Sudah Hari Rabu Atau Baru Hari Rabu?

Kalau berbicara hari Senin, tentu kita semua sudah mengenal slogan “I hate Monday“. Karena berarti kita harus bersiap bergulat dengan segala rutinitas dan aktivitas. Sedangkan ketika hari Jumat, kita biasa mengatakan “Semangat Jumat”. Karena ia berada di penghujung minggu yang berarti akan segera datang akhir pekan. Waktu di mana kita bisa melepas penat dan meletakkan segala beban pekerjaan.

Hari Rabu sebenarnya sama dengan hari-hari yang lainnya. Ada hal yang membuatnya sedikit istimewa, yaitu dia berada di tengah-tengah hari kerja dalam satu minggu. Dan yang menarik adalah cara seseorang memandang si hari Rabu ini. Ada sebuah penelitian membuktikan bahwa pada hari Rabu banyak orang yang melakukan update status melalui akun jejaring sosial mereka. 😯

Kecenderungan ini mungkin terjadi karena hari Rabu merupakan peak season dalam satu minggu kita bekerja. Sehingga kita melampiaskan kepenatan dan tekanan kita dengan melakukan update status di berbagai situs jejaring sosial. (Waduh, saya ini sebenarnya mau nulis tentang apa ya? Kok kayanya jadi ngelantur begini 😳 )

Apa yang ingin saya garis bawahi di sini sebenarnya adalah masalah sudut pandang, perspektif, atau point of view. Dengan sudut pandang yang berbeda, maka akan dapat menimbulkan reaksi yang berbeda pula. Coba perhatikan kalimat, “Ini baru hari Rabu, ya?”. Maka selanjutnya kita akan melewati hari-hari dengan terasa berat dan lama. Rasa-rasanya kok akhir pekan masih lama, dsb. 😥

Tapi ketika kita berkata, “Wah, sudah hari Rabu, ya?”. Maka kita akan merasa bahwa waktu berjalan begitu cepat, sehingga tidak terasa kita akan segera bertemu dengan akhir pekan lagi. :mrgreen:

Continue reading “Sudah Hari Rabu Atau Baru Hari Rabu?”

Semarak Panggung Gembira KBRI Singapura 2013

Panggung Gembira KBRI Singapura 2013
Panggung Gembira KBRI Singapura 2013

Berada di negeri seberang saat perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tentunya akan memberikan sensasi tersendiri. Ketika di tanah air, banyak perayaan dan perlombaan diadakan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI yang jatuh pada tanggal 17 Agustus tersebut, maka hal yang berbeda akan dirasakan oleh saudara-saudara kita yang sedang berada di luar negeri.

Dalam rangka merayakan dan memeriahkan HUT RI ke-68, tepatnya pada tanggal 1 September 2013 tahun lalu, KBRI Singapura menggelar acara akbar yaitu Panggung Gembira & Bazar. Kegiatan ini selain memberikan hiburan bagi seluruh warga negara Indonesia yang berada di Singapura, juga merupakan media yang paling tepat untuk melakukan sosialisasi mengenai Pemilihan Umum yang akan dilaksanakan tahun 2014 ini. Tidak tanggung-tanggung, Ketua KPU sendiri, Bapak Husni Kamil Malik yang memberikan sosialisasi kepada WNI yang hadir pada hari itu.

Pagi itu, meskipun gerbang utama belum dibuka, namun sudah tampak ratusan warga negara Indonesia di Singapura berbondong-bondong dan bergerombol di depan gerbang KBRI. Mereka terlihat sangat antusias untuk bertemu dengan artis-artis idolanya, seperti D’Bagindas, Irfan Hakim, Fitri Karlina, Iis Dahlia, Dimas Beck dan beberapa artis pendatang baru lainnya. Sementara itu, di dalam lingkungan KBRI, puluhan tenda telah berjajar rapi dengan komoditi dan barang dagangan masing-masing. Dan dibelakang gedung, telah berdiri dengan megahnya tenda putih dan panggung lengkap dengan sound system yang siap menghentak. 😎

Suasana Pagi Panggung Gembira 2013
Suasana Pagi Panggung Gembira 2013

Continue reading “Semarak Panggung Gembira KBRI Singapura 2013”

Jakarta Banjir, Salah Siapa?

Beberapa hari ini, media massa baik cetak maupun elektronik memborbardir kita dengan berita mengenai banjir yang menggenangi Jakarta. Hampir semuanya membahas banjir yang terjadi tahun ini. Meskipun hujan yang turun belum selebat seperti tahun kemarin dan banjir tidak / belum sampai menggenangi Bundaran HI, namun pemberitaan di media massa sungguh massive, bahkan menenggelamkan berita tentang meletusnya Gunung Sinabung.

Banjir Jakarta
Banjir Jakarta

Banjir memang sudah menjadi PR bagi siapa pun yang memimpin Jakarta sejak bertahun-tahun yang lalu. Banjir juga menjadi semacam ikon yang melekat ke Jakarta. Dan, konon banjir juga sudah terjadi sejak masa pendudukan Belanda, yang pada saat itu namanya masih Batavia. Itulah mengapa banyak kita lihat kanal-kanal besar (namun banyak yang tidak berfungsi 😥 ) di Jakarta. Artinya, dari jaman dahulu Jakarta sudah menjadi daerah yang menjadi lintasan air kiriman dari Bogor. 😥

