Kabut Asap, Cepatlah Pergi!

Selama 3 bulan belakangan ini, sebagian besar wilayah Sumatera dan sebagian wilayah Kalimantan diselimuti kabut asap. Sebagaimana kata pepatah, “Tidak ada asap jika tidak ada api”. Kabut asap ini disebabkan tidak lain dan tidak bukan karena adanya pihak-pihak yang melakukan pembakaran hutan dalam proses pembukaan lahan untuk area produksi.

Boleh dibilang, hampir tiap tahun kabut asap ini datang. Pada tahun 2013, ketika saya masih awal sekali hijrah ke Singapura, juga mengalami dampak dari bencana kabut asap ini. Asap tidak saja membuat masyarakat kita di sekitar titik api menderita, namun asap juga sudah mempermalukan negara kita di mata tetangga di kawasan ASEAN. Karena dampak asap ini dirasakan oleh negara-negara tetangga kita seperti Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, bahkan Thailand.

Bagi kami yang saat ini berada di Singapura saja, kabut asap ini sungguh membuat sesak pernapasan. Maka saya tidak sanggup membayangkan bagaimana kondisi saudara-saudara kita yang berada di Sumatera dan Kalimantan? Ketika orang-orang Singapura nyinyir dan sinis (ternyata bukan hanya orang Indonesia yang bisa nyinyir) mengenai kabut asap yang harus mereka rasakan, rasanya ingin saya ajak mereka ke lokasi supaya tahu, bahwa rakyat kami pun menjadi korban. Rakyat kami jauh lebih menderita daripada mereka.

Suasana bertambah keruh saat ada pejabat publik kita yang membuat pernyataan yang sifatnya kontra produktif. Semakin banyak saja orang Singapura yang sinis terhadap pemerintah Indonesia, selain sebagian rakyatnya sendiri tentunya. :mrgreen:

Kondisi kualitas udara ditentukan oleh yang namanya PSI (Pollutant Standard Index). Semakin tinggi nilai PSI maka artinya kualitas udara semakin tidak sehat / berbahaya bagi kesehatan. Berikut ini tabel PSI :

PSI

Descriptor

General Health Effects

0–50

Good

None
51–100

Moderate

Few or none for the general population
101–200

Unhealthy

Everyone may begin to experience health effects; members of sensitive groups may experience more serious health effects. To stay indoors.
201-300

Very unhealthy

Health warnings of emergency conditions. The entire population is more likely to be affected.
301+

Hazardous

Health alert: everyone may experience more serious health effects

Pada saat artikel ini ditulis sebenarnya kondisi kabut asap atau haze (kalau kata orang Singapura) di Singapura sudah turun pada level 71-an, yaitu moderate. Setelah beberapa hari sebelumnya sempat menyentuh angka 300-an. Yang menarik adalah, begitu PSI menyentuh level Very Unhealthy, pemerintah Singapura langsung membuat berbagai program yang melindungi warganya. Dari sekedar mengupdate kondisi PSI melalui media massa dari waktu ke waktu, membagikan masker gratis, meliburkan sekolah, sampai dengan memberikan semacam jaminan sosial khusus untuk warganya yang menderita sakit akibat kabut asap ini.

Lalu apa kabar saudara-saudara kita di Sumatera? Seandainya alat pengukur kualitas udara itu bekerja layaknya thermometer, maka pastilah sudah pecah. Karena levelnya sudah bukan lagi 300-an, melainkan di atas 600 bahkan ada yang mencapai 1000. 😥 Sekolah-sekolah diliburkan, roda perekonomian lumpuh. Penyakit ISPA pun menyerang baik orang dewasa maupun anak-anak dan balita. Aktivitas di luar ruangan hampir mustahil dilakukan. Bau asap yang menyengat itu sangat menyiksa dan menyesakkan dada. Beberapa bahkan dikabarkan ada yang sampai meninggal dunia karena menderita infeksi saluran pernapasan akut.

