Sudah 2 Tahun Lebih…

Full Team
Full Team

Tidak terasa sudah lebih dari 2 tahun kami tinggal di negeri Jiran ini. Begitu banyak hal yang sudah kami lewati bersama. Sebagian mungkin sudah pernah saya tuangkan di sini, namun sebagian besar belum sempat saya tulis. :mrgreen:

Tinggal di negeri orang memang memberikan pengalaman dan kesan tersendiri. Perbedaan budaya dan adat istiadat serta peraturan membuat kita harus mampu beradaptasi. Sebagaimana kata pepatah, “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.”

Artinya kira-kira, di manapun kita berada hendaknya menjunjung dan menghormati norma serta adat istiadat setempat yang berlaku. Itulah yang selama ini kami coba lakukan. Selain itu, penegakan hukum dan peraturan di sini juga sangat ketat. Bagaimana tidak, jika setiap pelanggaran yang dilakukan ancamannya adalah denda, well, I think I should say, “Singapore is a fine country.” :mrgreen:

Dua tahun di sini, sudah tiga kali Ramadhan dan Lebaran kami lalui, Insya Allah termasuk tahun ini. Suka dan duka mewarnai perjalanan kami di Negeri Singa ini, namun kami yakin bahwa dibalik setiap peristiwa pasti ada hikmah dan pelajaran yang dapat dipetik untuk selanjutnya kami jadikan pelajaran di masa yang akan datang.

Awal Kedatangan

Continue reading “Sudah 2 Tahun Lebih…”

Coloring Competition di Singapura

Coloring Competition
Coloring Competition

Kesempatan itu

Kali ini saya ingin berbagi pengalaman ketika putri pertama kami, Nasywa, mengikuti Coloring Competition di Singapura. Event ini  sudah berlangsung lebih dari setahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 10 November 2013. Namun daripada tidak terabadikan sama sekali, akhirnya saya paksakan diri meluangkan waktu untuk menulisnya.

Sebenarnya ini bukanlah pertama kali Nasywa ikut lomba mewarnai. Ketika masih di playgroup, dia pernah mengikuti lomba yang waktu itu diadakan di Taman Buah Mekar Sari, oleh Bimba. Meskipun waktu itu tidak mendapat juara, paling tidak melatih keberaniannya untuk tampil dan mengekspresikan diri. Karena selain ikut lomba mewarnai, dia juga dipilih untuk ikut Dance Competition. 😎

Seperti yang telah saya sharing pada blog saya yang dulu, kami sekeluarga memulai babak baru kehidupan di negeri orang, tepatnya di Singapura. Putri pertama kami, Nasywa, yang memang sudah waktunya masuk TK, kami daftarkan ke TK lokal Singapura. Ini merupakan pengalaman baru, tidak saja bagi dia namun juga bagi kami selaku orang tuanya. Alhamdulillah, dia mendapat kelas dengan guru walinya adalah orang Melayu. Hal ini sangat menolong, karena pada saat itu Nasywa belumlah terlalu mengerti Bahasa Inggris. Paling tidak dengan guru wali yang berbahasa Melayu tersebut, dapat menjadi jembatan bagi dia untuk memahami Bahasa Inggris. Untunglah ketika masih di Cikarang dia sering menonton film Upin Ipin, sehingga ketika sang guru bercakap-cakap dengan Bahasa Melayu, dia dapat mengerti sedikit-sedikit. :mrgreen:

Setelah beberapa bulan bersekolah, rupanya sang guru melihat bakat dari putri kami yakni ‘menggambar’ dan ‘mewarnai’. Suatu hari dia memberikan brosur kepada kami yang berisi pengumuman Coloring Competition (Lomba Mewarnai) di Tanjong Pagar Community Center. Awalnya kami tidak yakin, karena mengingat status kami yang foreigner dan bukanlah Permanent Residence ataupun Citizen. Tapi guru tersebut meyakinkan kami, bahwa ini adalah salah satu ajang yang sangat baik sekali untuk mengasah bakat serta melatih keberanian putri kami. Akhirnya kami sepakat untuk mendaftarkan putri kami pada lomba tersebut.

Pelaksanaan Lomba Continue reading “Coloring Competition di Singapura”