Pemesanan Tiket Kereta Lebaran Mengecewakan

Dari tahun ke tahun, kereta api sudah menjadi moda transportasi favorit pada saat lebaran maupun pada saat musim liburan. Kecepatan, bebas macet, dan harga terjangkau menjadi faktor utama yang mendorong orang memilih moda transportasi ini. Namun kebutuhan masyarakat ini tidak dibarengi dengan pelayanan yang cukup memuaskan dari PT. KAI.

Pada tahun ini merupakan pertama kalinya saya merencanakan mudik dengan menggunakan kereta api. Di tahun-tahun sebelumnya, umumnya saya mudik menggunakan bus, mobil pribadi (tapi pinjaman :mrgreen: ), bahkan motor roda dua.

Dari beberapa tahun lalu, saya sering sekali mendengar keluhan dari calon penumpang bahwa mereka sulit mendapatkan tiket kereta api. Hal ini saya dengar dari jamannya pembelian masih manual, ketika calon penumpang harus menginap di stasiun kemudian mulai mengantri sebelum subuh.

Setelah seharian mengantri, itupun terkadang belum tentu kebagian. Sudah rugi di waktu, tenaga, dan pikiran. Hingga akhirnya para calon penumpang secara terpaksa harus mencari moda transportasi lain.

Mengapa memilih kereta api?

Kereta api merupakan moda transportasi favorit ketika lebaran tiba. Waktu tempuh yang cepat dan bebas macet, merupakan salah satu hal yang menjadi pertimbangan mengapa banyak orang memilih menggunakan kereta api.

Namun, sayangnya hasrat para calon penumpang ini kurang dapat diimbangi dengan pelayanan yang memuaskan dari PT. Kereta Api Indonesia. Karena fakta di lapangan, lebih banyak orang yang tidak kebagian tiket kereta api, dan harus memilih moda transportasi lain seperti bus.

Mungkin masih ingat beberapa tahun lalu ketika terjadi insiden di Tol Cipali? Ketika ada beberapa nyawa melayang akibat macet yang berkepanjangan? Sekarang bayangkan, jika sebagian orang tersebut dapat terangkut kereta api, maka insiden tersebut tidak akan terjadi.

Kereta Api di Indonesia berbenah

Continue reading “Pemesanan Tiket Kereta Lebaran Mengecewakan”

Mudik Asik Dengan Motor Matik

Ternyata mudik dengan motor matik itu asik juga. Tidak kalah asiknya dengan motor kopling. Pada mudik sesi kedua ini saya memilih menggunakan Honda New Vario 125 ESP ISS. (gaya euy memilih, padahal mah memang cuma punya itu. 😆 )

Vario 125 ESP ISS
Si Merah siap diajak touring

Pada libur lebaran kemarin sebenarnya saya sekeluarga sudah melakukan mudik. Namun karena ada sesuatu dan lain hal, akhirnya saya harus pulang ke Lampung lagi seorang diri.

Nah, kali ini ijinkan saya ngobrol, eh nulis ngalor ngidul tentang perjalanan saya kemarin. Kalo ada yang kurang sreg, silahkan skip saja. :mrgreen:

Saya memutuskan untuk pulang dengan mengendarai motor karena ternyata tidak ada jadwal bus Damri yang ke Metro untuk pagi hari. Selain itu, karena saya membutuhkan kendaraan untuk mobilitas di Metro.

Sebenarnya agak lama juga saya menimbang-nimbang sebelum akhirnya saya putuskan untuk mudik naik motor. Dengan berbekal keinginan kuat untuk menjajal Jalur Mudik ke Sumatera dan sedikit kenekatan, jadilah saya mudik ke Metro dengan mengendarai motor.

Usia motor Vario saya baru sekitar 10 bulan dan biasanya hanya saya gunakan untuk jarak pendek saja, dari rumah ke stasiun Lemahabang. Paling jauh saya bawa ke kantor di kawasan Jakarta Pusat. Sejauh ini tidak ada keluhan terhadap motor tersebut. Boleh dibilang saya cukup puas dengan performa motor tersebut. Oleh karena itu, saya pikir ini saatnya untuk menguji ketahanannya apabila dipakai jarak jauh.