Dari semua yang saya tuliskan di atas, tentunya Anda akan mengaminkan semuanya, kan? Sangat setuju, terutama bagi sebagian yang senang melihat pemerintahan sekarang mendapat raport merah. Itu yang saya heran, mengapa ya ada orang yang senang sekali mencari-cari kesalahan orang lain? Walaupun sudah melakukan sesuatu yang baik pun masih dibilang pencitraan dan sebagainya, apalagi kalau sampai berbuat salah, mungkin bakal sampai standing applause.

Lalu kini pertanyaan yang muncul adalah “di manakah pemerintah”? Benarkah negara tidak hadir untuk warganya? Benarkah Pusat sudah tidak peduli terhadap warga di daerah?

Continue reading “Kabut Asap, Cepatlah Pergi!”

Kemeriahan Panggung Gembira KBRI Singapura 2015

KBRI Singapura
KBRI Singapura

Dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI yang ke-70, pada tanggal 30 Agustus 2015 kemarin, KBRI Singapura menggelar acara Panggung Gembira dan Bazaar 2015. Acara ini merupakan acara puncak setelah sebelumnya sudah dilaksanakan berbagai macam kegiatan, yaitu: lomba olah raga, Upacara Pengibaran dan Penurunan Bendera, dan Resepsi Diplomatik.

Pada Panggung Gembira tahun 2015 ini, selain mendatangkan artis-artis dari Ibu Kota, KBRI Singapura juga memberikan kesempatan kepada seluruh elemen masyarakat yang ingin unjuk gigi untuk menghibur seluruh WNI yang hadir. Tim-tim yang akan tampil diseleksi dan diaudisi terlebih dahulu, sehingga hanya tim terbaiklah yang tampil di acara Panggung Gembira tersebut.

Artis-artis yang tampil antara lain; Band Kotak, Cita Citata, Indah Sari, Bebizie, Nasar, Cakra Khan, Thomas Arya, Benigno, Sahrul Gunawan, Teuku Zacky, Irfan Hakim, Wika Salim, dan musisi kawakan Om Purwacaraka. Selain itu masih ada pula artis-artis dari Dangdut Academy, yaitu; Danang, Evi Masamba.

Disamping artis-artis yang sudah terkenal, ada pula band-band pendatang baru yang turut menyemarakkan pentas Panggung Gembira ini. Mereka adalah ProjectQiu dari Cirebon, dan Jast5 dari Jakarta.

Pagi itu, tampak kesibukan para peserta bazaar mempersiapkan barang dagangannya. Tidak ketinggalan ibu-ibu DWP KBRI Singapura, yang turut membuka lapak dengan menjual beraneka macam makanan ringan dan jajan pasar khas Indonesia. Di sisi lain, tampak para sponsor sedang mempersiapkan booth mereka supaya dapat menarik konsumen. Sementara itu, di tempat lain tampak Tim Pengamanan yang turut dibantu oleh Bobotoh (Persatuan Pelaut Indonesia di Singapura) dan anggota HPLRTIS (Himpunan Penata Laksana Rumah Tangga Indonesia – Singapura) sedang melakukan birefing demi kelancaran acara Panggung Gembira kali ini serta untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Persiapan Panggung Gembira
Persiapan Panggung Gembira

Continue reading “Kemeriahan Panggung Gembira KBRI Singapura 2015”

Berkunjung Ke Kota Gurindam

Apakah Anda bingung mau jalan-jalan ke mana? Butuh referensi tempat wisata atau rekreasi?Jangan bingung, negeri kita menyediakan begitu banyak pesona wisata dan panorama alam yang menunggu untuk dijamah. :mrgreen:

Kali ini saya akan berbagi pengalaman saya ketika berkunjung ke Tanjung Pinang. Sebenarnya momen ini sudah lama sekali, seperti halnya lomba mewarnai yang diikuti oleh putri kami Nasywa. Namun saya pikir, sangat disayangkan jika kesempatan untuk mempopulerkan potensi pariwisata di Indonesia ini dilewatkan begitu saja. 😎

