Masih Aktif Nge-Blog?

Pertanyaan ini mungkin juga sangat tepat ditujukan kepada saya. Mengingat blog ini juga  sudah lama tidak ter-update. :mrgreen:

Masih aktif nge-blog?
Masih aktif nge-blog?

Rasanya tidak berlebihan jika dikatakan bahwa dengan pertumbuhan media sosial yang begitu masif akhir-akhir ini menggeser eksistensi blog. Dengan berbagai variannya, baik yang berbasis teks maupun gambar dan video, kini orang-orang lebih tertarik untuk meng-update status ketimbang menuliskannya di blog mereka.

Harus diakui zaman keemasan blog mungkin sudah berlalu. Blog menjadi primadona sekitar 5-10 tahun yang lalu. Dulu rasanya belum eksis jika seseorang belum memiliki blog. Hal ini saya rasakan ketika saya melakukan blog walking. Banyak sekali blog yang saya kunjungi terakhir di-update sekitar 3-5 tahun yang lalu. Bahkan sebagian ada yang lebih lama dari itu.

Lantas, apakah ke depannya dunia perbloggingan ini akan punah layaknya punahnya dinosaurus dari muka bumi?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut. Mari kita simak satu per satu fakta yang saya temukan.

1. Sebagian Personal Blog masih eksis

Kalau kita amati, sebenarnya beberapa personal blog masih eksis sampai sekarang. Bahkan beberapa di antaranya masih menjadi primadona para blog walker.

Tentunya untuk dapat menjadi seperti mereka dibutuhkan ketekunan dan kerja keras. Mereka adalah termasuk senior di dalam dunia blogging. Mereka bahkan sudah memulai jauh sebelum saya mengenal apa itu blog. Jadi wajar saja ketika saya dan sebagian dari Anda mulai ngeblog, mereka sudah memiliki ‘pangsa pasar’ tersendiri.

Di samping itu, rata-rata personal blog tersebut memiliki kekhasan masing-masing. Mereka memiliki warna yang khas, unik, dan orisinil. Hal ini yang mungkin tidak ditemukan pada blog kita. Apa yang kita tuliskan di blog terkadang kurang mencerminkan diri kita. Paling ekstrim, blog kita hanya berisi artikel hasil copas dari blog lain dan bukan berasal dari isi kepala kita sendiri. Terkadang blog kita terlampau gado-gado sehingga tidak terdapat warna yang unik, di mana di dalam dunia blogging disebut dengan niche.

Meskipun bukan suatu keharusan, tapi rata-rata personal blog yang masih eksis sampai sekarang umumnya menggunakan domain sendiri seperti namaAnda.com. Jadi sudah tidak menggunakan subdomain seperti blogspot, wordpress, blogdetik, tumblr, dsb.

Penggunaan domain sendiri lebih kepada aspek mudah diingat oleh pengguna. Dengan menggunakan nama domain yang singkat dan mencerminkan pemiliknya, tentu akan lebih mudah diingat daripada yang menggunakan subdomain.

Saya bukan bermaksud untuk mengecilkan  sobat blogger yang masih menggunakan subdomain atau domain gratisan dari blogspot, wordpress, tumblr, dsb. Ataupun mengharuskan Anda harus memiliki domain sendiri, namun dari hasil kunjungan ke beberapa blog personal yang masih eksis, seperti itulah adanya. :mrgreen:

Namun sekali lagi, nama domain bukanlah jaminan, di dalam dunia perbloggingan yang terpenting adalah konten. Karena konten adalah raja. Percuma saja memiliki domain sendiri tapi tidak pernah diupdate, ya akhirnya akan tenggelam juga di dalam pencarian google.

Tapi ada satu hal jika Anda menggunakan domain sendiri. Karena biasanya sifatnya berbayar, kita akan lebih terpacu untuk melakukan update daripada yang menggunakan domain gratisan. Karena tentunya kita tidak ingin uang yang sudah kita keluarkan terbuang sia-sia bukan? :mrgreen:

2. Transformasi blog ke bentuk lain

Jika kita merasa seolah sekarang blog sudah mulai jarang dijumpai, maka sebenarnya mereka tidak benar-benar menghilang. Blog sebenarnya masih ada di sekitar kita, hanya saja dalam bentuk yang lain.

Berdasarkan platform yang digunakan, pada hakikatnya blog itu merupakan sebuah website. Karena merupakan sebuah website, maka ia akan sangat fleksibel untuk digunakan untuk apa saja. Bahkan saya sendiri terkadang sulit membedakan mana blog dan mana yang portal berita.

Dari hasil pengamatan saya, terdapat beberapa transformasi blog antara lain; portal berita, toko online, catalog online, media propaganda, website profesional.

  • Transformasi format blog menjadi portal berita

Ketika sedang melakukan blog walking, saya sering menjumpai sebuah website yang lebih mirip portal berita, namun masih menggunakan template sebuah blog.

