Tancap Gas di Awal Tahun

Jam
Jam

Melewatkan pergantian tahun sebagaimana pergantian hari-hari biasa. Tidak ada yang istimewa. Mengawali aktivitas di awal tahun dengan segudang agenda yang sudah menunggu. Seolah tidak ada jeda untuk sekedar menghela nafas atau menyapa hari-hari pertama di tahun yang baru.

Masuk hari pertama, langsung tancap gas, mengerjakan rutinitas seperti biasa plus beberapa agenda tambahan yang lumayan menyita waktu. Kadang sempat terpikir, apakah saya yang kurang bisa mengatur waktu, atau memang load-nya tidak sebanding dengan waktu yang saya miliki?

Saya sudah mencoba untuk memulai lebih awal, mendahulukan hal-hal mana saja yang menjadi prioritas, namun tetap saja pulang sebelum azan Maghrib berkumandang itu menjadi sesuatu yang terlalu mewah buat saya. Sempat terlintas di benak saya, inikah profesi abdi negara yang sering dipandang sebelah mata oleh sebagian orang? Yang konon katanya kerjaannya enak, bisa pulang cepat, hanya santai-santai di kantor. Tapi mengapa yang saya alami tidak demikian?

Saya bukan mengeluh, apalagi menyesal. Karena ini memang sudah menjadi pilihan saya. Yang saya heran adalah, di mana letak kesalahannya, sehingga kok rasanya waktu itu masih kurang untuk menyelesaikan sederet pekerjaan yang menunggu. Mungkin ada di antara Anda yang bisa memberikan solusi atau sharing pengalamannya? 😉

Continue reading “Tancap Gas di Awal Tahun”

Offline vs Online

Sudah dua bulan lebih saya tidak menorehkan sesuatu di sini kecuali setelah dua hari yang lalu berhasil memposting mengenai Website / Blog yang Mobile Frendly. Well, apakah yang terjadi? Bukan maksud untuk membela diri (lagi, lagi, dan lagi… :mrgreen: ), bahwa memang selama tiga bulan ke belakang saya banyak terikat pada aktifitas offline. Yup, sesuai judul artikel kali ini, Offline vs Online.

Padatnya tugas-tugas dinas rutin dan banyaknya kegiatan-kegiatan di luar kedinasan, akhirnya membuat saya sedikit mengacuhkan rumah saya ini 🙁 . Padahal dari begitu banyaknya event yang sudah terlewati, seharusnya dapat menjadi bahan atau materi tulisan yang cukup menarik. Hanya saja, terkadang saya merasa terlalu lelah bahkan hanya untuk membuka laptop.

ONLINE VS OFFLINE
ONLINE VS OFFLINE

Meskipun sudah berlalu dan rasanya sudah tidak terlalu up to date lagi, Insya Alloh akan tetap saya coba untuk sharing di sini mengenai kegiatan-kegiatan tersebut. Karena sebenarnya menurut saya pribadi, event-event tersebut sangatlah sayang untuk dilewatkan begitu saja tanpa terangkum ke dalam sebuah tulisan. Mudah-mudahan saya dapat menyisihkan waktu untuk menuliskannya.

Yah, dari apa yang saya alami, ternyata memang cukup bertolak belakang antara aktifitas offline dan aktifitas online. Ketika kita banyak disibukkan dengan aktifitas offline, maka aktifitas online (nge-blog) saya lumayan terbengkalai. Meskipun hal ini tidak selalu berlaku demikian. Bagi sebagian orang yang tingkat kenarsisannya tinggi, kegiatan offline dan online mungkin dapat berjalan secara beriringan. Misalnya, dengan sibuk ber-selfie ria di setiap moment dan event kemudian segera meng-upload serta meng-update statusnya ke media sosial. :mrgreen:

Tapi bagi saya (ini murni pendapat pribadi lho ya 😉 ), akan lebih memuaskan apabila berhasil merangkum kegiatan atau moment tersebut dalam sebuah tulisan, dan bukan sekedar foto ataupun sebatas status di media sosial semata. Mengapa? Karena melalui sebuah tulisan, saya dapat menyisipkan opini atau sudut pandang saya terhadap kegiatan tersebut, serta dapat mengupasnya secara lebih dalam lagi. Dan terkadang, kata-kata dapat menembus ruang imajinasi lebih jauh ketimbang gambar.

Apakah di antara Anda ada yang mengalami hal yang sama? Lalu kira-kira bagaimana solusinya, agar kegiatan offline dapat menunjang kegiatan online (nge-blog) kita? Continue reading “Offline vs Online”

Tahun Baru, Semangat Baru!!!

Selamat Tahun Baru 2015!!!

