7 Fakta Unik dan Menarik Sepanjang Mudik 2017

Mudik tentunya akan menyisakan berbagai macam cerita baik suka maupun duka. Lantas, bagaimana suasana mudik yang Anda alami pada tahun 2017 ini? Adakah cerita menarik yang dapat dibagi di sini? :mrgreen:

Antrian Menuju Pelabuhan Merak
Antrian Menuju Pelabuhan Merak

Bagi saya pribadi, mudik tahun ini terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Well, itu terjadi karena sudah 4 kali lebaran saya tidak melakukan mudik baik ke kampung halaman saya, maupun istri. Di samping itu, mudik tahun ini merupakan mudik tersingkat yang pernah saya alami. Saya sudah kembali dari kampung halaman pada saat lebaran H+4.

Namun dari pengamatan yang saya lakukan baik via media cetak maupun online, rasanya tidak berlebihan jika mudik kali ini cukup berbeda dari mudik tahun-tahun sebelumnya. Nah, kira-kira apa sajakah fakta unik yang terjadi pada mudik tahun ini? Mari kita simak satu persatu.

1. Libur cuti bersama yang berubah-ubah

Continue reading “7 Fakta Unik dan Menarik Sepanjang Mudik 2017”

Jadwal Terbaru KA Lokal Jakarta – Purwakarta / Cikampek

ka-ekonomi-lokal
ka-ekonomi-lokal

Kereta Api Ekonomi Lokal Jakarta – Cikampek/Purwakarta telah menjadi sahabat saya semenjak kembali ke tanah air. Bahkan sebelum saya berangkat ke Singapura pun armada ini telah menjadi andalan bagi saya untuk pulang pergi ke kantor. Dengan biaya yang terjangkau dan waktu yang sangat efisien telah membuat saya untuk menjatuhkan pilihan pada angkutan kereta ini.

Kereta ini berbeda dari Kereta Rel Listrik (KRL) yang dikelola oleh PT. Commuter Line Jabodetabek. Kereta ini lebih mirip kereta jarak jauh lengkap dengan lokomotifnya. Dari segi warna pun tidak ada bedanya, sama persis.

Saya pun sudah mengalami pasang surut pengalaman selama menggunakan moda transportasi ini. Dari awalnya, ketika pembelian tiket belum dibatasi dan penumpang masih bisa bebas duduk di atas kap kereta. Kemudian para pedagang asongan yang wara-wiri menarik troli dagangan mereka sementara kami para penumpang berdiri pun sudah susah. Sampai akhirnya kereta ini sudah dilengkapi AC, dilarangnya pedagang asongan, dan dibatasinya penjualan tiket hanya sampai 150 % dari tempat duduk yang tersedia.

Kini, untuk pembelian tiket kereta lokal tersebut dapat dilakukan melalui pemesanan h+7 sebelum keberangkatan. Jadi sekarang setiap hari Minggu, saya memiliki ritual baru, yaitu membeli tiket untuk keperluan seminggu ke depan.

Continue reading “Jadwal Terbaru KA Lokal Jakarta – Purwakarta / Cikampek”

Sekilas Cerita Ketika Ahok Gegerkan Singapura

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau yang lebih dikenal dengan Ahok, beberapa bulan yang lalu tepatnya pada tanggal 19 Oktober 2015, sempat membuat heboh masyarakat Indonesia yang ada di Singapura. Tokoh yang cukup kontroversial dengan gayanya yang ceplas-ceplos ini, rupanya cukup mengambil hati para masyarakat Indonesia yang berada di Singapura.

Basuki Tjahaja Purnama, kerap disapa Ahok
Basuki Tjahaja Purnama, kerap disapa Ahok

Pada awalnya, rencana Ahok ke Singapura adalah untuk bertemu dengan para investor dari Singapura yang akan diajak untuk bekerja sama dalam membangun infrastruktur di Jakarta. Namun, sebenarnya diam-diam Ahok juga punya agenda lain yaitu semacam talent scouting untuk menjaring para profesional muda Indonesia yang berada di Singapura untuk pulang kembali dan ikut serta membangun Jakarta.

Namun, berita mengenai kedatangan Ahok ini tersebar dengan cepatnya bagaikan api yang tersiram bensin. Program awal yang berupa talent scouting, akhirnya berubah menjadi 1 Jam Bincang Bersama Ahok. Kegiatan ini diprakarsai oleh FKMIS (Forum Komunikasi Masyarakat Indonesia Singapura) dengan dukungan penuh dari KBRI Singapura.

