Pelangi Kini Tak Seindah Dulu Lagi

Buat Anda yang mengaku generasi 80-90 an, tentunya masih ingat lagunya Boomerang yang berjudul Pelangi, bukan? Atau Pelangi karya Koes Ploes yang dirilis ulang oleh grup Netral dengan nuansa musik yang lebih gahar? Atau bahkan lagu anak-anak Pelangi-pelangi? :mrgreen:

Masih lekat dalam ingatan ketika saya masih kecil, setelah hujan turun dan kemudian matahari kembali menampakkan diri, maka biasanya pelangi akan muncul serta tampak kontras dengan warna langit yang biru bersih. Aroma khas pasca hujan pun memenuhi udara. Hmm, segar rasanya. Waktu itu saya masih tinggal di Lampung. Sebuah propinsi yang pada saat itu belum mengalami pertumbuhan seperti kota-kota besar pada umumnya. Sebagian besar lahannya masih dimanfaatkan untuk areal persawahan dan perkebunan, sehingga udaranya belum banyak terkontaminasi. 😎

Pelangi hasil gambaran Nasywa
Pelangi hasil gambaran Nasywa

Ketika saya mulai hijrah ke Semarang, sesekali saya masih dapat melihat pelangi pasca hujan. Namun itu pun di daerah yang agak tinggi, seperti misalnya Gombel, Banyumanik, Ungaran dan sekitarnya. Sedangkan ketika saya mulai tinggal di Bekasi dan akhirnya menetap di Cikarang, belum tentu setahun sekali bisa melihat pelangi. πŸ˜₯

Ada beberapa mitos yang berkembang mengenai pelangi ini. Ada yang menyebutkan saat muncul pelangi, itu pertanda para bidadari sedang turun ke bumi layaknya cerita Jaka Tarub – Nawang Wulan. 😳 Di Nusa Tenggara Timur, orang menyebut pelangi dengan Nipamoa. Nipa artinya ular, sedangkan moa artinya haus/kehausan. Jadi mereka menganggap pelangi semacam jelmaan ular yang sedang turun ke bumi untuk mencari sumber air. Dan biasanya mereka akan menelusuri ke arah mana kaki pelangi itu turun. Biasanya kemunculan pelangi akan dikaitkan dengan keberkahan, atau sebagai pertanda alam yang baik. Bahkan ada yang mengganggap pelangi semacam jembatan yang menghubungkan antara surga dan dunia. πŸ™‚

Proses terjadinya pelangi sendiri adalah karena terurainya titik air hujan oleh sinar matahari. Itulah mengapa pelangi sering muncul setelah turunnya hujan. Warna-warna yang ada pada pelangi merupakan komponen spektrum warna dari cahaya putih. Atau dengan kata lain, cahaya putih itu kalau diuraikan akan memunculkan spektrum warna-warni pelangi. Nah, untuk lebih detailnya, silahkan buka buku fisika, yah. Saya juga lieur kalau harus menerangkannya di sini. :mrgreen:  (haduh, kok jadi ngelantur begini sih. 😳 )

Oke, cukup basa-basinya. Jadi apa yang ingin saya ungkapkan adalah, bahwa pelangi merupakan lambang bentuk keindahan, bentuk keberkahan, dan bentuk kekuasaan Tuhan Yang Maha Kuasa. Baik dari proses terjadinya maupun dari bentuk atau wujudnya yang dapat kita nikmati bersama. Tentu kita semua akan sependapat jika pelangi itu indah, betul?

Tapi seperti yang sudah saya singgung di atas tadi, bahwa kita mungkin akan sulit melihat pelangi di daerah perkotaan terutama yang memiliki tingkat intensitas polusi yang tinggi. Karena udaranya sudah bercampur dengan banyak gas-gas polutan yang beterbangan di atmosfer. Selain itu, terlalu banyak gedung-gedung tinggi tentu menjadi suatu masalah tersendiri, yang menghalangi pandangan kita bila ingin melihat pelangi.