Tanjung Pinang merupakan ibu kota Provinsi Kepulauan Riau yang terletak di Pulau Bintan. Kota Tanjung Pinang sering pula disebut dengan Kota Gurindam. Mengapa demikian? Sebelum saya jawab, pernahkah Anda mendengar tentang Gurindam Dua Belas? Atau pernahkah Anda mengenal sosok seorang Raja Ali Haji? Jika belum, maka Anda harus membaca artikel ini sampai habis. :mrgreen:

Kota Gurindam
Kota Gurindam

Continue reading “Berkunjung Ke Kota Gurindam”

Apa Itu Gurindam?

Tahukah Anda apa itu Gurindam? Atau lebih tepatnya, pernahkah Anda mendengar Gurindam Dua Belas?

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), gurindam /gu·rin·dam/ adalah sajak dua baris yg mengandung petuah atau nasihat (misal: baik-baik memilih kawan, salah-salah bisa jadi lawan).

Gurindam merupakan salah satu khazanah budaya bangsa Indonesia. Sekilas gurindam akan tampak serupa dengan pantun. Tapi jika diperhatikan secara lebih seksama, maka akan terlihat perbedaan antara gurindam dan pantun.

Gurindam termasuk puisi lama dari budaya Melayu yang terdiri atas dua baris dalam satu bait. Kalimat baris pertama menyatakan perbuatan dan kalimat baris kedua menyatakan akibat yang timbul dari perbuatan itu. Sedangkan pantun terdiri atas sampiran dan isi. Pada pantun, sampiran dan isi boleh jadi merupakan dua hal yang tidak ada hubungannya, kecuali memiliki rima atau sajak yang sama. Nah, kini sudah jelas bukan, perbedaan antara gurindam dan pantun?

Gurindam yang paling terkenal dalam karya sastra Indonesia lama adalah “Gurindam Dua Belas” karya Raja Ali Haji yang berasal dari Pulau Penyengat, Kepulauan Riau. Disebut “Gurindam Dua Belas” bukan berarti terdiri atas dua belas bait, melainkan gurindam yang berisi dua belas pasal. Gurindam Dua Belas berisi persoalan ibadah, tugas dan kewajiban raja, adab anak terhadap orang tua, tugas orang tua terhadap anak, dan sifat-sifat bermasyarakat yang baik.

Bagi yang ingin tahu versi lengkap Gurindam Dua Belas, mari kita simak di bawah ini:

Continue reading “Apa Itu Gurindam?”

Dirgahayu Kemerdekaan RI ke-69

Merdeka! Merdeka! Merdeka! Demikian kata yang diteriakkan seusai menjalani rangkaian kegiatan Upacara Bendera dalam memperingati Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-69. Setidaknya, saat ini adalah kali kedua bagi saya menjalani kegiatan HUT RI di negeri seberang.

Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air, hari ini 69 tahun yang lalu, para pemuda kita, diwakili oleh Bung Karno dan Bung Hatta memproklamirkan kemerdekaan negara kita. Negeri ini lepas dari belenggu penjajahan tidak dengan mudah apalagi merupakan hadiah dari penjajah. Perjuangan para pendahulu kita menguras air mata dan darah saat mengusir para penjajah. Pada waktu itu, seluruh elemen bersatu padu demi mewujudkan Indonesia yang Merdeka. Tidak memandang suku, agama, ras, dan daerah, mereka bahu membahu satu sama lain, saling bekerja sama demi satu kepentingan, demi menggapai satu cita, sebuah kata MERDEKA!

Kini setelah 69 tahun berlalu, layakkah kita kembali bertanya, “Benarkah kita sudah MERDEKA? Ataukah saat ini justru kita masih dijajah namun dalam bentuk yang lain?”

logo_hut_ri_ke_69

Continue reading “Dirgahayu Kemerdekaan RI ke-69”