Sudah 2 Tahun Lebih…

Full Team
Full Team

Tidak terasa sudah lebih dari 2 tahun kami tinggal di negeri Jiran ini. Begitu banyak hal yang sudah kami lewati bersama. Sebagian mungkin sudah pernah saya tuangkan di sini, namun sebagian besar belum sempat saya tulis. :mrgreen:

Tinggal di negeri orang memang memberikan pengalaman dan kesan tersendiri. Perbedaan budaya dan adat istiadat serta peraturan membuat kita harus mampu beradaptasi. Sebagaimana kata pepatah, “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.”

Artinya kira-kira, di manapun kita berada hendaknya menjunjung dan menghormati norma serta adat istiadat setempat yang berlaku. Itulah yang selama ini kami coba lakukan. Selain itu, penegakan hukum dan peraturan di sini juga sangat ketat. Bagaimana tidak, jika setiap pelanggaran yang dilakukan ancamannya adalah denda, well, I think I should say, “Singapore is a fine country.” :mrgreen:

Dua tahun di sini, sudah tiga kali Ramadhan dan Lebaran kami lalui, Insya Allah termasuk tahun ini. Suka dan duka mewarnai perjalanan kami di Negeri Singa ini, namun kami yakin bahwa dibalik setiap peristiwa pasti ada hikmah dan pelajaran yang dapat dipetik untuk selanjutnya kami jadikan pelajaran di masa yang akan datang.

Awal Kedatangan

Continue reading “Sudah 2 Tahun Lebih…”

Sudahlah, Kami Sudah Lelah

Proses Pemilihan Umum (Pemilu) kali ini terasa sangat berbeda dibanding Pemilu sebelumnya. Perbedaan yang dirasakan adalah tingkat antusiasme masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya. Pada saat Pemilu Legislatif memang masih belum begitu tampak, walaupun sudah mulai terlihat poros-poros yang bermunculan. Poros-poros ini kemudian mengerucut menjadi dua kutub/kubu besar yang saling berseberangan. Dan pada akhirnya Pemilu Presiden dan Wakil Presiden kali ini hanya memunculkan dua pasangan calon.

Begitu keran kampanye dibuka, byurrr!!! Semua informasi yang menyangkut visi, misi segera disosialisasikan oleh masing-masing kubu. Media sebagai ujung tombak dalam proses ini pun akhirnya terbelah menjadi dua. Ketika taipan-taipan media mulai merapat ke salah satu kandidat. Maka dimulailah yang namanya perang informasi. Profesionalisme dan kode etik jurnalistik dikesampingkan demi mendukung salah satu kandidat dan menjatuhkan yang lainnya. Bahkan ada media yang secara terang-terangan menyatakan dukungannya terhadap salah satu kandidat. Hal semacam ini menurut hemat saya telah menodai apa yang dinamakan kode etik jurnalistik (meskipun saya sendiri kurang paham makanan seperti apakah itu, hanya saja kelihatannya enak, hehehe…).

Metode ini rupanya cukup efektif dalam membentuk opini publik, walaupun di era yang penuh keterbukaan seperti ini, hal tersebut sedikit sulit untuk dilakukan. Masyarakat dapat melakukan riset mandiri dengan mencoba membandingkan sebuah tema berita dari media satu dengan media yang lainnya. Walaupun secara manusiawi pada akhirnya masing-masing orang hanya membaca berita yang ingin mereka dengar.

Continue reading “Sudahlah, Kami Sudah Lelah”

Kesadaran Politik Masyarakat Kita

Dari blog lama sampai akhirnya pindah kemari, sebetulnya saya paling malas untuk membahas masalah politik. Karena bagi saya pribadi, berbicara masalah politik berarti kita berbicara mengenai sebuah ketidakpastian. Semuanya terasa abu-abu dan palsu. Saat ini bilang A, eh, ternyata besok sore sudah bilang Z. Jadi sering saya menggeneralisir bahwa dunia politik adalah dunia yang penuh kemunafikan. 😐

Lalu mengapa kali ini saya menulis hal yang berkaitan dengan politik? Berarti saya juga ikutan munafik dong? 😳 Tunggu dulu, apa yang akan saya tuliskan di sini bukan membahas mengenai hipotesa-hipotesa politik yang saat ini sedang berkembang di negara kita, melainkan lebih menyoroti kondisi sosial masyarakat kita dalam memandang politik itu sendiri. Saya ingin berbagi, sejauh mana masyarakat kita mengerti dan mengenal politik. Karena dengan mengetahui pemahaman masyarakat kita tentang politik, maka kita dapat mengukur kualitas bangsa kita secara general dibandingkan dengan negara lain.

Alasan saya menulis tema ini adalah berasal dari perbincangan dengan seorang teman dari Indonesia yang sudah beberapa tahun hidup di luar negeri, yaitu Singapura. Beliau mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan S2 di salah satu perguruan tinggi terkemuka di negeri Singa dan sampai saat ini bekerja di perguruan tinggi tersebut. Saat kami menjadi tim KPPSLN, kami sempat bertukar pikiran walaupun sedikit :mrgreen: ,  mengenai dinamika politik yang terjadi di Indonesia, khususnya terkait Pemilu.

Sebelum melangkah lebih jauh, perlu diketahui bahwa ada dua golongan di dalam masyarakat kita, yaitu yang terlibat langsung dalam kancah perpolitikan dan ada pula yang hanya menjadi pengamat saja. Yang terlibat langsung seperti misalnya caleg (calon anggota legislatif), pengurus ataupun anggota partai tertentu, dan simpatisan partai tertentu. Sedangkan kelompok yang lain adalah kelompok masyarakat secara umum, yang biasanya hanya menjadi pengamat bahkan terkadang cenderung apatis dengan masalah perpolitikan.