Nah, jika dulu pelangi melambangkan sebuah keindahan dan keberkahan (pokoknya sesuatu yang baik-baik, deh), kini pelangi digunakan oleh sebagian orang untuk mewakili golongan tertentu. Golongan tertentu ini mendapatkan “hak” nya setelah mereka diakui secara resmi oleh Paman Sam (Amerika Serikat).

Continue reading “Pelangi Kini Tak Seindah Dulu Lagi”

Tancap Gas di Awal Tahun

Jam
Jam

Melewatkan pergantian tahun sebagaimana pergantian hari-hari biasa. Tidak ada yang istimewa. Mengawali aktivitas di awal tahun dengan segudang agenda yang sudah menunggu. Seolah tidak ada jeda untuk sekedar menghela nafas atau menyapa hari-hari pertama di tahun yang baru.

Masuk hari pertama, langsung tancap gas, mengerjakan rutinitas seperti biasa plus beberapa agenda tambahan yang lumayan menyita waktu. Kadang sempat terpikir, apakah saya yang kurang bisa mengatur waktu, atau memang load-nya tidak sebanding dengan waktu yang saya miliki?

Saya sudah mencoba untuk memulai lebih awal, mendahulukan hal-hal mana saja yang menjadi prioritas, namun tetap saja pulang sebelum azan Maghrib berkumandang itu menjadi sesuatu yang terlalu mewah buat saya. Sempat terlintas di benak saya, inikah profesi abdi negara yang sering dipandang sebelah mata oleh sebagian orang? Yang konon katanya kerjaannya enak, bisa pulang cepat, hanya santai-santai di kantor. Tapi mengapa yang saya alami tidak demikian?

Saya bukan mengeluh, apalagi menyesal. Karena ini memang sudah menjadi pilihan saya. Yang saya heran adalah, di mana letak kesalahannya, sehingga kok rasanya waktu itu masih kurang untuk menyelesaikan sederet pekerjaan yang menunggu. Mungkin ada di antara Anda yang bisa memberikan solusi atau sharing pengalamannya? πŸ˜‰

Continue reading “Tancap Gas di Awal Tahun”

Gemerlap Cahaya di Orchard Road

Bagi Anda yang sudah pernah atau sering ke Singapura tentunya sudah sangat familiar dengan nama Orchard Road. Sebuah ruas jalan yang di kanan kirinya banyak tersebar mall dengan bangunan yang megah dan menjual barang-barang branded. Mall di sepanjang Orchard Road selalu menjadi incaran dan tujuan utama para wisatawan yang berkunjung ke Singapura, terutama turis dari Indonesia. Meskipun harganya mahal-mahal, tapi nyatanya masih tetap banyak orang-orang Indonesia yang berbelanja di sana.

Gerbang Orchard Road
Gerbang Orchard Road

Entah mengapa Orchard Road seolah memiliki daya tarik tersendiri. Mungkin karena pihak Singapura pintar mengemasnya. Terkadang mereka menambahkan ornamen-ornamen yang unik dan lucu. Atau mengadakan semacam live show di sepanjang Orchard, sehingga menarik lebih banyak lagi pengunjung.

Continue reading “Gemerlap Cahaya di Orchard Road”

Sekilas Cerita Ketika Ahok Gegerkan Singapura

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau yang lebih dikenal dengan Ahok, beberapa bulan yang lalu tepatnya pada tanggal 19 Oktober 2015, sempat membuat heboh masyarakat Indonesia yang ada di Singapura. Tokoh yang cukup kontroversial dengan gayanya yang ceplas-ceplos ini, rupanya cukup mengambil hati para masyarakat Indonesia yang berada di Singapura.

Basuki Tjahaja Purnama, kerap disapa Ahok
Basuki Tjahaja Purnama, kerap disapa Ahok

Pada awalnya, rencana Ahok ke Singapura adalah untuk bertemu dengan para investor dari Singapura yang akan diajak untuk bekerja sama dalam membangun infrastruktur di Jakarta. Namun, sebenarnya diam-diam Ahok juga punya agenda lain yaitu semacam talent scouting untuk menjaring para profesional muda Indonesia yang berada di Singapura untuk pulang kembali dan ikut serta membangun Jakarta.