Perjalanan menuju Metro

Continue reading “Mudik Asik Dengan Motor Matik”

7 Fakta Unik dan Menarik Sepanjang Mudik 2017

Mudik tentunya akan menyisakan berbagai macam cerita baik suka maupun duka. Lantas, bagaimana suasana mudik yang Anda alami pada tahun 2017 ini? Adakah cerita menarik yang dapat dibagi di sini? :mrgreen:

Antrian Menuju Pelabuhan Merak
Antrian Menuju Pelabuhan Merak

Bagi saya pribadi, mudik tahun ini terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Well, itu terjadi karena sudah 4 kali lebaran saya tidak melakukan mudik baik ke kampung halaman saya, maupun istri. Di samping itu, mudik tahun ini merupakan mudik tersingkat yang pernah saya alami. Saya sudah kembali dari kampung halaman pada saat lebaran H+4.

Namun dari pengamatan yang saya lakukan baik via media cetak maupun online, rasanya tidak berlebihan jika mudik kali ini cukup berbeda dari mudik tahun-tahun sebelumnya. Nah, kira-kira apa sajakah fakta unik yang terjadi pada mudik tahun ini? Mari kita simak satu persatu.

1. Libur cuti bersama yang berubah-ubah

Continue reading “7 Fakta Unik dan Menarik Sepanjang Mudik 2017”

Mudik Guyub Rukun

Mudik Guyub Rukun merupakan tagline yang digaungkan pemerintah untuk menyambut musim mudik tahun 2017 ini. Segenap pihak bahu membahu demi menyukseskan mudik kali ini. Diharapkan dengan tagline tersebut, tumbuh rasa persaudaraan di antara pemudik sehingga mudik dapat berlangsung dengan lancar, aman, tertib, dan selamat sampai tujuan. 

Mudik Motor
Mudik Motor

Mudik seolah sudah menjadi semacam tradisi bagi bangsa Indonesia. Jutaan orang dari berbagai daerah di tanah air berbondong-bondong melakukan eksodus menuju kampung halaman masing-masing. Jalan-jalan lintas propinsi, terminal, pelabuhan, stasiun, dan bandara dipadati oleh lautan manusia.

Fenomena mudik ini terjadi setiap tahunnya menjelang hari raya Idul Fitri atau lebaran. Mudik tidak pandang bulu, baik itu dari golongan bawah, menengah maupun atas. Yang berbeda adalah bagaimana cara mereka menempuh perjalanan.

Ada yang mudik menggunakan kendaraan roda 2, kendaraan umum seperti bus, kendaraan pribadi, maupun pesawat. Tujuannya hanya satu, yaitu pulang ke kampung halaman masing-masing.

Apakah kita harus mudik?

Continue reading “Mudik Guyub Rukun”

Indahnya Persaudaraan

Masih dalam suasana lebaran, biasanya kita saling berkunjung satu sama lain ke kerabat, tetangga maupun handai tolan. Berlebaran di negeri seberang tentu berbeda rasanya, karena jauh dari saudara dan sanak famili. Namun hal itu justru memacu kami untuk menambah jalinan tali silaturahim. Alhamdulillah, setelah 2 tahun lebih tinggal di sini, kami berkenalan dengan orang-orang baru, dan rata-rata semuanya baik.

Di postingan sebelumnya pernah saya ceritakan seorang guru sekaligus wali kelas putri kami ketika masih bersekolah di TK lokal. Beliau adalah orang Melayu, dan kami sangat bersyukur karena pada waktu itu putri kami masih belum fasih benar Bahasa Inggrisnya (maklum kami ini kan wong ndeso :mrgreen: ). Jadi dalam masa penyesuaian, Beliau banyak membantu putri kami. Namanya adalah Ms. Andila.

