Kemeriahan Panggung Gembira KBRI Singapura 2015

KBRI Singapura
KBRI Singapura

Dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI yang ke-70, pada tanggal 30 Agustus 2015 kemarin, KBRI Singapura menggelar acara Panggung Gembira dan Bazaar 2015. Acara ini merupakan acara puncak setelah sebelumnya sudah dilaksanakan berbagai macam kegiatan, yaitu: lomba olah raga, Upacara Pengibaran dan Penurunan Bendera, dan Resepsi Diplomatik.

Pada Panggung Gembira tahun 2015 ini, selain mendatangkan artis-artis dari Ibu Kota, KBRI Singapura juga memberikan kesempatan kepada seluruh elemen masyarakat yang ingin unjuk gigi untuk menghibur seluruh WNI yang hadir. Tim-tim yang akan tampil diseleksi dan diaudisi terlebih dahulu, sehingga hanya tim terbaiklah yang tampil di acara Panggung Gembira tersebut.

Artis-artis yang tampil antara lain; Band Kotak, Cita Citata, Indah Sari, Bebizie, Nasar, Cakra Khan, Thomas Arya, Benigno, Sahrul Gunawan, Teuku Zacky, Irfan Hakim, Wika Salim, dan musisi kawakan Om Purwacaraka. Selain itu masih ada pula artis-artis dari Dangdut Academy, yaitu; Danang, Evi Masamba.

Disamping artis-artis yang sudah terkenal, ada pula band-band pendatang baru yang turut menyemarakkan pentas Panggung Gembira ini. Mereka adalah ProjectQiu dari Cirebon, dan Jast5 dari Jakarta.

Pagi itu, tampak kesibukan para peserta bazaar mempersiapkan barang dagangannya. Tidak ketinggalan ibu-ibu DWP KBRI Singapura, yang turut membuka lapak dengan menjual beraneka macam makanan ringan dan jajan pasar khas Indonesia. Di sisi lain, tampak para sponsor sedang mempersiapkan booth mereka supaya dapat menarik konsumen. Sementara itu, di tempat lain tampak Tim Pengamanan yang turut dibantu oleh Bobotoh (Persatuan Pelaut Indonesia di Singapura) dan anggota HPLRTIS (Himpunan Penata Laksana Rumah Tangga Indonesia – Singapura) sedang melakukan birefing demi kelancaran acara Panggung Gembira kali ini serta untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Persiapan Panggung Gembira
Persiapan Panggung Gembira

Continue reading “Kemeriahan Panggung Gembira KBRI Singapura 2015”

Keceriaan Lomba HUT RI Di Singapura

Berada di negeri seberang ternyata tidak mengurangi meriahnya suasana dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik yang kita cintai ini. Selain menyambut Hari Kemerdekaan, juga dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, masyarakat Indonesia yang tinggal di Singapura mengadakan beraneka macam perlombaan baik untuk anak-anak maupun untuk dewasa, yang bertempat di Sekolah Indonesia Singapura (SIS). Perlombaan yang diadakan antara lain, Balap Karung, Lomba Bakiak, Lomba Makan Kerupuk, Lomba Kelereng, Lomba Memasukkan Pensil ke dalam botol, Tarik Tambang, dan Sepeda Lambat.

Mengusung konsep “dari dan untuk anak-anak”, acara ini berlangsung meriah. Para peserta lomba diwajibkan membawa kado sebagai tanda kepesertaan untuk kemudian dikumpulkan ke panitia. Kado ini nantinya dibagikan sebagai hadiah untuk para pemenang lomba. Setelah menukar kado, kami (Nasywa dan saya) pun masih mendapat kupon untuk makan dan buku. Wah, lumayan banget, kan? Setelah memilah-milah di antara tumpukan buku-buku, akhirnya Nasywa mengambil buku yang disukainya. 😎

Pawai Busana Daerah
Pawai Busana Daerah

Acara lomba sendiri diawali dengan pawai anak-anak yang mengenakan busana daerah. Karena mereka rata-rata masih balita, jadi pawainya juga tidak bisa jauh-jauh. Hanya dari gerbang SIS sampai dengan Aula SIS. :mrgreen:

Continue reading “Keceriaan Lomba HUT RI Di Singapura”

Dirgahayu Kemerdekaan RI ke-69

Merdeka! Merdeka! Merdeka! Demikian kata yang diteriakkan seusai menjalani rangkaian kegiatan Upacara Bendera dalam memperingati Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-69. Setidaknya, saat ini adalah kali kedua bagi saya menjalani kegiatan HUT RI di negeri seberang.

Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air, hari ini 69 tahun yang lalu, para pemuda kita, diwakili oleh Bung Karno dan Bung Hatta memproklamirkan kemerdekaan negara kita. Negeri ini lepas dari belenggu penjajahan tidak dengan mudah apalagi merupakan hadiah dari penjajah. Perjuangan para pendahulu kita menguras air mata dan darah saat mengusir para penjajah. Pada waktu itu, seluruh elemen bersatu padu demi mewujudkan Indonesia yang Merdeka. Tidak memandang suku, agama, ras, dan daerah, mereka bahu membahu satu sama lain, saling bekerja sama demi satu kepentingan, demi menggapai satu cita, sebuah kata MERDEKA!

Kini setelah 69 tahun berlalu, layakkah kita kembali bertanya, “Benarkah kita sudah MERDEKA? Ataukah saat ini justru kita masih dijajah namun dalam bentuk yang lain?”

logo_hut_ri_ke_69

Continue reading “Dirgahayu Kemerdekaan RI ke-69”