Apakah Saya Perlu Nama Domain Sendiri?

Nama Domain
Nama Domain

Memiliki blog atau website dengan domain sendiri adalah idaman setiap orang. Kelihatannya keren banget jika kita memiliki sebuah blog dengan alamat misalnya namakita.com atau NamaAnda.net. Tapi kehawatiran terhadap kerumitan dalam setup dan konfigurasinya membuat sebagian orang akhirnya berpikir dua kali untuk memilikinya. Padahal apabila kita sudah mengerti langkah-langkah yang harus dilakukan secara runut sesungguhnya men-setup sebuah blog dengan domain sendiri relatif mudah. Hal ini akan saya bahas di artikel yang terpisah.

Domain .com atau .netย  biasa disebut juga sebagai Top Level Domain (TLD). Dengan memiliki memiliki sebuah TLD, ini berarti Anda memiliki kendali penuh. Ibarat jualan, Anda sudah memiliki semacam merk dagang.

Pertanyaan mendasarnya adalah, seberapa pentingkah sebuah nama domain untuk keberlangsungan blog atau website Anda?

Continue reading “Apakah Saya Perlu Nama Domain Sendiri?”

Offline vs Online

Sudah dua bulan lebih saya tidak menorehkan sesuatu di sini kecuali setelah dua hari yang lalu berhasil memposting mengenai Website / Blog yang Mobile Frendly. Well, apakah yang terjadi? Bukan maksud untuk membela diri (lagi, lagi, dan lagi… :mrgreen: ), bahwa memang selama tiga bulan ke belakang saya banyak terikat pada aktifitas offline. Yup, sesuai judul artikel kali ini, Offline vs Online.

Padatnya tugas-tugas dinas rutin dan banyaknya kegiatan-kegiatan di luar kedinasan, akhirnya membuat saya sedikit mengacuhkan rumah saya ini ๐Ÿ™ . Padahal dari begitu banyaknya event yang sudah terlewati, seharusnya dapat menjadi bahan atau materi tulisan yang cukup menarik. Hanya saja, terkadang saya merasa terlalu lelah bahkan hanya untuk membuka laptop.

ONLINE VS OFFLINE
ONLINE VS OFFLINE

Meskipun sudah berlalu dan rasanya sudah tidak terlalu up to date lagi, Insya Alloh akan tetap saya coba untuk sharing di sini mengenai kegiatan-kegiatan tersebut. Karena sebenarnya menurut saya pribadi, event-event tersebut sangatlah sayang untuk dilewatkan begitu saja tanpa terangkum ke dalam sebuah tulisan. Mudah-mudahan saya dapat menyisihkan waktu untuk menuliskannya.

Yah, dari apa yang saya alami, ternyata memang cukup bertolak belakang antara aktifitas offline dan aktifitas online. Ketika kita banyak disibukkan dengan aktifitas offline, maka aktifitas online (nge-blog) saya lumayan terbengkalai. Meskipun hal ini tidak selalu berlaku demikian. Bagi sebagian orang yang tingkat kenarsisannya tinggi, kegiatan offline dan online mungkin dapat berjalan secara beriringan. Misalnya, dengan sibuk ber-selfie ria di setiap moment dan event kemudian segera meng-upload serta meng-update statusnya ke media sosial. :mrgreen:

Tapi bagi saya (ini murni pendapat pribadi lho ya ๐Ÿ˜‰ ), akan lebih memuaskan apabila berhasil merangkum kegiatan atau moment tersebut dalam sebuah tulisan, dan bukan sekedar foto ataupun sebatas status di media sosial semata. Mengapa? Karena melalui sebuah tulisan, saya dapat menyisipkan opini atau sudut pandang saya terhadap kegiatan tersebut, serta dapat mengupasnya secara lebih dalam lagi. Dan terkadang, kata-kata dapat menembus ruang imajinasi lebih jauh ketimbang gambar.

Apakah di antara Anda ada yang mengalami hal yang sama? Lalu kira-kira bagaimana solusinya, agar kegiatan offline dapat menunjang kegiatan online (nge-blog) kita? Continue reading “Offline vs Online”