Trip to Zurich, Switzerland

Switzerland atau yang lebih kita kenal dengan Swiss, adalah sebuah negara di Eropa yang sangat terkenal dengan coklatnya. Selain itu, masih banyak lagi hal-hal yang menarik tentang Swiss. Nanti akan kita bahas satu persatu. 🙂

Pemandangan di Zurich
Pemandangan di Zurich

Alhamdulillah, beberapa waktu yang lalu saya berkesempatan untuk berkunjung ke sana, tepatnya pada tanggal 3 sampai dengan 6 November 2015. Saya menempuh rute penerbangan via Dubai, karena menggunakan Emirates. Di Dubai saya transit cukup lama, sekitar 6 jam. Ya cukuplah untuk berjalan-jalan di dalam kawasan Dubai Airport. Kaki saya sampai pegal karena berjalan kesana kemari tak tentu arah. Hanya melihat-lihat barang di Duty Free, kemudian berkeliling demi mencari bangku panjang untuk rebahan dan meluruskan punggung setelah 7 jam di pesawat.

Di situlah perbedaan antara Changi dan Dubai. Apabila di Changi Airport, kita akan dengan mudahnya mencari tempat untuk sekedar rebahan atau tidur-tiduran. Seapes-apesnya, kita bisa tidur ngampar di manapun, karena seluruh area dilapisi dengan karpet. Selain itu di Changi juga terdapat aneka macam hiburan untuk mengisi waktu saat transit, termasuk di antaranya bioskop.

Sedangkan di Dubai, hampir semuanya menggunakan ubin. Jadi kalau memang Anda merasa berkulit tebal, silahkan saja ngampar di manapun yang Anda suka. 😆 Kemudian saya harus berjalan cukup jauh hanya untuk menemukan bangku panjang yang bisa digunakan untuk rebahan. Saya kurang tahu pasti, ini karena saya yang tidak tahu atau memang bangku panjangnya memang jarang. 🙁 Selain itu, tidak adanya sarana hiburan yang cukup, paling-paling hanya nonton siaran sepak bola di cafe atau restoran yang tersedia. Di lantai atas juga terdapat semacam lounge, sih. Tapi tentu saja tidak gratis. 😥 Setelah penuh perjuangan, akhirnya saya menemukan sebuah tempat yang terdapat bangku panjangnya. Tidak perlu menunggu lama hingga saya terlelap di sana. 😆

Saat adzan Subuh berkumandang, saya pun bergegas ke mushola terdekat untuk melaksanakan sholat Subuh. Selesai sholat, kemudian mencari tempat makan untuk sarapan, mengingat saya mendapat voucher satu kali makan dari Emirates. Akhirnya saya putuskan untuk sarapan di McD.

Setelah sarapan, kemudian saya bersiap-siap menunggu di gate yang sudah ditentukan. Tak berapa lama, kami pun mulai dipanggil untuk bersiap-siap boarding dan masuk ke dalam pesawat. Mayoritas penumpang sudah mulai berambut pirang, heheu. Meskipun juga terdapat satu rombongan yang sepertinya berasal dari India.

Boarding Time at Dubai
Boarding Time at Dubai

Ketika di pesawat tidak banyak yang saya lakukan, kecuali mencoba melahap semua film yang tersedia pada monitor di depan saya. Ya, sepanjang perjalanan dari Singapura menuju Dubai, pun perjalanan dari Dubai menuju Zurich, saya habiskan waktu dengan menonton film. Bahkan terkadang akhirnya saya yang ditonton oleh para aktor di film tersebut, karena sudah ngorok duluan. :mrgreen: Namun, sesekali saya sempat mengabadikan pemandangan dari udara melalui jendela pesawat dengan kamera saya.

Mengintip dari jendela pesawat
Mengintip dari jendela pesawat
Pegunungan di Eropa yang tertutup salju
Pegunungan di Eropa yang tertutup salju

Setelah menempuh 6 jam perjalanan udara, tibalah saya di Zurich Airport. Salah satu bandara internasional di Swiss. Udara dingin langsung menyambut ketika saya baru turun dari pesawat. Nuansa pepohonan yang berwarna kuning tampak kontras sekali dengan langit biru di atasnya. Ah, saya sudah di Eropa sekarang. 😎

Indahnya Pemandangan di Zurich
Indahnya Pemandangan di Zurich

Itulah tadi sekelumit cerita tentang Trip to Zurich, Switzerland, Lalu bagaimana petualangan saya di Swiss? Silahkan disimak pada postingan yang berikutnya. 😉

Salam hangat.

Note: Silahkan kunjungi Photo Blog saya untuk melihat koleksi foto yang lebih lengkap. Alamatnya ada di http://cagakurip.blogspot.com

Author: Tatang Tox

Hanya manusia biasa / kawulo alit yang senang menulis dan fotografi.

4 thoughts on “Trip to Zurich, Switzerland”

  1. Keren bos, artikelnya.. nanti mohon ijin di rewrite ya untuk debroo (masih dalam rencana untuk dikembangkan menjadi sebuah portal news dan informasi

    Siap Om. Kami siap mendukung. Jadi kontributor meskipun jarang-jarang kirim beritanya juga mau kok, Om… Hehehe… :mrgreen:

Leave a Reply