Blog tersebut biasanya berisi informasi-informasi aktual yang sedang menjadi hits. Rata-rata artikelnya mencomot dari website atau portal berita lain, jadi tidak murni dibuat oleh si pemilik blog.

Target utamanya adalah untuk meraup pundi-pundi Dollar dari iklan yang dipasang. Oleh karena itu blog semacam ini akan berisi informasi-informasi yang sedang booming, dengan harapan akan didatangi banyak pengunjung dan meng-klik iklan yang sudah dipasang.

Portal berita yang semacam ini bisa dikatakan sebagai citizen journalism. Karena walaupun kontennya mirip portal berita, namun biasanya jarang yang tergabung ke PWI sebagai organisasi pengayom masalah jurnalisme di Indonesia.

Isi beritanya juga belum tentu dapat dipertanggung jawabkan secara benar. Jadi kita mesti hati-hati terhadap portal berita yang semacam ini. Terkadang mereka memasang judul yang bombastis untuk menjerat pengunjung pun demikian dengan kontennya belum tentu sesuai fakta yang ada.

  • Transformasi blog menjadi katalog dan toko online

Sudah menjadi hal yang umum ketika orang ingin mendapatkan penghasilan tambahan maupun penghasilan utama dari internet. Selain dari Google Ad Sense, kita juga bisa mendapatkan penghasilan dengan cara membuat katalog atau toko online.

Untuk katalog online, kita dapat mengunggah gambar yang berupa produk yang ingin kita pasarkan lengkap dengan spesifikasi dan harganya ke dalam sebuah website. Biasanya untuk melanjutkan transaksi, seorang pembeli akan menghubungi kontak yang tertera pada website tersebut. Lalu terjadilah proses transaksi jual beli. Contohnya adalah website benana-craft.id :mrgreen:

benana-craft.id
benana-craft.id

Nah, untuk memenuhi hal tersebut banyak sekali tersedia template blog yang cocok untuk digunakan sebagai katalog online. Oleh karena itu, banyak sekali katalog-katalog yang menggunakan platform blog seperti blogger, wordpress, tumblr, dsb. Platform blog yang berbasis CMS (Content Management System) sangat mudah digunakan bahkan untuk orang yang tidak terlalu paham bahasa pemrograman sekalipun.

Tidak hanya sampai di situ, beberapa bahkan menambahkan plugin sehingga yang awalnya hanya katalog online akhirnya menjadi sebuah toko online. Dari website tersebut, pengunjung dapat langsung melakukan proses transaksi jual beli. Biasanya yang ditambahkan adalah modul pembayaran dan pemesanan. Jadi apakah Anda tertarik untuk membangun toko online sendiri? 😉

  • Transformasi blog sebagai media propaganda

Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, bentuk dasar sebuah blog sebenarnya adalah website. Oleh karena itu, akan menjadi hak bagi sang pemilik maupun admin akan dibawa ke mana website tersebut. Apakah untuk tujuan positif maupun negatif.

Pada tahun-tahun politik, biasanya banyak muncul website-website yang berbau propaganda. Secara sekilas, website semacam ini tampaknya memberikan informasi menarik, seolah-olah mengungkap sebuah fakta yang tersembunyi, menjadi pembeda dari media-media mainstream yang sudah ada. Namun, tidak sedikit di antaranya yang ternyata membagikan informasi palsu maupun yang belum teruji kebenarannya.

Tujuan utama mereka hanya untuk membuat kacau, membuat informasi yang simpang siur agar masyarakat terutama yang tidak mau melakukan tabbayun dapat terpengaruh, dan akhirnya tujuan mereka (sang pembuat website) tercapai. Apakah itu kegaduhan di masyarakat, ataupun chaos di seantero negeri untuk skenario yang lebih besarnya.

Mengerikan bukan? Oleh karena itu, biasakan untuk cek and ricek ketika kita menerima sebuah informasi karena dewasa ini sangat banyak sekali beredar informasi-informasi yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

3. Pertumbuhan media sosial yang lebih pesat

Apakah Anda pernah memperhatikan bagaimana perubahan platform media sosial dari waktu ke waktu? Jika kita berbicara Facebook, apakah Anda pernah melihat bagaimana bentuk Facebook ketika baru saja dirilis? 😆

Tampilan Facebook Jadul
Tampilan Facebook Jadul

Tampilan Linimasa Facebook Jadul
Tampilan Linimasa Facebook Jadul

Bandingkan dengan penampilan akun Facebook Anda sekarang. Bagaimana, sudah jauh berbeda bukan? Belum lagi munculnya platform-platform yang lain seperti Instagram, Path, Soundcloud, dan Youtube. Membuat orang lebih kreatif dalam membuat konten, tidak hanya tergantung dalam bentuk teks semata. Kini orang dapat membuat konten dalam bentuk gambar, infografis, suara, bahkan video sekalipun.

