Fitur Terbaru WhatsApp, Mampu Hapus Pesan “Salah Kamar”

Pada update terbarunya, WhatsApp menambahkan fitur menghapus pesan yang baru saja kita kirimkan. Fitur ini sangat berguna bagi kita yang tergabung dalam begitu banyak grup, dan rawan terhadap terjadinya “salah kamar” atau salah kirim pesan. 

Pernahkah Anda alami ketika hendak mengirim pesan ke seseorang atau sebuah grup namun ternyata salah kirim? Yang lebih fatal lagi jika isi pesan tersebut sedang membicarakan seseorang atau gosip yang sedang hangat namun terkirim kepada si fulan yang sedang menjadi pembicaraan. Please, jangan katakan kalau Anda pernah melakukan ini. 😆

Fitur hapus pesan ini sebenarnya sudah terdapat pada aplikasi messenger yang lain seperti BBM dan Telegram. Pada BBM, istilah yang digunakan adalah kita dapat menarik kembali (retracted) pesan yang sudah kita kirimkan. Sedangkan pada Telegram terdapat fitur Auto Destruct, di mana pesan akan secara otomatis terhapus setelah sekian detik.

Fitur hapus pesan “salah kamar” ini terdapat pada WhatsApp versi terbaru, atau lebih tepatnya WhatsApp versi 2.17.71 di Apple iOS dan versi 2.17.400 di Android. Jika Anda belum melihat adanya opsi “delete for everyone” saat menghapus sebuah pesan, maka perbaharui dahulu aplikasi WhatsApp Anda ke versi tersebut.

Delete Feature inWhatsApp
Delete Feature in WhatsApp

Continue reading “Fitur Terbaru WhatsApp, Mampu Hapus Pesan “Salah Kamar””

Dengan Slido, Diskusi Interaktif Jadi Mudah

Tahukah Anda, kini ada cara yang lebih praktis dalam me-manage diskusi interaktif di dalam sebuah forum atau seminar? Tidak hanya itu, Anda juga dapat melakukan polling selama kegiatan berlangsung dan hasil polling tersebut dapat dipantau secara live. Panasaran?

Bagaimana Anda me-manage sesi interaktif di dalam sebuah seminar atau forum diskusi selama ini? Apakah masih menggunakan mikropon dibantu dengan beberapa usher? Berapa banyak mikropon yang digunakan, dan apakah sebanding dengan jumlah audiens yang hadir? 😳

Dengan era yang sudah serba online ini atau sekarang lebih populer disebut dengan Daring (dalam jaringan), ada sebuah aplikasi yang menyediakan layanan menarik. Aplikasi tersebut adalah SLI.DO.

Apa itu Sli.do?

Continue reading “Dengan Slido, Diskusi Interaktif Jadi Mudah”

Dengan Smule Bisa Karaoke Di Mana Saja

Beberapa hari terakhir ini saya sedang iseng-iseng mencoba aplikasi baru di handphone, yang namanya Sing! Karaoke by Smule. Dengan aplikasi tersebut kita bisa karaoke di manapun berada, yang penting memiliki koneksi ke internet.

Mengapa saya tertarik dengan si Smule ini? Awalnya adalah ketika banyak sekali video orang nyanyi bersliweran di halaman Facebook saya, kemudian di bagian bawah ada kata-kata Smule. Akhirnya setelah saya Googling dan melihat-lihat di dalamnya, rupanya lucu juga. Dan bisa dikatakan ketagihan. 😆

Sing! Karaoke by Smule
Sing! Karaoke by Smule

Sebenarnya apliksi Smule ini sudah lama, hanya saja baru akhir-akhir ini saya tergelitik untuk mencoba. Awalnya sempat ragu-ragu. Tapi ketika melihat beberapa teman saya juga menggunakan aplikasi tersebut dan sudah menghasilkan ratusan rekaman, akhirnya saya tergoda juga. 😆

Jadi melalui Smule ini anda bisa karaoke dengan berbagai macam lagu. Dari lagu mancanegara, Indonesia, bahkan sampai lagu daerah. Untuk pertama kali mendaftar biasanya kita diberikan complimentary satu lagu untuk dinyanyikan. Setelah itu, biasanya kita harus berduet / join dengan orang lain untuk menyanyikan lagu tertentu.

Untuk memilih lagu sendiri, biasanya harus menggunakan credit. Credit tersebut bisa diperoleh dengan melihat video iklan, like Fanpage Smule di Facebook, Follow akun Twitter Smule, atau menginstal aplikasi.

Aplikasi Sing! Karaoke by Smule ini bisa didownload dari Playstore untuk pengguna Android, dan Appstore untuk pengguna Iphone. Setelah download, kita harus melakukan registrasi. Caranya cukup mudah, saya yakin anda pasti bisa melakukannya. Registrasi / sign up bisa dilakukan dengan akun Facebook, ataupun email anda.

Continue reading “Dengan Smule Bisa Karaoke Di Mana Saja”

Fitur Enkripsi Pada Update WhatsApp Terbaru

Ada yang lain ketika saya membuka aplikasi WhatsApp pagi ini. Di bawah chat terakhir muncul tulisan “Messages you send to this chat and calls are now secured with end-to-end encryption. Tap for more info.”

