Update ke WordPress Versi 4.4.2

Setelah sekian lama, akhirnya saya memutuskan untuk melakukan update platform blog saya ke versi terbaru yakni WordPress 4.4.2. Mengapa demikian? Karena berdasarkan info yang saya peroleh dari berbagai website dan blog, termasuk dari halaman resmi wordpress.org menyatakan bahwa dengan melakukan update ke versi terbaru berarti juga membantu menutup celah-celah keamanan yang ada pada versi sebelumnya. Hal ini sangat penting bagi saya, karena aspek keamanan blog self hosted tidak ada yang memikirkan kecuali si web-admin itu sendiri.

Kalau memakai wordpress.com, mungkin kita akan dimanjakan dengan berbagai fitur yang sudah disediakan, terutama aspek keamanannya. Tapi untuk wordpress.org, kita sendiri-lah yang harus memikirkan aspek keamanannya.

wordpress

Pada wordpress versi 4.4.2 ini paling tidak ada 17 bug yang sudah diperbaiki dari versi sebelumnya. Untuk lebih jelasnya, Anda dapat langsung mengunjungi halaman berikut http://codex.wordpress.org/Version_4.4.2

Awalnya saya sempat ogah-ogahan untuk melakukan update, karena yang terbayang adalah keribetan dan kekhawatiran bahwa update tersebut justru akan merusak blog saya. Namun ternyata apa yang saya takutkan tersebut sama sekali tidak terjadi. Caranya sangat mudah sekali untuk melakukan update wordpres 4.4.2 ini.

Ada 2 cara yang dapat ditempuh untuk melakukan update yaitu melalui cPanel dan melalui Dashboard. Saya akan mencoba menjelaskan secara singkat masing-masing cara tersebut.

Continue reading “Update ke WordPress Versi 4.4.2”

Cara Mudah Backup WordPress

Apakah Anda seorang blogger? Apakah Anda menggunakan wordpress sebagai platform blog Anda? Kapan terakhir kali Anda melakukan backup blog Anda?

Mungkin Anda bertanya-tanya, haruskah saya melakukan backup untuk blog saya? Saya menggunakan wordpress.com, bukankah eksistensi blog saya lebih terjamin daripada self hosted domain?

wordpress-backup
WordPress Backup (source: https://ithemes.com)

Baiklah, saya akan coba bahas satu persatu. Di dalam dunia nyata maupun dunia maya, memiliki backup adalah sebuah keniscayaan. Memiliki backup dalam dunia nyata dapat kita umpamakan seperti saat kita membeli asuransi. Backup memang tidak akan kita rasakan langsung manfaatnya jika kita tidak menemui permasalahan. Tapi, jika kita menemui masalah atau kendala tapi tidak mempunyai backup, bagaimana menurut Anda? πŸ˜•

Apalagi dalam dunia maya, semuanya sangat mungkin terjadi. Jika menurut Anda, bahwa platform wordpress.com lebih terjamin ketimbang self hosted domain (wordpress.org), itu tidak sepenuhnya benar. Bisa saja, ketika blog Anda dianggap melanggar term & condition yang sudah ditetapkan oleh pihak wordpress.com, maka mereka berhak melakukan penutupan akun Anda secara sepihak. Dapat dibayangkan ketika seluruh tulisan-tulisan hasil curahan pemikiran Anda hilang begitu saja tanpa jejak, lantas bagaimana perasaan Anda? 😯

Nah, apalagi blog dengan platform wordpress.org. Memiliki blog self hosted domain sangat menuntut perhatian dan ketelatenan dalam pengelolaannya. Karena semuanya sangat tergantung kepada kita sebagai administratornya. Kita harus memperhatikan segala aspek baik dari segi resource, security, reliability, bahkan content-nya. Semuanya menjadi tanggung jawab kita selaku pemilik blog. Oleh karenanya, backup merupakan sesuatu yang wajib dilakukan. Sehingga ketika terjadi sesuatu, seperti misalnya crash setelah melakukan update, maka kita masih bisa melakukan rollback. Paling tidak, tulisan-tulisan kita tidak terhapus seluruhnya.

