Sudah 2 Tahun Lebih…

Full Team
Full Team

Tidak terasa sudah lebih dari 2 tahun kami tinggal di negeri Jiran ini. Begitu banyak hal yang sudah kami lewati bersama. Sebagian mungkin sudah pernah saya tuangkan di sini, namun sebagian besar belum sempat saya tulis. :mrgreen:

Tinggal di negeri orang memang memberikan pengalaman dan kesan tersendiri. Perbedaan budaya dan adat istiadat serta peraturan membuat kita harus mampu beradaptasi. Sebagaimana kata pepatah, “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.”

Artinya kira-kira, di manapun kita berada hendaknya menjunjung dan menghormati norma serta adat istiadat setempat yang berlaku. Itulah yang selama ini kami coba lakukan. Selain itu, penegakan hukum dan peraturan di sini juga sangat ketat. Bagaimana tidak, jika setiap pelanggaran yang dilakukan ancamannya adalah denda, well, I think I should say, “Singapore is a fine country.” :mrgreen:

Dua tahun di sini, sudah tiga kali Ramadhan dan Lebaran kami lalui, Insya Allah termasuk tahun ini. Suka dan duka mewarnai perjalanan kami di Negeri Singa ini, namun kami yakin bahwa dibalik setiap peristiwa pasti ada hikmah dan pelajaran yang dapat dipetik untuk selanjutnya kami jadikan pelajaran di masa yang akan datang.

Awal Kedatangan

Continue reading “Sudah 2 Tahun Lebih…”

Merayakan Hari Raya Di Negeri Singa

Biasanya ketika menjelang tanggal 1 Syawal, maka seluruh surau, mushola, dan masjid akan mengumandangkan takbir, tahlil, dan tahmid. Suara nan merdu akan saling bersahut-sahutan merayakan hari kemenangan. Terkadang ada juga yang melakukan arak-arakan keliling kampung dengan membawa obor dan Sound System yang didorong menggunakan gerobak. Dan kemudian pada tanggal 1 Syawal kita akan berkumpul bersama seluruh keluarga besar di kampung halaman.

Hal itu tentunya akan menjadi biasa ketika kita berada di tanah air tercinta, Indonesia. Tak jarang ada juga yang jengah, ketika melihat iring-iringan anak kecil membawa obor sembari mengumandangkan Takbir, Tahlil, dan Tahmid. Haduh, berisik amat sih, kan dulu gak pernah dicontohkan, dan lain sebagainya. Saya tidak akan membahas itu, dan saya merasa belum memiliki kapasitas untuk men-judge orang lain tentang apa yang mereka lakukan.

Yang akan saya sharing di sini adalah tentang suasana (mudah-mudahan tidak terlalu basi). Yup, suasana. Ketika Anda tidak berada di tanah air melainkan di sebuah negara yang mayoritasnya bukan muslim, tentunya suasana seperti pada awal tulisan ini akan menjadi sesuatu yang dirindukan. Kemeriahan dan nuansa menjelang Hari Raya Idul Fitri tentu menjadi sesuatu yang “Indonesia Sekali”. Sesuatu yang tidak bisa Anda dapatkan di sembarang tempat di seluruh belahan bumi.

Lebaran tahun 2013 adalah untuk pertama kalinya bagi kami sekeluarga merayakannya jauh dari kampung halaman. Karena saat ini kami sedang berada di negeri seberang untuk menunaikan tugas. Menjelang Lebaran, suasana di sini cukup berbeda. Hanya di beberapa titik saja yang menunjukkan keramaian, yaitu di daerah-daerah yang jumlah penduduk muslimnya cukup banyak. Selebihnya, mereka beraktifitas sebagaimana biasa.

Shalat Tarawih biasa kami laksanakan di Masjid Istiqomah, di dalam komplek KBRI Singapura. Jamaah yang berdatangan tidak saja dari kalangan internal kedutaan, melainkan banyak juga saudara-saudara muslim yang berasal dari luar kedutaan. Meskipun memiliki latar belakang budaya dan bangsa yang berbeda-beda, namun kami dipersatukan oleh satu hal, yaitu kami sama-sama saudara semuslim. Bukankah Rasulullah SAW juga pernah bersabda yang artinya, “Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lainnya, (dia) tidak menzaliminya dan mengabaikannya, tidak mendustakannya dan tidak menghinanya.

Continue reading “Merayakan Hari Raya Di Negeri Singa”