Sudah 2 Tahun Lebih…

Full Team
Full Team

Tidak terasa sudah lebih dari 2 tahun kami tinggal di negeri Jiran ini. Begitu banyak hal yang sudah kami lewati bersama. Sebagian mungkin sudah pernah saya tuangkan di sini, namun sebagian besar belum sempat saya tulis. :mrgreen:

Tinggal di negeri orang memang memberikan pengalaman dan kesan tersendiri. Perbedaan budaya dan adat istiadat serta peraturan membuat kita harus mampu beradaptasi. Sebagaimana kata pepatah, “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.”

Artinya kira-kira, di manapun kita berada hendaknya menjunjung dan menghormati norma serta adat istiadat setempat yang berlaku. Itulah yang selama ini kami coba lakukan. Selain itu, penegakan hukum dan peraturan di sini juga sangat ketat. Bagaimana tidak, jika setiap pelanggaran yang dilakukan ancamannya adalah denda, well, I think I should say, “Singapore is a fine country.” :mrgreen:

Dua tahun di sini, sudah tiga kali Ramadhan dan Lebaran kami lalui, Insya Allah termasuk tahun ini. Suka dan duka mewarnai perjalanan kami di Negeri Singa ini, namun kami yakin bahwa dibalik setiap peristiwa pasti ada hikmah dan pelajaran yang dapat dipetik untuk selanjutnya kami jadikan pelajaran di masa yang akan datang.

Awal Kedatangan

Continue reading “Sudah 2 Tahun Lebih…”

Selamat Jalan Bapak Dubes Burhan Muhammad

Duta Besar Burhan Muhammad
Duta Besar Burhan Muhammad

Innalilahi wa inailaihi rojiuun. Indonesia kembali berduka karena harus kehilangan salah satu putra terbaiknya. Terlebih lagi sang putra berpulang bersama belahan jiwanya dalam sebuah kecelakaan helikopter ketika mengemban tugas negara. Ya, Beliau adalah Bapak Burhan Muhammad, Duta Besar RI untuk Pakistan. Beliau bertugas di KBRI Islamabad sejak 12 November 2012.

Siapakah Bapak Burhan Muhammad?

Bapak Duta Besar Burhan Muhamad dilahirkan di Yogyakarta pada tanggal 3 Agustus 1957.  Setelah lulus dari Jurusan Hubungan Internasional di Universitas Gadjah Mada pada tahun 1983, beliau mulai meniti karir di Badan Intelijen Negara (BIN) hingga menduduki jabatan Deputi Luar Negeri dan Deputi Analisa BIN sampai dengan tahun 2012.

Beliau juga menyelesaikan program masternya di bidang hubungan internasional pada tahun 1993 di University of Pittsburgh, AS. Beliau kemudian diangkat sebagai Duta Besar RI untuk Pakistan dan menyerahkan surat kepercayaan kepada Pemerintah Pakistan pada tanggal 17 November 2012.

Sebagai seorang Duta Besar yang berasal dari luar lingkungan Kementerian Luar Negeri, Alm. Bapak Burhan Muhammad tidaklah asing terhadap dunia diplomasi dan hubungan luar negeri. Karir beliau sebagai Deputi Luar Negeri dan Deputi Analisa pada Badan Intelijen Negara (BIN), telah membuatnya memiliki pemahaman yang mendalam terhadap berbagai isu dalam hubungan internasional serta mengasah kepiawaiannya dalam berdiplomasi.

Selama menjabat Duta Besar RI Islamabad, Duta Besar Burhan Muhammad telah berhasil meningkatkan hubungan bilateral antara Indonesia dan Pakistan. Beberapa yang telah berhasil beliau capai, antara lain, adalah peningkatan kerjasama ekonomi, melalui:

  • Penandatanganan MoU Kerja Sama antara Lahore Chamber of Commerce and Industry (LCCI) dan KADIN Jakarta pada tanggal 26 Agustus 2014 yang semakin mendekatkan komunitas bisnis di kedua negara.
  • Menghasilkan pengaturan operasional Preferential Trade Agreement dengan Pakistan yang telah meningkatkan ekspor Indonesia ke Pakistan sebesar 44,5% di tahun 2013 – 2014.
  • Berhasil menyelesaikan sertifikasi halal bagi produk-produk Indonesia.
  • Mengaktifkan kembali Pakistan – Indonesia Business Council.
  • Meratifikasi Defence Cooperation Agreement Indonesia – Pakistan yang akan mulai berlaku pada tanggal 21 Mei 2015.
  • Memberikan perhatian lebih kepada diplomasi budaya Indonesia.
    Beliau bersama KBRI Islamabad juga aktif dalam mempromosikan budaya Indonesia di Pakistan, melalui sejumlah kegiatan lokakarya dan pelatihan gamelan, tarian tradisional Indonesia serta berbagai aktivitas lainnya yang semakin mendekatkan hubungan antar masyarakat.

Tragedi Itu…

Continue reading “Selamat Jalan Bapak Dubes Burhan Muhammad”

Apa Aktivitas Anda di Hari Minggu?

Males Bangun
Males Bangun

Bagi sebagian orang, terutama saya, hari Minggu adalah hari yang ditunggu-tunggu. Suatu hari di mana kita bisa bersantai dan melepaskan diri dari kepenatan serta rutinitas sehari-hari. Biasanya orang (saya) cenderung ingin untuk bangun lebih siang di hari Minggu. Bergumul dengan bantal, guling, dan selimut lebih lama dari biasanya.

Setelah bangun agak siang, biasanya juga orang tidak langsung mandi, melainkan leyeh-leyeh sembari menonton televisi dan memakan cemilan. Sekitar jam 12 siang, barulah kita mandi dan memutuskan akan melakukan apa di hari Minggu ini.

Well, mungkin tidak semua tapi saya yakin sebagian orang melakukan hal-hal yang saya sebutkan di atas tadi. Hayo ngaku!!! :mrgreen:

Namun sayangnya, hal itu kini sudah tidak bisa lagi saya lakukan. Mengapa? Karena kini saya sudah memiliki jadwal yang padat di hari Minggu. 😐 Apa sajakah itu?

Pertama, saya harus bangun pagi karena saya harus mengantar Nasywa les renang. Ya, karena saya dan istri tidak bisa berenang, kami memutuskan untuk mengikutkan putri kami ke les renang. Kami berpikiran bahwa kemampuan berenang sangat bermanfaat tidak saja untuk kesehatan namun juga untuk keselamatan. We never know what will happen to us.

Setelah mengantar les renang, rasanya konyol jika kemudian saya pulang dan kemudian menarik selimut lagi (meskipun sebenarnya saya ingin :mrgreen: ). Akhirnya saya pun ikut masuk ke dalam kolam dan mencoba berlatih renang sebisanya 😳 .

Setelah satu jam, biasanya les renang tersebut sudah selesai. Nasywa dan saya pun segera beranjak dari kolam untuk kemudian mandi dan bersiap untuk pulang.

Selesai les renang, jika memang stok logistik di dapur menipis, maka saya dan istri segera keluar lagi untuk pergi berbelanja. Terkadang kami pergi ke Expo untuk berburu barang-barang dengan harga lebih murah. Sampai di rumah lagi setelah hari menjelang sore. Maklum, hidup di kota termahal membuat kami harus jeli melihat kesempatan. :mrgreen:

Continue reading “Apa Aktivitas Anda di Hari Minggu?”

Website Dan Akun Resmi KBRI Singapura

KBRI Singapura
KBRI Singapura

Seperti yang sudah pernah saya ceritakan pada posting-posting sebelumnya, bahwa kami sekeluarga telah memulai babak baru kehidupan di negeri orang. Sebagai salah seorang warga negara Indonesia yang baik, saya merasa punya tanggung jawab moral untuk memberikan informasi yang berkaitan dengan keberadaan Perwakilan Republik Indonesia di manapun saya berada.

Kebetulan saat ini saya sedang diberi amanah untuk bekerja di Singapura, salah satu negara tetangga terdekat kita. Sebagai informasi, Republik Indonesia memiliki Perwakilan setingkat Kedutaan di negara ini (bukan Konsulat Jenderal lho ya… :mrgreen: ). Kali ini saya akan mencoba berbagi tentang hal-hal yang berkaitan dengan Perwakilan Republik Indonesia tersebut. Ini saya lakukan agar ketika ada salah satu Saudara sebangsa dan setanah air kita mendapat kesulitan, maka mereka sudah tahu mesti menghubungi ke mana.