Masa Kampanye

Continue reading “Kesadaran Politik Masyarakat Kita”

Sukses Pemilu Legislatif 2014 di Singapura

Pemilu Singapura
Pemilu Singapura

Tanggal 6 April 2014 menjadi hari yang bersejarah bagi seluruh warga negara RI yang berada di Singapura. Mengapa? Karena pada hari tersebut, telah dilaksanakan sebuah proses pembelajaran kehidupan berdemokrasi, yaitu Pemilihan Umum untuk Anggota Badan Legislatif periode 2014-2019. 😎

Pendataan dan Registrasi

Jauh-jauh hari sebelumnya, PPLN (Panitia Pemilihan Umum Luar Negeri) Singapura bekerja sama dengan Pantarlih (Panitia Pendaftaran Pemilih) telah mengirimkan surat undangan kepada seluruh WNI yang berada di Singapura. Di dalam surat tersebut dijelaskan mengenai proses Pemilihan Umum yang akan dilaksanakan di KBRI Singapura. Selain itu, juga dimohon mengirimkan konfirmasi perihal metode pemilihan yang dikehendaki, apakah datang langsung ke KBRI pada hari H atau memilih lewat pos. Selain lewat surat, PPLN juga membuka proses registrasi secara online, melalui website http://www.pplnsingapura.org. Dari data yang diperoleh dari PPLN Singapura, tercatat sebanyak 112.123 orang yang menjadi DPT (Daftar Pemilih Tetap) di Singapura.

Saya sendiri telah mencoba dua metode yang berbeda dalam mendaftar sebagai pemilih pada Pemilu Legislatif kali ini. Saya dan istri kebetulan mendapat surat undangan dari PPLN yang meminta konfirmasi mengenai metode pemilihan yang kami pilih. Namun ternyata pembantu kami belum mendapatkan surat yang dimaksud, oleh karena itu kemudian saya mendaftarkan dia melalui website PPLN. Dan tidak saya sangka, kurang dari seminggu, pembantu kami juga mendapatkan surat undangan untuk melakukan pemilihan. 😎

Sebagai informasi tambahan, pada surat undangan yang dikirimkan kepada calon pemilih dilengkapi dengan Barcode yang nantinya berfungsi saat proses registrasi pada hari pencoblosan maupun saat penghitungan suara.

Masa Persiapan dan Dukungan Teknis

Demi mendukung dan memastikan kelancaran pelaksanaan pada saat hari H, PPLN Singapura merangkul masyarakat Indonesia yang berada di Singapura untuk bergabung ke dalam KPPSLN (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri). Tidak kurang dari dari 250 orang bergabung ke dalam KPPSLN ini yang kemudian dibagi kedalam 36 kelompok. Masing-masing kelompok yang beranggotakan sekitar 5 orang bertanggung jawab untuk satu TPS (Tempat Pemungutan Suara) dengan 4 bilik suara. Selain itu, masih ada beberapa orang lagi yang dialokasikan untuk bertugas di meja registrasi dan berfungsi sebagai care taker untuk membantu kelancaran mobilisasi massa.

Tim KPPSLN Singapura 2014
Tim KPPSLN Singapura 2014

Para anggota KPPSLN ini sudah mendapatkan pembekalan yang cukup matang melalui Bimtek (Bimbingan Teknis) yang diselenggarakan oleh PPLN Singapura. Bimtek untuk anggota KPPSLN ini dilaksanakan sebanyak 2 kali, yaitu pada tanggal 16 dan 22 Maret 2014. Pada acara Bimtek tersebut, juga dilakukan simulasi seperti halnya ketika pelaksanaan pemungutan suara yang sesungguhnya. Hal ini dilakukan agar para anggota KPPSLN benar-benar mengerti akan tugas dan tanggung jawabnya. Bahkan pada hari H-1 meskipun hujan lebat mengguyur Singapura, para anggota KPPSLN ini tetap antusias datang ke KBRI Singapura untuk memastikan bahwa semua atribut yang akan dipakai pada saat hari-H sudah lengkap.

Sebagai orang yang masih terbilang baru tinggal di Singapura dan baru pertama kalinya terlibat dalam Pemilu di luar negeri, saya merasa terharu sekaligus bangga melihat semangat dan antusiasme saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang tergabung dalam KPPSLN ini. Mereka memiliki komitmen yang tinggi untuk turut menyukseskan Pemilu Legislatif kali ini.

PPLN Singapura juga mendapat bantuan tenaga untuk satgas pengamanan. Sekitar 8 orang dari Mabes Polri dikirimkan khusus dari pusat untuk mendukung pengamanan KBRI Singapura selama proses Pemilu berlangsung. Di samping itu, terdapat juga Bobotoh Singapura yang dipersiapkan untuk turut membantu mengamankan selama proses pencoblosan di bawah koordinasi Tim Pengamanan KBRI Singapura.

Demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, KBRI Singapura juga mendapatkan bantuan tenaga pengamanan dari Tanglin Police Division Headquarter sebanyak 2 tim dengan 2 mobil patroli. Tim dari kepolisian Tanglin ini turut membantu pengamanan untuk area di sekitar KBRI Singapura. 😯

Untuk membantu kelancaran mobilisasi para pemilih, PPLN Singapura juga mempersiapkan semacam Shuttle Bus untuk mengantarkan para pemilih sampai dengan stasiun MRT terdekat. Hal ini untuk mengantisipasi bergerombolnya massa untuk menunggu angkutan umum. Sehingga aliran orang yang datang dan pergi bisa lebih lancar.

Hari Pencoblosan

Continue reading “Sukses Pemilu Legislatif 2014 di Singapura”