Apa Itu Gurindam?

Tahukah Anda apa itu Gurindam? Atau lebih tepatnya, pernahkah Anda mendengar Gurindam Dua Belas?

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), gurindam /gu·rin·dam/ adalah sajak dua baris yg mengandung petuah atau nasihat (misal: baik-baik memilih kawan, salah-salah bisa jadi lawan).

Gurindam merupakan salah satu khazanah budaya bangsa Indonesia. Sekilas gurindam akan tampak serupa dengan pantun. Tapi jika diperhatikan secara lebih seksama, maka akan terlihat perbedaan antara gurindam dan pantun.

Gurindam termasuk puisi lama dari budaya Melayu yang terdiri atas dua baris dalam satu bait. Kalimat baris pertama menyatakan perbuatan dan kalimat baris kedua menyatakan akibat yang timbul dari perbuatan itu. Sedangkan pantun terdiri atas sampiran dan isi. Pada pantun, sampiran dan isi boleh jadi merupakan dua hal yang tidak ada hubungannya, kecuali memiliki rima atau sajak yang sama. Nah, kini sudah jelas bukan, perbedaan antara gurindam dan pantun?

Gurindam yang paling terkenal dalam karya sastra Indonesia lama adalah “Gurindam Dua Belas” karya Raja Ali Haji yang berasal dari Pulau Penyengat, Kepulauan Riau. Disebut “Gurindam Dua Belas” bukan berarti terdiri atas dua belas bait, melainkan gurindam yang berisi dua belas pasal. Gurindam Dua Belas berisi persoalan ibadah, tugas dan kewajiban raja, adab anak terhadap orang tua, tugas orang tua terhadap anak, dan sifat-sifat bermasyarakat yang baik.

Bagi yang ingin tahu versi lengkap Gurindam Dua Belas, mari kita simak di bawah ini:

Continue reading “Apa Itu Gurindam?”

Dirgahayu Kemerdekaan RI ke-69

Merdeka! Merdeka! Merdeka! Demikian kata yang diteriakkan seusai menjalani rangkaian kegiatan Upacara Bendera dalam memperingati Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-69. Setidaknya, saat ini adalah kali kedua bagi saya menjalani kegiatan HUT RI di negeri seberang.

Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air, hari ini 69 tahun yang lalu, para pemuda kita, diwakili oleh Bung Karno dan Bung Hatta memproklamirkan kemerdekaan negara kita. Negeri ini lepas dari belenggu penjajahan tidak dengan mudah apalagi merupakan hadiah dari penjajah. Perjuangan para pendahulu kita menguras air mata dan darah saat mengusir para penjajah. Pada waktu itu, seluruh elemen bersatu padu demi mewujudkan Indonesia yang Merdeka. Tidak memandang suku, agama, ras, dan daerah, mereka bahu membahu satu sama lain, saling bekerja sama demi satu kepentingan, demi menggapai satu cita, sebuah kata MERDEKA!

Kini setelah 69 tahun berlalu, layakkah kita kembali bertanya, “Benarkah kita sudah MERDEKA? Ataukah saat ini justru kita masih dijajah namun dalam bentuk yang lain?”

logo_hut_ri_ke_69

Continue reading “Dirgahayu Kemerdekaan RI ke-69”