Di samping itu, pemerintah sudah menginstruksikan kepada seluruh Perwakilan RI di luar negeri agar memiliki satu atau lebih nomor Hotline yang dapat dihubungi kapan saja oleh WNI kita. Nomor-nomor itu akan disebarkan melalui SMS dari Operator Telekomunikasi ketika seseorang menginjakkan kaki di negara orang. Tapi pesan saya, please, tolong gunakan nomor itu hanya jika Anda berada di dalam kondisi emergency, serta jangan gunakan nomor Hotline itu untuk curhat masalah asmara atau rumah tangga Anda yang sedang goyah. 😕

Baiklah, tanpa berpanjang lebar lagi, berikut ini adalah data-data KBRI Singapura yang barangkali Anda membutuhkannya:

Continue reading “Website Dan Akun Resmi KBRI Singapura”

Coloring Competition di Singapura

Coloring Competition
Coloring Competition

Kesempatan itu

Kali ini saya ingin berbagi pengalaman ketika putri pertama kami, Nasywa, mengikuti Coloring Competition di Singapura. Event ini  sudah berlangsung lebih dari setahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 10 November 2013. Namun daripada tidak terabadikan sama sekali, akhirnya saya paksakan diri meluangkan waktu untuk menulisnya.

Sebenarnya ini bukanlah pertama kali Nasywa ikut lomba mewarnai. Ketika masih di playgroup, dia pernah mengikuti lomba yang waktu itu diadakan di Taman Buah Mekar Sari, oleh Bimba. Meskipun waktu itu tidak mendapat juara, paling tidak melatih keberaniannya untuk tampil dan mengekspresikan diri. Karena selain ikut lomba mewarnai, dia juga dipilih untuk ikut Dance Competition. 😎

Seperti yang telah saya sharing pada blog saya yang dulu, kami sekeluarga memulai babak baru kehidupan di negeri orang, tepatnya di Singapura. Putri pertama kami, Nasywa, yang memang sudah waktunya masuk TK, kami daftarkan ke TK lokal Singapura. Ini merupakan pengalaman baru, tidak saja bagi dia namun juga bagi kami selaku orang tuanya. Alhamdulillah, dia mendapat kelas dengan guru walinya adalah orang Melayu. Hal ini sangat menolong, karena pada saat itu Nasywa belumlah terlalu mengerti Bahasa Inggris. Paling tidak dengan guru wali yang berbahasa Melayu tersebut, dapat menjadi jembatan bagi dia untuk memahami Bahasa Inggris. Untunglah ketika masih di Cikarang dia sering menonton film Upin Ipin, sehingga ketika sang guru bercakap-cakap dengan Bahasa Melayu, dia dapat mengerti sedikit-sedikit. :mrgreen:

Setelah beberapa bulan bersekolah, rupanya sang guru melihat bakat dari putri kami yakni ‘menggambar’ dan ‘mewarnai’. Suatu hari dia memberikan brosur kepada kami yang berisi pengumuman Coloring Competition (Lomba Mewarnai) di Tanjong Pagar Community Center. Awalnya kami tidak yakin, karena mengingat status kami yang foreigner dan bukanlah Permanent Residence ataupun Citizen. Tapi guru tersebut meyakinkan kami, bahwa ini adalah salah satu ajang yang sangat baik sekali untuk mengasah bakat serta melatih keberanian putri kami. Akhirnya kami sepakat untuk mendaftarkan putri kami pada lomba tersebut.

Pelaksanaan Lomba Continue reading “Coloring Competition di Singapura”

Tahun Baru, Semangat Baru!!!

Selamat Tahun Baru 2015!!!

