7 Plugin WordPress Bagi Blogger Pemula

Bila Anda seorang blogger dan menggunakan metode self hosted serta wordpress.org sebagai platform, maka saat ini sudah berada di tempat yang tepat. Karena kali ini saya akan membahas mengenai beberapa plugin yang wajib digunakan oleh pemula (seperti saya :mrgreen: ) untuk platform wordpress.org.

Beberapa waktu yang lalu saya sempat sharing mengenai cara membuat blog dengan domain sendiri terutama dengan metode self hosted. Ada beberapa pertimbangan ketika kita akan memutuskan  untuk menggunakan self hosted domain.

Bila tujuan nge-blog adalah untuk sekedar berbagi informasi, aktualisasi diri, sebagai tempat curhat, atau sebagai semacam jurnal pribadi, maka Anda dapat menggunakan blogger.com atau wordpress.com. Tapi bila tujuan Anda nge-blog adalah untuk mendapatkan penghasilan tambahan ataupun sebagai sarana untuk personal branding, maka blog dengan metode self hosted akan menjadi sebuah opsi yang patut dipertimbangkan.

Dengan menggunakan self hosted dan Top Level Domain, seperti misalnya NamaAnda.com, atau UsahaAnda.co.id, maka blog atau website yang kita kelola akan tampak lebih profesional, baik di mata user maupun mesin pencari (search engine). 😎

Bagi sebagian orang, mengelola blog dengan metode self hosted dirasa cukup sulit dan merepotkan karena harus memiliki sedikit pengetahuan tentang komputer, jaringan, dan bahasa pemrograman. Namun sebenarnya hal tersebut dapat disiasati dengan penggunaan plugin yang tersebar begitu banyak, bahkan mungkin mencapai ribuan.

Recomended WordPress Plugin
Recomended WordPress Plugin

Pada dasarnya, plugin berisi kode-kode pemrograman untuk web. Untuk plugin wordpress.org biasanya berbasis .php, meskipun tidak selalu. Ada juga yang berbasis java. Sebetulnya apabila kita memahami bahasa pemrograman untuk web, misalnya .php, kita dapat melakukan kustomisasi langsung ke dalam blog atau website tersebut tanpa perlu menggunakan plugin.

Tapi bagi orang yang awam terhadap bahasa pemrograman (seperti saya :mrgreen: ), maka kita bisa menggunakan plugin yang memang sudah disediakan oleh wordpress.org. Masalahnya adalah, di antara ribuan plugin yang tersedia tersebut, mana sajakah yang memang benar-benar kita perlukan? Karena dengan menginstal plugin tertentu kita juga harus berhitung terhadap kemampuan storage pada web hosting yang dimiliki. Terkecuali Anda berlangganan web hosting yang memiliki disk space unlimited, maka hal itu tidak perlu dikhawatirkan.

Dari hasil pengalaman saya pribadi, berikut ini adalah beberapa plugin yang wajib diinstal pada wordpress.org :

Continue reading “7 Plugin WordPress Bagi Blogger Pemula”

7 Langkah Membuat Blog Dengan Domain Sendiri

Top Level Domain
Top Level Domain

Memiliki blog atau website dengan domain sendiri adalah idaman setiap orang. Rasanya sungguh membanggakan ketika kita memiliki sebuah blog dengan nama misalnya namakita.com atau NamaAnda.net. Tapi kehawatiran terhadap kerumitan dalam setup dan konfigurasinya membuat sebagian orang akhirnya mengubur keinginan itu dalam-dalam. Alasan mengenai perlu tidaknya blog dengan nama domain sendiri sudah pernah saya bahas pada postingan sebelumnya.

Padahal jika kita sudah mengerti langkah-langkah yang harus dilakukan secara runut sesungguhnya men-setup sebuah blog dengan domain sendiri relatif mudah. Ada dua macam metode yang dapat digunakan yaitu self hosted atau redirect domain.

Makhluk apa sajakah itu? Saya akan coba jelaskan dengan bahasa yang lebih awam agar dapat lebih mudah dipahami.

Self Hosted

Self hosted artinya adalah Anda menyewa sebuah layanan web hosting untuk meletakkan file-file yang berkaitan dengan blog Anda. Hosting sendiri dapat diumpamakan sebagai sebuah toko atau kios tempat Anda menyimpan barang dagangan Anda.