Sedangkan dalam dunia blogging, perubahannya tidak terlalu signifikan. Dari dulu sampai sekarang, yang namanya orang nge-blog ya begitu-begitu saja. Yang berbeda paling hanya terletak di bagian konten dan templatenya. Blogging secara umum tidak banyak yang berubah, dan cenderung stagnan. Walaupun dari dulu sampai dengan sekarang, ketika nge-blog sebenarnya kita dapat menambahkan konten apa saja sesuka kita. Namun, karena kesan yang ditangkap nge-blog itu ribet, akhirnya orang lebih memilih untuk mengunggahnya di media sosial mereka. Bandingkan berapa banyak orang yang menulis update status di Facebook dengan yang menuliskannya di blog? :mrgreen:

Kalau saya pribadi, masih lebih suka menulis di blog dibandingkan harus membuat vlog. Saya termasuk orang yang kurang Pe De ketika harus berbicara di depan kamera. Saya pernah iseng untuk mencoba menjadi presenter di kantor beberapa waktu lalu. Hasilnya? Wah, groginya luar biasa. Apa yang akan saya katakan mendadak hilang begitu saja, dan saya pun blank di depan kamera. 😆

Bakal Calon Presenter Kemlu TV
Bakal Calon Presenter Kemlu TV

Dari situ, saya menyadari bahwa bakat saya sepertinya bukan berada di depan kamera melainkan di belakang kamera. Hahaha… 😆

The Man Behind Camera
The Man Behind Camera

4. Blog masih menjadi referensi sumber informasi

Satu hal yang patut dibanggakan oleh para blogger adalah bahwa blog masih menjadi primadona sebagai sumber informasi. Pada saat sekarang ini, jika seseorang ingin mencari informasi tentang sesuatu maka biasanya akan melakukannya melalui Mbah Google. Nah, saat ini hasil yang muncul pada hasil pencarian Google adalah situs-situs besar dan blog. Bahkan bukan tidak mungkin artikel pada blog Anda dapat menduduki peringkat pertama hasil pencarian Google.

Nah, dulu pada masa keemasan blog, dan mungkin masih sampai sekarang ini, hal inilah yang menjadi impian para blogger. Yaitu artikel atau alamat blog mereka muncul pada halaman pertama hasil pencarian Google. Memang untuk mewujudkan hal tersebut bukanlah hal yang mudah, namun juga bukan merupakan hal yang mustahil. Ada beberapa metode atau cara supaya konten blog kita muncul pada halaman pertama hasil pencarian Google. Metode yang sering digunakan biasa disebut dengan SEO (Search Engine Optimization).

Di internet banyak sekali yang membahas tentang SEO tersebut. Dan ujung-ujungnya adalah konten mengenai SEO itulah yang menjadikan konten mereka menduduki peringkat pertama atau nampang di halaman pertama hasil pencarian Google. :mrgreen:

Saya sendiri masih belum terlalu mengerti banyak mengenai makhluk bernama SEO ini. Apa yang saya lakukan selama ini adalah untuk mencoba membuat konten sebaik-baiknya. Karena walau bagaimanapun, pengunjung datang ke blog kita adalah karena tertarik dengan konten yang sudah kita buat. Bukan karena ‘tersesat’ atau ‘terseret’ atau ‘tertipu’ oleh sesuatu yang lain. Di samping itu, saya adalah tipe blogger yang menganut paham bahwa konten adalah raja.

Kesimpulan

Nah, dari tulisan panjang saya di atas, kira-kira bagaimana eksistensi blog saat ini? Kalau boleh saya simpulkan, blog sebenarnya masih eksis namun sebagian berubah atau bertransformasi menjadi bentuk lain.

Satu hal yang tidak pernah berubah adalah, bahwa blog tetap menjadi acuan atau sumber informasi. Bahkan di era perkembangan media sosial yang sangat masif saat ini, blog tetap menjadi salah satu sumber informasi yang utama. Silahkan lihat lini masa media sosial  Anda, pasti ada teman atau bahkan Anda sendiri sharing sesuatu dari website atau blog tertentu, bukan? Bahwa lini masa tidak hanya berisi status semata, melainkan terkadang berisi share dari sebuah website, portal berita, atau blog seseorang.

Jadi buat kita para blogger, jangan berkecil hati. Kesempatan masih ada untuk menunjukkan eksistensi kita. Tantangannya adalah, bagaimana kita mampu untuk membuat konten yang berkualitas sehingga dapat menarik dan bermanfaat untuk orang lain.

Akhir kata, Salam Blogger, Salam Kreatifitas! Keep Blogging? Why Not?

Author: Tatang Tox

Hanya manusia biasa / kawulo alit yang senang menulis dan fotografi.

2 thoughts on “Masih Aktif Nge-Blog?”

  1. Saya hiatus blog dai 2014-2018 juni. Sata Saget, ketika mulai bligging lagi, banyak hal berubah. Yang paling saya rasakan, blog2 yg saya ikuti sudah jarang update, atau bahkan mati.

    Saya rindu jaman2 keemasan blog.

    Slam blogger, happy blogwalking.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.