Yah, udah telat yak? 😳

Selamat Tahun Baru 2015
Selamat Tahun Baru 2015

Lebih baik terlambat daripada tidak, hehehe… Memasuki tahun yang baru, masih bingung mau melakukan apa, yang jelas pekerjaan akan semakin banyak. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, di mana saya biasanya membuat resolusi untuk satu tahun ke depan, kali ini saya memilih untuk membiarkannya mengalir saja. Mengapa? Karena banyak resolusi saya yang meleset, terutama yang berkaitan dengan rumah baru saya ini :mrgreen:

Banyaknya aktifitas dan padatnya rutinitas yang dijalani seharusnya membuat ide dan inspirasi dalam menulis semakin kaya. Namun yang terjadi adalah produktivitas saya menurun dalam kurun waktu setahun terakhir. Memang banyak ide dan inspirasi yang hinggap, namun akhirnya terbang tak tahu entah kemana, mungkin karena tidak buru-buru ditangkap dan tidak segera dimasukkan ke dalam sangkar pena. :mrgreen:

Masih dalam suasana awal tahun ini, saya mencoba bangkit dan menggugah semangat dalam diri agar dapat lebih produktif lagi. Sayang kan, jika sudah memakai website dan domain berbayar namun tidak dimanfaatkan semaksimal mungkin?

Ke depannya mungkin saya akan banyak berbagi mengenai hal-hal yang sudah lewat, bahkan bisa dibilang sudah kadaluarsa. 😆 Tapi saya ingin merangkai peristiwa-peristiwa yang sudah berlalu itu dalam bingkai kata sehingga kapan pun ketika saya ingin mengenang, saya cukup ke rumah saya ini. Dan mudah-mudahan kelak anak cucu saya bisa turut membacanya… Hahaha… #Lebay… 😆

Berharap di tahun yang baru ini juga akan lebih sering blogwalking serta menjalin tali silaturahim meskipun melalui dunia maya. Dan mudah-mudahan, dengan sering berkunjung ke blog sahabat yang lain, akan banyak juga sahabat bloggers yang berkunjung ke mari.

Sekali lagi, di awal tahun ini, mari kita kepalkan tangan, kumpulkan seluruh tenaga, dan curahkan seluruh daya dan pikiran menjadi sesuatu yang positif dan bermanfaat.

Salam dahsyat, salam blogger, tetap semangat!!!

Continue reading “Tahun Baru, Semangat Baru!!!”

Sudahlah, Kami Sudah Lelah

Proses Pemilihan Umum (Pemilu) kali ini terasa sangat berbeda dibanding Pemilu sebelumnya. Perbedaan yang dirasakan adalah tingkat antusiasme masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya. Pada saat Pemilu Legislatif memang masih belum begitu tampak, walaupun sudah mulai terlihat poros-poros yang bermunculan. Poros-poros ini kemudian mengerucut menjadi dua kutub/kubu besar yang saling berseberangan. Dan pada akhirnya Pemilu Presiden dan Wakil Presiden kali ini hanya memunculkan dua pasangan calon.

Begitu keran kampanye dibuka, byurrr!!! Semua informasi yang menyangkut visi, misi segera disosialisasikan oleh masing-masing kubu. Media sebagai ujung tombak dalam proses ini pun akhirnya terbelah menjadi dua. Ketika taipan-taipan media mulai merapat ke salah satu kandidat. Maka dimulailah yang namanya perang informasi. Profesionalisme dan kode etik jurnalistik dikesampingkan demi mendukung salah satu kandidat dan menjatuhkan yang lainnya. Bahkan ada media yang secara terang-terangan menyatakan dukungannya terhadap salah satu kandidat. Hal semacam ini menurut hemat saya telah menodai apa yang dinamakan kode etik jurnalistik (meskipun saya sendiri kurang paham makanan seperti apakah itu, hanya saja kelihatannya enak, hehehe…).

Metode ini rupanya cukup efektif dalam membentuk opini publik, walaupun di era yang penuh keterbukaan seperti ini, hal tersebut sedikit sulit untuk dilakukan. Masyarakat dapat melakukan riset mandiri dengan mencoba membandingkan sebuah tema berita dari media satu dengan media yang lainnya. Walaupun secara manusiawi pada akhirnya masing-masing orang hanya membaca berita yang ingin mereka dengar.

Continue reading “Sudahlah, Kami Sudah Lelah”