Keceriaan Lomba HUT RI Di Singapura

Berada di negeri seberang ternyata tidak mengurangi meriahnya suasana dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik yang kita cintai ini. Selain menyambut Hari Kemerdekaan, juga dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, masyarakat Indonesia yang tinggal di Singapura mengadakan beraneka macam perlombaan baik untuk anak-anak maupun untuk dewasa, yang bertempat di Sekolah Indonesia Singapura (SIS). Perlombaan yang diadakan antara lain, Balap Karung, Lomba Bakiak, Lomba Makan Kerupuk, Lomba Kelereng, Lomba Memasukkan Pensil ke dalam botol, Tarik Tambang, dan Sepeda Lambat.

Mengusung konsep “dari dan untuk anak-anak”, acara ini berlangsung meriah. Para peserta lomba diwajibkan membawa kado sebagai tanda kepesertaan untuk kemudian dikumpulkan ke panitia. Kado ini nantinya dibagikan sebagai hadiah untuk para pemenang lomba. Setelah menukar kado, kami (Nasywa dan saya) pun masih mendapat kupon untuk makan dan buku. Wah, lumayan banget, kan? Setelah memilah-milah di antara tumpukan buku-buku, akhirnya Nasywa mengambil buku yang disukainya. 😎

Pawai Busana Daerah
Pawai Busana Daerah

Acara lomba sendiri diawali dengan pawai anak-anak yang mengenakan busana daerah. Karena mereka rata-rata masih balita, jadi pawainya juga tidak bisa jauh-jauh. Hanya dari gerbang SIS sampai dengan Aula SIS. :mrgreen:

Continue reading “Keceriaan Lomba HUT RI Di Singapura”

Kado Untuk Istri Tercinta

Foto Keluarga
Foto Keluarga

Hari ini, tepat 9 tahun yang lalu, kita sepakat untuk mengikat janji sehidup semati (ceileee… :mrgreen: ). Sudah begitu banyak yang kita alami, baik suka maupun duka. Kali ini, mungkin tak banyak kata yang akan kutuliskan di sini, melainkan kupersembahkan sebuah video singkat perjalanan kita. Mudah-mudahan bisa menjadi semacam pengingat sekaligus perekat cinta kita. 😉

Continue reading “Kado Untuk Istri Tercinta”

Indahnya Persaudaraan

Masih dalam suasana lebaran, biasanya kita saling berkunjung satu sama lain ke kerabat, tetangga maupun handai tolan. Berlebaran di negeri seberang tentu berbeda rasanya, karena jauh dari saudara dan sanak famili. Namun hal itu justru memacu kami untuk menambah jalinan tali silaturahim. Alhamdulillah, setelah 2 tahun lebih tinggal di sini, kami berkenalan dengan orang-orang baru, dan rata-rata semuanya baik.

Di postingan sebelumnya pernah saya ceritakan seorang guru sekaligus wali kelas putri kami ketika masih bersekolah di TK lokal. Beliau adalah orang Melayu, dan kami sangat bersyukur karena pada waktu itu putri kami masih belum fasih benar Bahasa Inggrisnya (maklum kami ini kan wong ndeso :mrgreen: ). Jadi dalam masa penyesuaian, Beliau banyak membantu putri kami. Namanya adalah Ms. Andila.

Foto Bersama Ms Andila
Foto Bersama Ms Andila

Seperti halnya tahun lalu, lebaran kali ini kami juga menyempatkan untuk berkunjung dan bersilaturahim ke rumahnya. Kami sekeluarga mendapat sambutan yang sangat hangat. Tak lupa sajian khas Melayu terhidang di meja. Kami pun asyik tenggelam dalam percakapan dengan suasana yang bersahabat.

Ketika hari sudah beranjak sore, kami segera mohon diri. Bahkan kami masih dibawakan buah tangan. Ya ampun, terharu deh rasanya, orang yang tadinya bukan siapa-siapa bisa berbuat begini baiknya, hampir seperti saudara.

