Indahnya Persaudaraan

Masih dalam suasana lebaran, biasanya kita saling berkunjung satu sama lain ke kerabat, tetangga maupun handai tolan. Berlebaran di negeri seberang tentu berbeda rasanya, karena jauh dari saudara dan sanak famili. Namun hal itu justru memacu kami untuk menambah jalinan tali silaturahim. Alhamdulillah, setelah 2 tahun lebih tinggal di sini, kami berkenalan dengan orang-orang baru, dan rata-rata semuanya baik.

Di postingan sebelumnya pernah saya ceritakan seorang guru sekaligus wali kelas putri kami ketika masih bersekolah di TK lokal. Beliau adalah orang Melayu, dan kami sangat bersyukur karena pada waktu itu putri kami masih belum fasih benar Bahasa Inggrisnya (maklum kami ini kan wong ndeso :mrgreen: ). Jadi dalam masa penyesuaian, Beliau banyak membantu putri kami. Namanya adalah Ms. Andila.

Foto Bersama Ms Andila
Foto Bersama Ms Andila

Seperti halnya tahun lalu, lebaran kali ini kami juga menyempatkan untuk berkunjung dan bersilaturahim ke rumahnya. Kami sekeluarga mendapat sambutan yang sangat hangat. Tak lupa sajian khas Melayu terhidang di meja. Kami pun asyik tenggelam dalam percakapan dengan suasana yang bersahabat.

Ketika hari sudah beranjak sore, kami segera mohon diri. Bahkan kami masih dibawakan buah tangan. Ya ampun, terharu deh rasanya, orang yang tadinya bukan siapa-siapa bisa berbuat begini baiknya, hampir seperti saudara.

Foto Bersama Keluarga Ms Andila
Foto Bersama Keluarga Ms Andila

Yah, tinggal jauh dari keluarga dan saudara terkadang akan membuat kita untuk menemukan dan menjalin persaudaraan dengan orang-orang baru. Fitrah manusia sebenarnya makhluk sosial, yang tidak bisa hidup secara soliter. Manusia selalu membutuhkan sesama untuk kelangsungan hidupnya. Itulah sifat dasar manusia yang sesungghunya.

Continue reading “Indahnya Persaudaraan”