Pada mulanya FKMIS hanya mengundang paling tidak 50-an orang profesional muda yang siap untuk turut berpartisipasi dalam membangun Jakarta. Namun hanya dalam hitungan hari bahkan jam, animo masyarakat sangat tinggi. Mereka tidak ingin melewatkan kesempatan ini untuk dapat bertatap muka secara langsung dengan Ahok. Setelah 4 hari sejak dibuka pendaftaran, jumlah peserta sudah menyentuh angka 1000-an orang, benar-benar jauh dari yang diperkirakan sebelumnya.

Hadirin di dalam ruang Ripta Loka
Hadirin di dalam ruang Ripta Loka

Untuk mengantisipasi hal ini, akhirnya panitia menyediakan tenda tambahan untuk menampung para peserta, selain Ruang Riptaloka tentunya. Dua monitor pun sudah disiapkan agar peserta yang kebagian tempat di luar Ruang Riptaloka dapat memantau secara langsung seluruh kegiatan di dalam gedung.

Continue reading “Sekilas Cerita Ketika Ahok Gegerkan Singapura”

Jakarta Banjir, Salah Siapa?

Beberapa hari ini, media massa baik cetak maupun elektronik memborbardir kita dengan berita mengenai banjir yang menggenangi Jakarta. Hampir semuanya membahas banjir yang terjadi tahun ini. Meskipun hujan yang turun belum selebat seperti tahun kemarin dan banjir tidak / belum sampai menggenangi Bundaran HI, namun pemberitaan di media massa sungguh massive, bahkan menenggelamkan berita tentang meletusnya Gunung Sinabung.

Banjir Jakarta
Banjir Jakarta

Banjir memang sudah menjadi PR bagi siapa pun yang memimpin Jakarta sejak bertahun-tahun yang lalu. Banjir juga menjadi semacam ikon yang melekat ke Jakarta. Dan, konon banjir juga sudah terjadi sejak masa pendudukan Belanda, yang pada saat itu namanya masih Batavia. Itulah mengapa banyak kita lihat kanal-kanal besar (namun banyak yang tidak berfungsi 😥 ) di Jakarta. Artinya, dari jaman dahulu Jakarta sudah menjadi daerah yang menjadi lintasan air kiriman dari Bogor. 😥

Alasan banjir yang terjadi tahun ini menjadi penghias di halaman-halaman media cetak dan elektronik adalah karena pengaruh embel-embel yang menyertainya. Apakah embel-embel itu? Yaitu Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur yang eksepsional, unik, dan berbeda dari periode-periode sebelumnya. Background mereka yang berasal dari daerah dan partai yang berbeda, serta style kepemimpinan yang berbeda selalu menjadi buah bibir di media. Pak Joko Widodo (baca: Jokowi) dengan kesederhanaan dan kepolosannya yang selalu “blusukan” dari kampung ke kampung untuk menjaring apa yang menjadi kebutuhan rakyat, sedangkan Pak Basuki T. Purnama (baca: Ahok) dengan ketegasan dan keberaniannya merubah budaya kerja Pemda DKI seolah menjadi kombinasi yang unik, meskipun masih terlalu dini untuk mengatakan mereka adalah pasangan yang pas. 😳

Adanya dorongan dan dukungan yang kuat agar Pak Jokowi menjadi Capres di Pemilu 2014 juga menjadi salah satu sebab, mengapa banjir Jakarta menjadi barometer tingkat popularitas dan kesuksesannya dalam membenahi Jakarta. Di lain pihak, ada pihak-pihak yang memanfaatkan banjir ini sebagai alat untuk menjatuhkan popularitas Pak Jokowi yang melejit pada beberapa survey Capres tahun 2014. Inilah yang memprihatinkan. Bencana yang terjadi digunakan sebagai alat untuk melakukan manuver politik, bukannya bahu-membahu untuk mengatasinya secara bersama-sama. Dengan kata lain, Banjir yang dipolitisir. :mrgreen:

Terlepas dari semua masalah politik tersebut, banjir di Jakarta ini sudah seharusnya menjadi PR kita bersama. Banjir ini terjadi juga karena ulah kita yang masih belum begitu peduli terhadap lingkungan. Kalau kita tidak mau merubah pola hidup yang lebih ramah lingkungan, bukan hal yang mustahil jika kelak Jakarta akan tenggelam.

Continue reading “Jakarta Banjir, Salah Siapa?”