Foto Bersama Keluarga Ms Andila
Foto Bersama Keluarga Ms Andila

Yah, tinggal jauh dari keluarga dan saudara terkadang akan membuat kita untuk menemukan dan menjalin persaudaraan dengan orang-orang baru. Fitrah manusia sebenarnya makhluk sosial, yang tidak bisa hidup secara soliter. Manusia selalu membutuhkan sesama untuk kelangsungan hidupnya. Itulah sifat dasar manusia yang sesungghunya.

Continue reading “Indahnya Persaudaraan”

Lebaran Di Singapura

Allahu Akbar… Allahu Akbar… Laa ila ha illallahu Allahu Akbar… Allahu Akbar Walillahilhamd… Pagi itu cuaca tidak begitu panas dan juga tidak terlalu mendung. Kami umat muslim merayakan hari kemenangan setelah berpuasa satu bulan lamanya.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1436 H
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1436 H

Sebagai orang Indonesia, sudah menjadi kebiasaan bagi kami untuk melaksanakan Sholat Ied di Masjid Istiqomah di dalam komplek KBRI Singapura. Selain dapat berjumpa dengan saudara sebangsa dan setanah air, kami juga berkesempatan untuk mencicipi hidangan khas ala tanah air yang sudah disiapkan oleh pihak Kedutaan. 😎

Saya sendiri, setelah 2 tahun tinggal di Singapura, ini merupakan kali ketiga melaksanakan Sholat Idul Fitri sekaligus berlebaran di Negeri Singa. Dulu pun saya pernah menulis tentang suasana Hari Raya di Singapura, tepatnya 2 tahun yang lalu. Tapi saya pikir tidak ada salahnya kali ini saya menuliskan tema yang sama namun dengan suasana yang sedikit berbeda. 😉

Continue reading “Lebaran Di Singapura”

Clean and Green Singapore: School’s Carnival

Bagi siapapun yang pernah berkunjung ke Singapura, kesan yang pertama ditangkap adalah rapi, bersih, dan teratur. Barisan pohon dan tanaman penghias banyak berjajar rapi, dan setiap beberapa ratus meter terdapat taman maupun hutan kota. Sungguh memberikan kesan nyaman dan teduh. Saya selalu memimpikan Indonesia bisa seperti ini, terutama di Jakarta. 🙁

Hal ini tidak terlepas dari peran NEA (National Environment Agency), sebuah organisasi yang bergerak di bidang lingkungan hidup. Meskipun organisasi ini tidak berada langsung di bawah pemerintah, namun dia memiliki kewenangan yang kuat untuk mengatur segala hal yang berkaitan dengan lingkungan hidup. Apa yang sudah dicapai Singapura saat ini tidak terlepas dari program-program yang sudah dicanangkan oleh NEA, yang didukung penuh oleh pemerintah Singapura. Jaminan kepastian hukum dan penegakan peraturan yang ketat menjadi faktor pendorong suksesnya pelaksanaan program-program dari NEA.

Contoh yang paling simpel adalah, seseorang tidak boleh merokok di sembarang tempat di Singapura. Jadi, jika Anda seorang perokok dan berniat jalan-jalan di Singapura, hati-hatilah! Jangan samakan Singapura dengan Jakarta, di mana Anda bisa merokok dengan seenaknya di sembarang tempat. Dan ketika ada orang memandang tidak nyaman kepada Anda, Anda justru malah balik melotot. Jika itu Anda lakukan di sini, siap-siap saja berurusan dengan aparat setempat. :mrgreen:

Untuk mewujudkan Singapura yang bersih dan teratur seperti sekarang ini, tentunya sudah melalui proses yang panjang. NEA sendiri berdiri sejak 1 Juli 2002, dan memang berkonsentrasi untuk masalah lingkungan serta berusaha mewujudkan lingkungan yang berkualitas terutama bagi generasi mendatang.

Salah satu program yang mereka buat adalah kepedulian terhadap lingkungan yang ditanamkan sejak kecil. Mereka mencanangkan sebuah program yang bernama Clean and Green Singapore. Di dalam program ini terdapat 3 pilar atau agenda utama, yaitu:

Continue reading “Clean and Green Singapore: School’s Carnival”

Sudah 2 Tahun Lebih…

Full Team
Full Team

Tidak terasa sudah lebih dari 2 tahun kami tinggal di negeri Jiran ini. Begitu banyak hal yang sudah kami lewati bersama. Sebagian mungkin sudah pernah saya tuangkan di sini, namun sebagian besar belum sempat saya tulis. :mrgreen:

Tinggal di negeri orang memang memberikan pengalaman dan kesan tersendiri. Perbedaan budaya dan adat istiadat serta peraturan membuat kita harus mampu beradaptasi. Sebagaimana kata pepatah, “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.”