Lantas, bagaimana cara melakukan backup pada platform wordpress? Caranya sangat mudah sekali, baik untuk wordpress.com maupun wordpress.org. Berikut ini adalah langkah-langkah untuk melakukan backup pada worpdress:

Continue reading “Cara Mudah Backup WordPress”

7 Langkah Membuat Blog Dengan Domain Sendiri

Top Level Domain
Top Level Domain

Memiliki blog atau website dengan domain sendiri adalah idaman setiap orang. Rasanya sungguh membanggakan ketika kita memiliki sebuah blog dengan nama misalnya namakita.com atau NamaAnda.net. Tapi kehawatiran terhadap kerumitan dalam setup dan konfigurasinya membuat sebagian orang akhirnya mengubur keinginan itu dalam-dalam. Alasan mengenai perlu tidaknya blog dengan nama domain sendiri sudah pernah saya bahas pada postingan sebelumnya.

Padahal jika kita sudah mengerti langkah-langkah yang harus dilakukan secara runut sesungguhnya men-setup sebuah blog dengan domain sendiri relatif mudah. Ada dua macam metode yang dapat digunakan yaitu self hosted atau redirect domain.

Makhluk apa sajakah itu? Saya akan coba jelaskan dengan bahasa yang lebih awam agar dapat lebih mudah dipahami.

Self Hosted

Self hosted artinya adalah Anda menyewa sebuah layanan web hosting untuk meletakkan file-file yang berkaitan dengan blog Anda. Hosting sendiri dapat diumpamakan sebagai sebuah toko atau kios tempat Anda menyimpan barang dagangan Anda.

Jika di blogger.com dan wordpress.com Anda mendapatkannya secara free, maka dengan metode self hosted Anda harus menyewa terhadap pihak penyedia. Banyak sekali yang menyediakan layanan web hosting ini. Yang cukup populer misalnya adalah hostgator. Tapi untuk mendaftar Anda harus memiliki akun Paypal atau kartu kredit.

Ada juga yang produk anak negeri, yaitu rumahweb, tempat dimana saya meng-hosting-kan blog saya ini. Salah satu alasan mengapa saya memilih Rumah Web adalah karena pembayarannya yang cukup mudah. Saya tidak harus memiliki kartu kredit ataupun akun Paypal untuk memiliki sebuah blog dengan domain yang saya kehendaki. Rumah Web dapat menerima pembayaran melalui transfer ATM ataupun Internet Banking.

Redirect Domain

Redirect Domain adalah sebuah metode di mana Anda tidak perlu menyewa layananΒ web hosting untuk meletakkan file-file blog Anda. Dalam hal ini, yang harus dibayar adalah nama domainnya saja. Tapi harus dipastikan terlebih dahulu, apakah nama domain yang kita kehendaki masih tersedia atau tidak. Karena bisa saja, apabila namanya terlalu umum atau mainstream, maka tidak mustahil nama domain tersebut sudah digunakan oleh orang lain.

Untuk memesan nama domain, kita bisa melakukan melalui perusahaan-perusahaan penyedia jasa web hosting dan domain, seperti misalnya: rumahweb, godaddy, reseller, dan masih banyak lagi. Harga yang ditawarkan bervariasi tergantung paket masing-masing penyedia jasa domain. Sekali lagi, untuk masalah domain, saya juga memakai rumahweb, karena sekalian satu paket dengan layanan web hosting saya.

Untuk sistem redirect domain ini, kita dapat memakai jasa hosting gratisan seperti blogger.com ataupun wordpress.com. Hanya saja, untuk wordpress.com biasanya kita harus upgrade ke premium, yang artinya kita harus membayar melalui wordpress juga. Jadi agak sulit jika kita memesan domainnya melalui penyedia jasa yang lain. Bisa saja sih, tapi kita akan terkena pengeluaran dua kali, untuk upgrade wordpress ke premium dan berlangganan domainnya itu sendiri.

