Pengolahan Sampah di Singapura

Bagaimana Singapura mengelola sampahnya? Tentu itu menjadi pertanyaan sebagian besar orang, terutama orang Indonesia. Singapura merupakan salah satu negara di kawasan ASEAN yang sudah terkenal dengan kebersihannya, bahkan mungkin negara yang tingkat kebersihannya paling bagus dibanding dengan negara-negara yang lain.

Nah, karena didorong oleh rasa penasaran tersebut, akhirnya kali ini saya akan mencoba berbagi tentang proses pengolahan sampah di Singapura. Mudah-mudahan tulisan saya ini dapat menginspirasi, tidak hanya masyarakat, melainkan juga pihak-pihak yang menjadi pemangku kebijakan, supaya pengelolaan sampah di Indonesia bisa menjadi lebih baik. Atau minimal, kita semua memiliki passion yang sama agar negeri kita bisa mengolah sampahnya dengan lebih baik, paling tidak seperti negeri tetangga tersebut.

Selamat Tahun Baru 2015
Singapura

Proses pengelolaan sampah di Singapura melibatkan pihak pemerintah dan swasta. Untuk masalah lingkungan, di Singapura terdapat satu badan / organisasi khusus yang menangani, namanya NEA (National Environment Agency). NEA bukanlah lembaga resmi pemerintah namun lebih kepada organisasi publik yang mengurusi masalah lingkungan. Meskipun demikian, organisasi ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah khususnya Menteri Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Air (Ministry of Environment and Water Resources) Singapura, yang saat ini dijabat oleh Masagos Zulkifli.

Dalam pengelolaan sampah, NEA bekerja sama dengan beberapa perusahaan swasta yang memiliki peran dan fungsi masing-masing. Perusahan-perusahaan tersebut bergerak pada tataran teknis atau menjadi pelaksana di lapangan. Jadi dengan demikian, selain mengatasi permasalahan sampah, juga menjadi sebuah peluang usaha dan solusi untuk terbukanya lapangan pekerjaan baru.

Untuk lebih jelasnya saya akan membagi proses pengolahan sampah di Singapura ini ke dalam beberapa tahapan, antara lain; pengangkutan, pengumpulan & pemilahan, daur ulang & pembakaran, pembuangan akhir.

Pengangkutan

Continue reading “Pengolahan Sampah di Singapura”

Clean and Green Singapore: School’s Carnival

Bagi siapapun yang pernah berkunjung ke Singapura, kesan yang pertama ditangkap adalah rapi, bersih, dan teratur. Barisan pohon dan tanaman penghias banyak berjajar rapi, dan setiap beberapa ratus meter terdapat taman maupun hutan kota. Sungguh memberikan kesan nyaman dan teduh. Saya selalu memimpikan Indonesia bisa seperti ini, terutama di Jakarta. 🙁

Hal ini tidak terlepas dari peran NEA (National Environment Agency), sebuah organisasi yang bergerak di bidang lingkungan hidup. Meskipun organisasi ini tidak berada langsung di bawah pemerintah, namun dia memiliki kewenangan yang kuat untuk mengatur segala hal yang berkaitan dengan lingkungan hidup. Apa yang sudah dicapai Singapura saat ini tidak terlepas dari program-program yang sudah dicanangkan oleh NEA, yang didukung penuh oleh pemerintah Singapura. Jaminan kepastian hukum dan penegakan peraturan yang ketat menjadi faktor pendorong suksesnya pelaksanaan program-program dari NEA.

Contoh yang paling simpel adalah, seseorang tidak boleh merokok di sembarang tempat di Singapura. Jadi, jika Anda seorang perokok dan berniat jalan-jalan di Singapura, hati-hatilah! Jangan samakan Singapura dengan Jakarta, di mana Anda bisa merokok dengan seenaknya di sembarang tempat. Dan ketika ada orang memandang tidak nyaman kepada Anda, Anda justru malah balik melotot. Jika itu Anda lakukan di sini, siap-siap saja berurusan dengan aparat setempat. :mrgreen:

Untuk mewujudkan Singapura yang bersih dan teratur seperti sekarang ini, tentunya sudah melalui proses yang panjang. NEA sendiri berdiri sejak 1 Juli 2002, dan memang berkonsentrasi untuk masalah lingkungan serta berusaha mewujudkan lingkungan yang berkualitas terutama bagi generasi mendatang.

Salah satu program yang mereka buat adalah kepedulian terhadap lingkungan yang ditanamkan sejak kecil. Mereka mencanangkan sebuah program yang bernama Clean and Green Singapore. Di dalam program ini terdapat 3 pilar atau agenda utama, yaitu:

Continue reading “Clean and Green Singapore: School’s Carnival”