Yah, udah telat yak? 😳

Selamat Tahun Baru 2015
Selamat Tahun Baru 2015

Lebih baik terlambat daripada tidak, hehehe… Memasuki tahun yang baru, masih bingung mau melakukan apa, yang jelas pekerjaan akan semakin banyak. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, di mana saya biasanya membuat resolusi untuk satu tahun ke depan, kali ini saya memilih untuk membiarkannya mengalir saja. Mengapa? Karena banyak resolusi saya yang meleset, terutama yang berkaitan dengan rumah baru saya ini :mrgreen:

Banyaknya aktifitas dan padatnya rutinitas yang dijalani seharusnya membuat ide dan inspirasi dalam menulis semakin kaya. Namun yang terjadi adalah produktivitas saya menurun dalam kurun waktu setahun terakhir. Memang banyak ide dan inspirasi yang hinggap, namun akhirnya terbang tak tahu entah kemana, mungkin karena tidak buru-buru ditangkap dan tidak segera dimasukkan ke dalam sangkar pena. :mrgreen:

Masih dalam suasana awal tahun ini, saya mencoba bangkit dan menggugah semangat dalam diri agar dapat lebih produktif lagi. Sayang kan, jika sudah memakai website dan domain berbayar namun tidak dimanfaatkan semaksimal mungkin?

Ke depannya mungkin saya akan banyak berbagi mengenai hal-hal yang sudah lewat, bahkan bisa dibilang sudah kadaluarsa. 😆 Tapi saya ingin merangkai peristiwa-peristiwa yang sudah berlalu itu dalam bingkai kata sehingga kapan pun ketika saya ingin mengenang, saya cukup ke rumah saya ini. Dan mudah-mudahan kelak anak cucu saya bisa turut membacanya… Hahaha… #Lebay… 😆

Berharap di tahun yang baru ini juga akan lebih sering blogwalking serta menjalin tali silaturahim meskipun melalui dunia maya. Dan mudah-mudahan, dengan sering berkunjung ke blog sahabat yang lain, akan banyak juga sahabat bloggers yang berkunjung ke mari.

Sekali lagi, di awal tahun ini, mari kita kepalkan tangan, kumpulkan seluruh tenaga, dan curahkan seluruh daya dan pikiran menjadi sesuatu yang positif dan bermanfaat.

Salam dahsyat, salam blogger, tetap semangat!!!

Continue reading “Tahun Baru, Semangat Baru!!!”

Ra Kroso Wes Setahun

Tanpa terasa, domain cagakurip.com ini sudah setahun berdiri dan alhamdulillah berhasil saya perpanjang. Ternyata setahun ini masih jauh dari target yang sudah dibuat. Masih terlalu sedikit sekali tulisan saya di rumah baru ini. Padahal dulu saya sangat berharap saya bisa lebih produktif dalam menulis di rumah baru ini. Namun karena kesibukan dan tugas utama yang tiada kunjung selesai, akhirnya rumah saya ini sedikit terbengkalai.

Sering sih saya tengok, tapi untuk membuat sebuah artikel rasanya kok berat sekali ya? Mungkin ada yang bisa kasih tips supaya saya lebih produktif dalam menulis?

Jadi boleh dikata, tidak ada perubahan yang cukup signifikan dalam setahun terakhir ini. Masih banyak konsep-konsep yang ingin dituangkan tapi semuanya masih tersangkut entah di belahan otak yang sebelah mana. Perlu usaha dan kemauan lebih untuk dapat menumpahkannya kemari.

Mudah-mudahan di waktu-waktu mendatang dapat lebih meningkatkan produktivitas, lebih banyak lagi tulisan-tulisan yang saya posting di sini dan lebih banyak cerita yang bisa saya bagi. Posting ini untuk mengisi kekosongan sementara, sekaligus semoga menjadi awal dari semangat baru dalam menjalani waktu satu tahun mendatang.

Salam.

Continue reading “Ra Kroso Wes Setahun”

Life Is About Choice

persimpangan-jalanLife is about choice, atau hidup adalah tentang pilihan. Ya, dalam kehidupan kita sering bahkan selalu dihadapkan pada pilihan-pilihan. Pilihan-pilihan tersebut terkadang tidak mudah, dan kita mesti memilih salah satu di antaranya. Sekali kita memilih, kita harus siap dengan segala konsekuensi yang timbul, apapun itu.