Jika di blogger.com dan wordpress.com Anda mendapatkannya secara free, maka dengan metode self hosted Anda harus menyewa terhadap pihak penyedia. Banyak sekali yang menyediakan layanan web hosting ini. Yang cukup populer misalnya adalah hostgator. Tapi untuk mendaftar Anda harus memiliki akun Paypal atau kartu kredit.

Ada juga yang produk anak negeri, yaitu rumahweb, tempat dimana saya meng-hosting-kan blog saya ini. Salah satu alasan mengapa saya memilih Rumah Web adalah karena pembayarannya yang cukup mudah. Saya tidak harus memiliki kartu kredit ataupun akun Paypal untuk memiliki sebuah blog dengan domain yang saya kehendaki. Rumah Web dapat menerima pembayaran melalui transfer ATM ataupun Internet Banking.

Redirect Domain

Redirect Domain adalah sebuah metode di mana Anda tidak perlu menyewa layanan web hosting untuk meletakkan file-file blog Anda. Dalam hal ini, yang harus dibayar adalah nama domainnya saja. Tapi harus dipastikan terlebih dahulu, apakah nama domain yang kita kehendaki masih tersedia atau tidak. Karena bisa saja, apabila namanya terlalu umum atau mainstream, maka tidak mustahil nama domain tersebut sudah digunakan oleh orang lain.

Untuk memesan nama domain, kita bisa melakukan melalui perusahaan-perusahaan penyedia jasa web hosting dan domain, seperti misalnya: rumahweb, godaddy, reseller, dan masih banyak lagi. Harga yang ditawarkan bervariasi tergantung paket masing-masing penyedia jasa domain. Sekali lagi, untuk masalah domain, saya juga memakai rumahweb, karena sekalian satu paket dengan layanan web hosting saya.

Untuk sistem redirect domain ini, kita dapat memakai jasa hosting gratisan seperti blogger.com ataupun wordpress.com. Hanya saja, untuk wordpress.com biasanya kita harus upgrade ke premium, yang artinya kita harus membayar melalui wordpress juga. Jadi agak sulit jika kita memesan domainnya melalui penyedia jasa yang lain. Bisa saja sih, tapi kita akan terkena pengeluaran dua kali, untuk upgrade wordpress ke premium dan berlangganan domainnya itu sendiri.

Sedangkan untuk blogger sepertinya lebih fleksibel. Kita tidak harus membayar ataupun meng-upgrade blogger kita, cukup hanya dengan melakukan beberapa langkah konfigurasi saja. Mungkin di lain waktu akan saya coba sharing mengenai langkah-langkah redirect domain pada blogger.com.

7 Langkah Mudah Membuat Blog dengan Domain Sendiri

Setelah di atas tadi saya jelaskan mengenai perbedaan antara Self Hosted dan Redirect Domain, maka sekarang mari simak satu per satu langkah-langkah yang harus dilakukan dalam men-setup sebuah blog dengan Domain Sendiri.

Continue reading “7 Langkah Membuat Blog Dengan Domain Sendiri”

Apakah Saya Perlu Nama Domain Sendiri?

Nama Domain
Nama Domain

Memiliki blog atau website dengan domain sendiri adalah idaman setiap orang. Kelihatannya keren banget jika kita memiliki sebuah blog dengan alamat misalnya namakita.com atau NamaAnda.net. Tapi kehawatiran terhadap kerumitan dalam setup dan konfigurasinya membuat sebagian orang akhirnya berpikir dua kali untuk memilikinya. Padahal apabila kita sudah mengerti langkah-langkah yang harus dilakukan secara runut sesungguhnya men-setup sebuah blog dengan domain sendiri relatif mudah. Hal ini akan saya bahas di artikel yang terpisah.

Domain .com atau .net  biasa disebut juga sebagai Top Level Domain (TLD). Dengan memiliki memiliki sebuah TLD, ini berarti Anda memiliki kendali penuh. Ibarat jualan, Anda sudah memiliki semacam merk dagang.

Pertanyaan mendasarnya adalah, seberapa pentingkah sebuah nama domain untuk keberlangsungan blog atau website Anda?

Continue reading “Apakah Saya Perlu Nama Domain Sendiri?”