Namun, berita mengenai kedatangan Ahok ini tersebar dengan cepatnya bagaikan api yang tersiram bensin. Program awal yang berupa talent scouting, akhirnya berubah menjadi 1 Jam Bincang Bersama Ahok. Kegiatan ini diprakarsai oleh FKMIS (Forum Komunikasi Masyarakat Indonesia Singapura) dengan dukungan penuh dari KBRI Singapura.

Pada mulanya FKMIS hanya mengundang paling tidak 50-an orang profesional muda yang siap untuk turut berpartisipasi dalam membangun Jakarta. Namun hanya dalam hitungan hari bahkan jam, animo masyarakat sangat tinggi. Mereka tidak ingin melewatkan kesempatan ini untuk dapat bertatap muka secara langsung dengan Ahok. Setelah 4 hari sejak dibuka pendaftaran, jumlah peserta sudah menyentuh angka 1000-an orang, benar-benar jauh dari yang diperkirakan sebelumnya.

Hadirin di dalam ruang Ripta Loka
Hadirin di dalam ruang Ripta Loka

Untuk mengantisipasi hal ini, akhirnya panitia menyediakan tenda tambahan untuk menampung para peserta, selain Ruang Riptaloka tentunya. Dua monitor pun sudah disiapkan agar peserta yang kebagian tempat di luar Ruang Riptaloka dapat memantau secara langsung seluruh kegiatan di dalam gedung.

Continue reading “Sekilas Cerita Ketika Ahok Gegerkan Singapura”

Masjid Kampung Siglap

Hari Jumat kali ini, saya tidak melaksanakan Sholat Jumat di Masjid Istiqomah sebagaimana biasa. Sepulang dari Singapore Expo, mengingat waktu yang sudah mepet, saya memutuskan untuk keluar dari tol ECP menuju arah Bedok. Kemudian saya berhenti dan memarkir mobil di depan SIS (Sekolah Indonesia Singapura). Seingat saya, di sekitar SIS terdapat masjid, karena setiap Jumat saya melihat banyak kendaraan yang diparkir di tepi jalan tepat di depan SIS.

Walaupun saya belum tahu pasti masjidnya ada di mana, tapi saya tetep pede, toh nanti juga akan ada barengannya, yaitu saudara-saudara muslim yang akan menuju masjid. :mrgreen: Dan benar saja, di depan SIS sudah banyak berjajar kendaraan yang terparkir rapi. Selain itu juga terlihat beberapa orang yang memakai baju koko, lalu saya ikuti saja mereka. πŸ˜†

Akhirnya sampai juga di masjid yang bernama Kampung Siglap Mosque itu. Masjid dua lantai lengkap dengan menara itu sudah dipenuhi jamaah yang ingin melaksanakan Sholat Jumat. Saya sangat merasa excited, karena ini pertama kalinya bagi saya untuk melaksanakan ibadah Sholat Jumat di luar Masjid Istiqomah, yang berada di dalam komplek KBRI Singapura.

Saya kebagian tempat di lantai dua, mengingat lantai satu sudah penuh. Untuk naik ke lantai dua bisa menggunakan tangga, ataupun menggunakan lift. Khutbah dilaksanakan dalam Bahasa Inggris, namun di dinding bagian depan terdapat beberapa monitor layar datar yang menayangkan terjemahannya ke dalam Bahasa Melayu. Entah mengapa, saya merasa Bahasa Melayu yang digunakan lebih dekat kepada Bahasa Indonesia, ketimbang Bahasa Melayu yang digunakan di Malaysia.

Selesai melaksanakan Sholat Jumat, saya sempatkan untuk mengambil foto dari depan masjid sebagai kenang-kenangan. Hasilnya dapat Anda lihat di bawah ini. πŸ™‚

Continue reading “Masjid Kampung Siglap”

Akhirnya Bisa Nge-Band Lagi

Chatsworth Band
Chatsworth Band

Setelah sekian lama gantung stick, akhirnya kesampaian juga main drum lagi. Dulu ketika masih SMA, saya sempat tergabung dalam sebuah Band bersama teman-teman, namanya Tropical Party. Waktu itu, kami sempat mengikuti beberapa festival dan pagelaran musik. Yah, lumayanlah untuk pengalaman meskipun hanya masih di tingkat daerah. Sekarang mantan anggotanya sudah tersebar dan sudah memiliki kehidupan masing-masing. 😎