Foto Bersama Ms Andila
Foto Bersama Ms Andila

Seperti halnya tahun lalu, lebaran kali ini kami juga menyempatkan untuk berkunjung dan bersilaturahim ke rumahnya. Kami sekeluarga mendapat sambutan yang sangat hangat. Tak lupa sajian khas Melayu terhidang di meja. Kami pun asyik tenggelam dalam percakapan dengan suasana yang bersahabat.

Ketika hari sudah beranjak sore, kami segera mohon diri. Bahkan kami masih dibawakan buah tangan. Ya ampun, terharu deh rasanya, orang yang tadinya bukan siapa-siapa bisa berbuat begini baiknya, hampir seperti saudara.

Foto Bersama Keluarga Ms Andila
Foto Bersama Keluarga Ms Andila

Yah, tinggal jauh dari keluarga dan saudara terkadang akan membuat kita untuk menemukan dan menjalin persaudaraan dengan orang-orang baru. Fitrah manusia sebenarnya makhluk sosial, yang tidak bisa hidup secara soliter. Manusia selalu membutuhkan sesama untuk kelangsungan hidupnya. Itulah sifat dasar manusia yang sesungghunya.

Continue reading “Indahnya Persaudaraan”

Lebaran Di Singapura

Allahu Akbar… Allahu Akbar… Laa ila ha illallahu Allahu Akbar… Allahu Akbar Walillahilhamd… Pagi itu cuaca tidak begitu panas dan juga tidak terlalu mendung. Kami umat muslim merayakan hari kemenangan setelah berpuasa satu bulan lamanya.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1436 H
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1436 H

Sebagai orang Indonesia, sudah menjadi kebiasaan bagi kami untuk melaksanakan Sholat Ied di Masjid Istiqomah di dalam komplek KBRI Singapura. Selain dapat berjumpa dengan saudara sebangsa dan setanah air, kami juga berkesempatan untuk mencicipi hidangan khas ala tanah air yang sudah disiapkan oleh pihak Kedutaan. 😎

Saya sendiri, setelah 2 tahun tinggal di Singapura, ini merupakan kali ketiga melaksanakan Sholat Idul Fitri sekaligus berlebaran di Negeri Singa. Dulu pun saya pernah menulis tentang suasana Hari Raya di Singapura, tepatnya 2 tahun yang lalu. Tapi saya pikir tidak ada salahnya kali ini saya menuliskan tema yang sama namun dengan suasana yang sedikit berbeda. 😉

Continue reading “Lebaran Di Singapura”

Sudah 2 Tahun Lebih…

Full Team
Full Team

Tidak terasa sudah lebih dari 2 tahun kami tinggal di negeri Jiran ini. Begitu banyak hal yang sudah kami lewati bersama. Sebagian mungkin sudah pernah saya tuangkan di sini, namun sebagian besar belum sempat saya tulis. :mrgreen:

Tinggal di negeri orang memang memberikan pengalaman dan kesan tersendiri. Perbedaan budaya dan adat istiadat serta peraturan membuat kita harus mampu beradaptasi. Sebagaimana kata pepatah, “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.”

Artinya kira-kira, di manapun kita berada hendaknya menjunjung dan menghormati norma serta adat istiadat setempat yang berlaku. Itulah yang selama ini kami coba lakukan. Selain itu, penegakan hukum dan peraturan di sini juga sangat ketat. Bagaimana tidak, jika setiap pelanggaran yang dilakukan ancamannya adalah denda, well, I think I should say, “Singapore is a fine country.” :mrgreen:

Dua tahun di sini, sudah tiga kali Ramadhan dan Lebaran kami lalui, Insya Allah termasuk tahun ini. Suka dan duka mewarnai perjalanan kami di Negeri Singa ini, namun kami yakin bahwa dibalik setiap peristiwa pasti ada hikmah dan pelajaran yang dapat dipetik untuk selanjutnya kami jadikan pelajaran di masa yang akan datang.

Awal Kedatangan

Continue reading “Sudah 2 Tahun Lebih…”