Artinya kira-kira, di manapun kita berada hendaknya menjunjung dan menghormati norma serta adat istiadat setempat yang berlaku. Itulah yang selama ini kami coba lakukan. Selain itu, penegakan hukum dan peraturan di sini juga sangat ketat. Bagaimana tidak, jika setiap pelanggaran yang dilakukan ancamannya adalah denda, well, I think I should say, “Singapore is a fine country.” :mrgreen:

Dua tahun di sini, sudah tiga kali Ramadhan dan Lebaran kami lalui, Insya Allah termasuk tahun ini. Suka dan duka mewarnai perjalanan kami di Negeri Singa ini, namun kami yakin bahwa dibalik setiap peristiwa pasti ada hikmah dan pelajaran yang dapat dipetik untuk selanjutnya kami jadikan pelajaran di masa yang akan datang.

Awal Kedatangan

Continue reading “Sudah 2 Tahun Lebih…”

Offline vs Online

Sudah dua bulan lebih saya tidak menorehkan sesuatu di sini kecuali setelah dua hari yang lalu berhasil memposting mengenai Website / Blog yang Mobile Frendly. Well, apakah yang terjadi? Bukan maksud untuk membela diri (lagi, lagi, dan lagi… :mrgreen: ), bahwa memang selama tiga bulan ke belakang saya banyak terikat pada aktifitas offline. Yup, sesuai judul artikel kali ini, Offline vs Online.

Padatnya tugas-tugas dinas rutin dan banyaknya kegiatan-kegiatan di luar kedinasan, akhirnya membuat saya sedikit mengacuhkan rumah saya ini 🙁 . Padahal dari begitu banyaknya event yang sudah terlewati, seharusnya dapat menjadi bahan atau materi tulisan yang cukup menarik. Hanya saja, terkadang saya merasa terlalu lelah bahkan hanya untuk membuka laptop.

ONLINE VS OFFLINE
ONLINE VS OFFLINE

Meskipun sudah berlalu dan rasanya sudah tidak terlalu up to date lagi, Insya Alloh akan tetap saya coba untuk sharing di sini mengenai kegiatan-kegiatan tersebut. Karena sebenarnya menurut saya pribadi, event-event tersebut sangatlah sayang untuk dilewatkan begitu saja tanpa terangkum ke dalam sebuah tulisan. Mudah-mudahan saya dapat menyisihkan waktu untuk menuliskannya.

Yah, dari apa yang saya alami, ternyata memang cukup bertolak belakang antara aktifitas offline dan aktifitas online. Ketika kita banyak disibukkan dengan aktifitas offline, maka aktifitas online (nge-blog) saya lumayan terbengkalai. Meskipun hal ini tidak selalu berlaku demikian. Bagi sebagian orang yang tingkat kenarsisannya tinggi, kegiatan offline dan online mungkin dapat berjalan secara beriringan. Misalnya, dengan sibuk ber-selfie ria di setiap moment dan event kemudian segera meng-upload serta meng-update statusnya ke media sosial. :mrgreen:

Tapi bagi saya (ini murni pendapat pribadi lho ya 😉 ), akan lebih memuaskan apabila berhasil merangkum kegiatan atau moment tersebut dalam sebuah tulisan, dan bukan sekedar foto ataupun sebatas status di media sosial semata. Mengapa? Karena melalui sebuah tulisan, saya dapat menyisipkan opini atau sudut pandang saya terhadap kegiatan tersebut, serta dapat mengupasnya secara lebih dalam lagi. Dan terkadang, kata-kata dapat menembus ruang imajinasi lebih jauh ketimbang gambar.

Apakah di antara Anda ada yang mengalami hal yang sama? Lalu kira-kira bagaimana solusinya, agar kegiatan offline dapat menunjang kegiatan online (nge-blog) kita? Continue reading “Offline vs Online”