Saya sendiri tidak pernah mengikuti les ataupun kursus musik. Maklum, saya kan dulu hidupnya di kampung, ndeso lagi. :mrgreen: Saya bisa main drum sedikit-sedikit merupakan hasil dari autodidak dan tidak pernah ada yang mengajari. Saya hanya sering melihat bagaimana orang bermain drum di TVRI, stasiun televisi favorit dan satu-satunya kala itu. Saya senang ketika menonton acara-acara musik di televisi. Dulu drummer yang paling saya ingat adalah Jimmy Manopo. πŸ™‚

Entah mengapa, ketika mendengarkan sebuah lagu, suara yang sangat mudah nyantol di kuping saya adalah suara drumnya. Kadang secara tidak sadar tangan dan kaki mengikuti ketukan lagu yang sedang saya dengarkan.

Saya masih ingat, dulu awal-awal bermain drum, karena belum mampu membeli stick beneran, saya membuatnya dari gagang sapu (maklum, saya ini kan wong ndeso) :mrgreen: . Saya serut sampai bentuknya menyerupaiΒ  stick drum. Dengan berbekal stick tersebut, kami latihan di berbagai studio penyewaan alat-alat musik band. Alhamdulillah, tidak ada snare drum yang pecah karenanya. πŸ˜†

Continue reading “Akhirnya Bisa Nge-Band Lagi”

Kemeriahan Panggung Gembira KBRI Singapura 2015

KBRI Singapura
KBRI Singapura

Dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI yang ke-70, pada tanggal 30 Agustus 2015 kemarin, KBRI Singapura menggelar acara Panggung Gembira dan Bazaar 2015. Acara ini merupakan acara puncak setelah sebelumnya sudah dilaksanakan berbagai macam kegiatan, yaitu: lomba olah raga, Upacara Pengibaran dan Penurunan Bendera, dan Resepsi Diplomatik.

Pada Panggung Gembira tahun 2015 ini, selain mendatangkan artis-artis dari Ibu Kota, KBRI Singapura juga memberikan kesempatan kepada seluruh elemen masyarakat yang ingin unjuk gigi untuk menghibur seluruh WNI yang hadir. Tim-tim yang akan tampil diseleksi dan diaudisi terlebih dahulu, sehingga hanya tim terbaiklah yang tampil di acara Panggung Gembira tersebut.

Artis-artis yang tampil antara lain; Band Kotak, Cita Citata, Indah Sari, Bebizie, Nasar, Cakra Khan, Thomas Arya, Benigno, Sahrul Gunawan, Teuku Zacky, Irfan Hakim, Wika Salim, dan musisi kawakan Om Purwacaraka. Selain itu masih ada pula artis-artis dari Dangdut Academy, yaitu; Danang, Evi Masamba.

Disamping artis-artis yang sudah terkenal, ada pula band-band pendatang baru yang turut menyemarakkan pentas Panggung Gembira ini. Mereka adalah ProjectQiu dari Cirebon, dan Jast5 dari Jakarta.

Pagi itu, tampak kesibukan para peserta bazaar mempersiapkan barang dagangannya. Tidak ketinggalan ibu-ibu DWP KBRI Singapura, yang turut membuka lapak dengan menjual beraneka macam makanan ringan dan jajan pasar khas Indonesia. Di sisi lain, tampak para sponsor sedang mempersiapkan booth mereka supaya dapat menarik konsumen. Sementara itu, di tempat lain tampak Tim Pengamanan yang turut dibantu oleh Bobotoh (Persatuan Pelaut Indonesia di Singapura) dan anggota HPLRTIS (Himpunan Penata Laksana Rumah Tangga Indonesia – Singapura) sedang melakukan birefing demi kelancaran acara Panggung Gembira kali ini serta untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Persiapan Panggung Gembira
Persiapan Panggung Gembira

Continue reading “Kemeriahan Panggung Gembira KBRI Singapura 2015”