Apa yang saya tuliskan di sini adalah murni dari pengalaman hidup yang saya alami. Jadi apabila ada kesamaan, hal itu semata-mata bukan karena faktor kesengajaan (kaya tulisan di sinetron aja yah… :mrgreen: ) Selain itu, karena ini sifatnya sharing, jadi tidak ada benar atau salah. Semuanya relatif, tergantung sudut pandang masing-masing. Setuju monggo, kalau tidak setuju juga monggo. 🙂

Kalau ditarik ke belakang, sesungguhnya sejak kita masih kecil pun sudah biasa dihadapkan kepada pilihan dalam hidup. Namun karena pada waktu itu belum memiliki kemampuan berpikir dan menganalisa yang cukup mumpuni, maka biasanya kita cenderung dipilihkan ataupun menerima pilihan orang tua kita. Dalam hal memilih sekolah misalnya, orang tua biasanya mengambil peranan sangat dominan. Hal itu dilakukan semata-mata demi kebaikan kita tentunya. Biasanya kita mulai berpikir sendiri untuk menentukan pilihan ketika lulus SMU/SMA. Meskipun tidak sedikit pula orang tua yang turut andil dalam menentukan pilihan kita. 😐

Saya pribadi, saat itu menentukan pilihan untuk mengambil jurusan teknik. Dan alhamdulillah, hal tersebut tidak bertentangan dengan keinginan orang tua saya. Mereka memberi kebebasan kepada saya untuk mengambil jurusan yang saya inginkan. Setelah mengikuti tes, ternyata takdir berkata lain. Saya tidak berhasil lolos ke perguruan tinggi yang saya idam-idamkan. Saya pun dihadapkan pada dua pilihan, menunda sampai tahun depan, atau mencoba mendaftar ke politeknik. Akhirnya setelah melalui pemikiran yang mendalam, saya pun memutuskan untuk mencoba mengikuti tes politeknik. Setelah beberapa tahapan, akhirnya saya lulus dan berhasil masuk Politeknik Negeri Semarang, jurusan Teknik Elektro, dengan program studi Teknik Telekomunikasi.

Continue reading “Life Is About Choice”

#akurapopo

Belakangan ini, saya sering sekali melihat hashtag #akurapopo berkeliaran di sosial media. Aku ra popo adalah kata-kata dari Bahasa Jawa. Makna dari #akurapopo sendiri adalah “saya tidak apa-apa”. Jika kita menilik makna tersebut tentunya terasa biasa-biasa saja. Namun yang menarik adalah bahwa kata-kata tersebut disematkan ke dalam sebuah gambar yang terlihat ironi dengan pernyataan “saya tidak apa-apa”.

Saya kemudian iseng mengumpulkan gambar-gambar yang mengundang senyum tersebut. Berikut ini adalah koleksi gambar-gambar #akurapopo yang berhasil saya temukan di internet via Om Google :

Continue reading “#akurapopo”

Menulis Itu…

menulis

Bagi saya, menulis itu menyenangkan. Dengan menulis kita bisa berbagi segala sesuatu. Kita bisa berbagi cerita, pengalaman, pengetahuan, ataupun kebahagiaan yang kita alami.

Bagi saya, menulis itu seni. Dengan menulis kita bisa merangkai kata-kata yang awalnya sederhana menjadi sebuah paragraf ataupun prosa yang memiliki keindahan. Dapat menghanyutkan bagi siapa saja yang membacanya. (walaupun saya belum bisa seperti itu :mrgreen: )

Bagi saya, menulis itu sederhana. Kita tidak harus menjadi seorang sastrawan ataupun pujangga untuk menulis. Dengan catatan-catatan kecil tentang perjalanan hidup kita ataupun kegiatan kita sehari-hari, sudah bisa menjadi sebuah tulisan yang menarik. Kita tidak tahu, mungkin dari catatan yang awalnya kita anggap sepele, justru dapat memiliki makna lebih bagi orang lain.

Bagi saya, menulis itu jendela hati. Selain teman atau sahabat, menulis juga dapat menjadi media untuk menyalurkan apa yang tersembunyi di dasar hati. Misalnya saat kita menaruh perhatian kepada seseorang, namun tidak berani mengungkapkannya, maka dengan menulis biasanya apa yang sesungguhnya kita rasakan akan mengalir melalui kata-kata.

Bagi saya, menulis itu ekspresi diri. Dengan menulis, saya dapat mengekspresikan diri secara lebih leluasa. Saya bukanlah pemusik, bukan penyanyi, dan saya juga mengakui bahwa saya juga bukan seorang penulis. Hanya saja, melalui torehan kata-kata saya merasa lebih nyaman dalam mengungkapkan hal-hal yang terselip di dalam benak saya.

Bagi saya, menulis itu hobi baru saya. Dulu ketika ditanya, “Hobi Anda apa?” Maka biasanya saya hanya menjawab, “Membaca, tidur, jalan-jalan, dan hal-hal standar lainnya.” Namun kini jika ada yang menanyakan hal serupa, maka saya bisa menjawab dengan penuh percaya diri, “Hobi saya adalah menulis”

Jadi mengapa harus menunggu nanti jika bisa menulis sekarang? :mrgreen:

Continue reading “Menulis Itu…”