saya. Mudah-mudahan berkenan, dan mohon maaf apabila masih terdapat banyak kekurangan.

Salam hangat.

Note: Untuk koleksi foto lebih lengkap, silahkan kunjungi photoblog saya di http://cagakurip.blogspot.com/jenewa

 

Author: Tatang Tox

Hanya manusia biasa / kawulo alit yang senang menulis dan fotografi.

3 thoughts on “Singgah Sejenak ke Geneva (Jenewa)”

  1. Mas Tatang nanya dong….
    saya pengen ke swiss dan ke salzburg enaknya tetep beli Swiss pass untuk di Swiss nya dan beli eurogo (train) untuk ke salzburgnya ya?

    untuk beli swiss pass itu harganya brapanya bisa dilihat dimana sih ya?

    Makasih berat ya
    Mira

  2. indah banget ya pemandangannya, bikin pengen balik lagi tapi seriusan makanan disana mahal2 bener.. x_X

    Itu dia, Neng. Kalau sesekali mampir boleh lah. Tapi kalau untuk stay, mmm… pikir-pikir dulu ah. Eh, tapi nasib orang siapa yang tahu, kalau tiba-tiba suratan takdir kita mesti ke sana, ya apa boleh buat… 😉

  3. Asyik ya .. jalan-jalan teyus …
    Ganti lagi theme nya Tang ?

    Ah, nggak kok Mas. Itu satu paket, pas kebetulan dapat tugas dinas ke sana. Sekalian aja dijadikan bahan tulisan di blog. :mrgreen: Kalau theme, sebenarnya ini malah kembali ke theme yang lama, karena sepertinya kok saya merasa lebih nyaman pake theme ini. Terkesan lebih rapi. 🙂

Leave a Reply