Sedangkan untuk blogger sepertinya lebih fleksibel. Kita tidak harus membayar ataupun meng-upgrade blogger kita, cukup hanya dengan melakukan beberapa langkah konfigurasi saja. Mungkin di lain waktu akan saya coba sharing mengenai langkah-langkah redirect domain pada blogger.com.

7 Langkah Mudah Membuat Blog dengan Domain Sendiri

Setelah di atas tadi saya jelaskan mengenai perbedaan antara Self Hosted dan Redirect Domain, maka sekarang mari simak satu per satu langkah-langkah yang harus dilakukan dalam men-setup sebuah blog dengan Domain Sendiri.

Continue reading “7 Langkah Membuat Blog Dengan Domain Sendiri”

5 Tips Supaya Blog Ramah Pengunjung

Selamat Datang
Selamat Datang

Memiliki blog dengan trafik yang tinggi tentunya menjadi dambaan setiap blogger. Siapa yang tidak ingin blog-nya ramai dikunjungi setiap harinya? Setelah kita memeras otak dan mengkristalisasi keringat kita dalam sebuah bentuk artikel yang di-posting ke dalam halaman blog, tentunya dalam hati kita berharap akan banyak orang yang melihat, membaca, bahkan kalau bisa ikut menyebarkan.

Itu tadi baru membahas bagaimana melahirkan sebuah produk tulisan dalam blog kita. Belum lagi yang blog-nya sudah mulai dimonetisasi (seperti saya 😳 ), trafik yang tinggi tentunya menjadi sebuah keniscayaan. Kita senantiasa mengharapkan banyak yang berkunjung ke blog kita, tetapi pernahkah kita berfikir bahwa pengunjung juga perlu diservis  / dilayani?

Orang yang sudah bersusah payah menemukan blog kita di antara belantara hasil pencarian Google, tentunya berharap mendapatkan sesuatu yang bermanfaat. Paling tidak mereka dapat meninggalkan link-nya di blog kita, betul kan? πŸ˜‰ Nah, lalu apakah blog kita (yang sebagian blogger menganggapnya sebagai rumah, termasuk saya) sudah memberikan kesan dan pelayanan yang baik?

Apakah blog atau rumah kita ini sudah nyaman untuk didatangi orang? Apakah blog atau rumah ini bisa membuat betah orang yang bertandang? Atau malah justru sebaliknya? Orang ingin buru-buru cepat pergi ketika berkunjung ke blog Anda.

Kali ini itulah yang ingin saya share. Saya tidak akan membahas mengenai bagaimana meningkatkan trafik ke blog Anda. Yang akan saya bahas adalah bagaimana caranya agar blog Anda dan saya ramah terhadap pengunjung. Semakin ramah blog kita terhadap pengunjung, maka yang ingin berkunjung pasti akan lebih banyak lagi. Nah, semakin banyak pengunjung berarti trafik yang datang juga akan semakin naik secara simultan. 😎

1. Konten is the King

Continue reading “5 Tips Supaya Blog Ramah Pengunjung”

Website Anda Down? Ini Cara Mengatasinya!

Webpage Down
Webpage Down

Website atau Blog Anda mendadak tidak dapat diakses? Tiba-tiba tulisan “This webpage is not available” atau “Server Not Found” terpampang di halaman yang seharusnya website atau blog Anda berada? Kalau kata Cinta Citata, “Sakitnya tuh di sini” sambil menunjuk ke dada. (ke dada, bukan yang lain loh… :mrgreen: )

Jadi apa yang akan Anda lakukan? Nah, kemarin, tepatnya tanggal 26 Januari 2015, blog tercinta ini mengalami hal seperti yang saya sebutkan di atas tadi. Pagi-pagi, seperti biasa, ketika ingin mengecek, tiba-tiba saja blog saya ini tidak dapat diakses. Saya coba dari mobile version pun hasilnya sama. Jadi, apa yang akhirnya saya lakukan?