WhatsApp
WhatsApp

Pagi ini memulai aktivitas seperti biasa. Saat bangun tidur, pada smartphone saya tampak notifikasi sudah sekitar 80 an lebih aplikasi yang minta di-update. Kemudian sambil lalu saya tekan “Update All”. 😆

Saya pun nyambi bersiap-siap untuk pergi ke kantor. Sesampainya di kantor, ternyata seluruh update sudah selesai. Ketika saya membuka WhatsApp, ada yang lain. Di bawah chat terakhir muncul tulisan “Messages you send to this chat and calls are now secured with end-to-end encryption. Tap for more info.” 😯

Saya cukup terkejut, karena selama ini yang saya tahu WhatsApp belum menyediakan fitur tersebut. Yang sudah memiliki fitur tersebut justru aplikasi messenger yang lain yaitu Telegram. Telegram bahkan memiliki fitur self-detruction, yaitu sebuah fitur yang mampu menghapus percakapan kita dalam waktu yang sudah ditentukan.

Karena didorong oleh rasa penasaran, akhirnya saya masuk ke Play Store lalu saya baca What’s New pada aplikasi WhatsApp tersebut. Ternyata benar, bahwa pada update terbaru ini WhatsApp sudah menerapkan teknologi end-to-end Encryption baik untuk chat maupun fitur call-nya.

Whats New on WhatsApp
Whats New on WhatsApp

Continue reading “Fitur Enkripsi Pada Update WhatsApp Terbaru”

UBER-lah GOJEK, TAXI ku-GRAB

Kemarin atau tepatnya 22 Maret 2016, kita menjadi saksi betapa masyarakat dari kalangan menengah ke bawah harus berkonfrontasi dengan saudaranya sendiri demi mempertahankan apa yang sudah menjadi mata pencaharian mereka selama ini. Perseteruan antara moda transportasi umum konvensional dengan moda transportasi umum berbasis aplikasi akhirnya mencapai klimaksnya.

Gojek dan Blue Bird
Gojek dan Blue Bird

Sebelumnya, pada tanggal 14 Maret 2016, para pengemudi angkutan umum konvensional sudah menggelar demo meminta angkutan umum berbasis aplikasi supaya ditutup, dan perusahaan penyedia jasa aplikasi tersebut harus angkat kaki dari Indonesia. Mereka berpendapat bahwa sejak kemunculan angkutan umum berbasis aplikasi ini, menurunkan omset / pendapatan mereka. Karena pengguna kini lebih memilih angkutan umum yang berbasis aplikasi tersebut, sebut saja, GoJek, Uber, dan Grab.

Saya pun bukan tanpa alasan menulis judul di atas. Mengapa? Karena itulah aktor utama dalam kisah kesemrawutan masalah pengaturan transportasi umum di negeri kita ini. Merekalah yang saat ini menjadi sorotan dan terlibat dalam persengketaan.

Bibit-bibit perseteruan itu memang sudah mulai tumbuh sejak kemunculan Gojek. Betapa para pengemudi Gojek sering mengalami intimidasi dan tidak jarang penganiayaan dari para pengemudi ojek konvensional. Masalah pun kian meruncing ketika muncul aplikasi Uber dan Grab. Karena yang terusik bukan hanya ojek, melainkan angkutan umum roda 4 termasuk Taxi, Mikrolet, Angkot, Bajaj, dsb.

Isu yang selalu diangkat adalah bahwa sejak kemunculan angkutan berbasis aplikasi ini menurunkan omset mereka. Pendapatan mereka berkurang sementara banyak perut yang harus diisi di rumah. Oke, tapi apakah para pengemudi Gojek, Uber, dan Grab juga tidak memiliki keluarga yang harus diberi makan? Apakah hanya pengemudi angkutan umum konvensional saja yang keluarganya harus diberi makan?

Terlepas dari permasalahan di atas, izinkan saya sekedar berbagi pengalaman selama hampir 3 tahun hidup di negeri tetangga, Singapura. Di sini, kami biasa menggunakan aplikasi Grab untuk mencari taxi. Selain lebih cepat, kita juga tidak harus berjalan ke pinggir jalan untuk mencegat taxi yang lewat. Melalui aplikasi tersebut kita dapat mengetahui taxi mana saja yang posisinya paling dekat dengan lokasi kita. Kita pun dapat memilih jenis taxi yang diinginkan, apakah reguler, premium, atau maxi-cab.

Dari yang saya amati, hampir semua pengemudi taxi di Singapura terdaftar di dalam aplikasi Grab ini, dan semuanya sudah familiar dengan penggunaan Smartphone. Maka ketika muncul aplikasi Grab ini juga tidak ada gejolak, justru mereka melihat ini sebagai sebuah tools yang mampu membantu dalam pekerjaan mereka.

Oh ya, selain Grab, di sini juga terdapat aplikasi Uber. Namun sekali lagi, tidak ada protes ataupun keributan dari para penyedia jasa transportasi di sini. Semuanya berjalan lancar, seolah masing-masing sudah punya pangsa pasar tersendiri.

Ketika saya mengamati apa yang terjadi di tanah air, ada beberapa hal yang menjadi catatan:

Continue reading “UBER-lah GOJEK, TAXI ku-GRAB”