Continue reading “Website Anda Down? Ini Cara Mengatasinya!”

Move On

Sepertinya kata-kata ‘move on‘ sedang menjadi tren di antara anak-anak abege, ya? Atau saya yang katrok yak? Sering sekali kata-kata ini digunakan ketika menggambarkan seseorang yang patah hati, diputusin pacar, lalu harus bisa bangkit dari keterpurukannya. Entah itu punya pacar atau gebetan yang baru lagi, maupun sekedar mengangkat dagu dan siap menjalani kembali kehidupannya ke depan. 😎

Halakh, ini kok malah ngomongin anak-anak abege, tho? (jadi los pokus begini… 😳 ) Sebenarnya kata-kata ‘move on‘ yang saya pakai di sini adalah untuk menggambarkan perpindahan dari rumah lama ke rumah yang baru. Berat memang ketika harus meninggalkan rumah lama yang sudah penuh dengan coretan akan kenangan dan pemikiran. Namun, ada hal-hal yang baru yang ingin saya dapatkan seiring dengan perpindahan ini. Apa sajakah itu? Nanti di postingan yang lain, akan saya ceritakan. :mrgreen:

Empat setengah tahun adalah waktu yang cukup lama bagi saya untuk mengenal wordpress, bahkan sampai jatuh cinta kepadanya. πŸ˜† Tapi empat setengah tahun juga terasa berlalu begitu cepat untuk menuangkan segala kenangan dan pengalaman, karena rasanya baru secuil yang bisa saya torehkan di sana. Terlalu banyak kejadian yang berlalu penuh kesan namun tak sempat terbingkai dalam rangkaian tulisan.

Setelah melalui perjuangan dan kerja keras, voilla!!! Jadilah rumah baru ini, http://cagakurip.com. Continue reading “Move On”

Welcome World!

Hello world, biasanya kata-kata itu yang pertama kali muncul ketika kita baru saja membuat atau mendaftarkan sebuah blog. Kali ini saya membuat yang sedikit berbeda, yaitu Welcome World!

Mengapa Welcome World? Karena saya ingin menyapa siapapun Anda, dari belahan dunia manapun, Welcome alias Selamat Datang di rumah saya ini. Semoga kehadiran cagakurip.com dapat memberikan nuansa tersendiri, dapat berbagi informasi, dan yang terpenting adalah merupakan tempat saya berekspresi. :mrgreen:

Cagakurip.com adalah alamat rumah saya yang baru, setelah semenjak Juni 2009 saya berekspresi di kawuloalitox.wordpress.com. Tidak terasa 4,5 tahun sudah saya mencurahkan segala cerita, pengalaman, unek-unek, dan sedikit pengetahuan di sana. Sayang memang, tapi di sisi lain saya ingin mencoba pengalaman baru, yaitu me-manage sebuah blog dengan domain sendiri. (sudah ketinggalan jaman banget yak :mrgreen: )

Tapi bagi saya, kawuloalitox itu sesuatu banget… 😳 Karena dari sanalah saya mulai belajar untuk menulis blog secara (sedikit) lebih serius meskipun masih kurang konsisten. Dulu pernah juga punya blog di frenster, dan blogspot, namun isinya masih acak adut. Di kawuloalitox juga yang menumbuhkan rasa percaya diri untuk rajin menulis, karena ternyata ada beberapa tulisan saya yang muncul di halaman pertama hasil Google Search, sebuah mesin pencari paling spektakuler abad ini. (lebay… πŸ˜† ). Misalnya, coba Anda search ‘pendidik dan pengajar‘, maka kawuloalitox akan muncul di halaman depan Google search. 😎 Ketika pertama kali mengetahui hal itu, rasanya hati saya berbunga-bunga seperti habis nembak cewek trus diterima, #eh (lebay lagi deh. :oops:) Continue reading “Welcome World!”