Alasan banjir yang terjadi tahun ini menjadi penghias di halaman-halaman media cetak dan elektronik adalah karena pengaruh embel-embel yang menyertainya. Apakah embel-embel itu? Yaitu Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur yang eksepsional, unik, dan berbeda dari periode-periode sebelumnya. Background mereka yang berasal dari daerah dan partai yang berbeda, serta style kepemimpinan yang berbeda selalu menjadi buah bibir di media. Pak Joko Widodo (baca: Jokowi) dengan kesederhanaan dan kepolosannya yang selalu “blusukan” dari kampung ke kampung untuk menjaring apa yang menjadi kebutuhan rakyat, sedangkan Pak Basuki T. Purnama (baca: Ahok) dengan ketegasan dan keberaniannya merubah budaya kerja Pemda DKI seolah menjadi kombinasi yang unik, meskipun masih terlalu dini untuk mengatakan mereka adalah pasangan yang pas. 😳

Adanya dorongan dan dukungan yang kuat agar Pak Jokowi menjadi Capres di Pemilu 2014 juga menjadi salah satu sebab, mengapa banjir Jakarta menjadi barometer tingkat popularitas dan kesuksesannya dalam membenahi Jakarta. Di lain pihak, ada pihak-pihak yang memanfaatkan banjir ini sebagai alat untuk menjatuhkan popularitas Pak Jokowi yang melejit pada beberapa survey Capres tahun 2014. Inilah yang memprihatinkan. Bencana yang terjadi digunakan sebagai alat untuk melakukan manuver politik, bukannya bahu-membahu untuk mengatasinya secara bersama-sama. Dengan kata lain, Banjir yang dipolitisir. :mrgreen:

Terlepas dari semua masalah politik tersebut, banjir di Jakarta ini sudah seharusnya menjadi PR kita bersama. Banjir ini terjadi juga karena ulah kita yang masih belum begitu peduli terhadap lingkungan. Kalau kita tidak mau merubah pola hidup yang lebih ramah lingkungan, bukan hal yang mustahil jika kelak Jakarta akan tenggelam.

Continue reading “Jakarta Banjir, Salah Siapa?”

Selamat Jalan Bapak TM Hadi Thayeb

TM Hadi Thayeb
TM Hadi Thayeb

Pada hari Jumat, 10 Januari 2014, Indonesia telah kehilangan salah satu putera terbaik bangsa. Beliau adalah Bapak Teuku Mohammad Hadi Thayeb. Beliau sempat disemayamkan di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri untuk penghormatan terakhir. Dalam upacara tersebut, Bapak Menteri Luar Negeri Republik Indonesia menyebut bahwa Bapak TM Hadi Thayeb adalah sebuah personifikasi seorang tokoh dengan semangat pengabdian yang tinggi. “Perhatian beliau dan perjuangan beliau lah yang menumbuhkan semangat bagi kita semua. ” demikian diungkapkan oleh Bapak Menlu Marty Natalegawa.

Beliau bukan hanya seorang diplomat senior, melainkan merupakan salah satu dari enam orang pendiri Departemen Luar Negeri (sekarang Kementerian Luar Negeri). Semasa hidupnya, beliau pernah menjadi Duta Besar RI untuk Italia, Polandia, Arab Saudi, Swiss, dan Kerajaan Inggris Raya.

Continue reading “Selamat Jalan Bapak TM Hadi Thayeb”

Career Satisfaction

Sebelum dimulai, saya ingin mengingatkan bahwa apa yang saya tuliskan di sini adalah murni berdasarkan pengalaman dan pengamatan saya serta belum melalui pengkajian ilmiah tertentu. Saya bukan seorang ahli HRD atau psikolog, saya juga bukan seseorang yang ahli di bidang manajemen. Jadi, mohon dimaklumi seandainya apa yang nantinya saya sharing di sini kurang sesuai karena masih bersifat relatif. 😳

Berbicara masalah karir, tentunya banyak aspek yang berkaitan dengan hal tersebut. Aspek-aspek yang terkait tentunya sangatlah kompleks, dari ekonomi, manajemen, psikologi, dan hukum. Karir juga merupakan sesuatu yang bersifat sangat pribadi, karena menyangkut hal-hal yang berkaitan dengan personalitas seseorang.

Ketika seseorang memilih sebuah bidang pekerjaan sebagai pilihan karirnya, tentu ada beberapa faktor yang mempengaruhinya. Faktor-faktor tersebut dapat berupa :

  • Latar belakang pendidikan
  • Kesukaan atau hobi
  • Skill atau kemampuan yang dimiliki
  • Latar belakang budaya
  • Kesempatan atau opportunity

Contohnya saya, ketika dulu bekerja di sebuah perusahaan swasta, maka yang mendorong saya memilih pekerjaan tersebut adalah karena adanya faktor kesempatan / opportunity dan sedikit faktor latar belakang pendidikan. Untuk Skill, adalah sesuatu yang saya peroleh kemudian setelah melalui sebuah proses training. Bagaimana dengan Anda? Faktor apa sajakah yang mempengaruhi Anda untuk memilih karir yang dilakoni saat ini? :mrgreen: Continue reading “Career Satisfaction”

Merayakan Hari Raya Di Negeri Singa

Biasanya ketika menjelang tanggal 1 Syawal, maka seluruh surau, mushola, dan masjid akan mengumandangkan takbir, tahlil, dan tahmid. Suara nan merdu akan saling bersahut-sahutan merayakan hari kemenangan. Terkadang ada juga yang melakukan arak-arakan keliling kampung dengan membawa obor dan Sound System yang didorong menggunakan gerobak. Dan kemudian pada tanggal 1 Syawal kita akan berkumpul bersama seluruh keluarga besar di kampung halaman.

Hal itu tentunya akan menjadi biasa ketika kita berada di tanah air tercinta, Indonesia. Tak jarang ada juga yang jengah, ketika melihat iring-iringan anak kecil membawa obor sembari mengumandangkan Takbir, Tahlil, dan Tahmid. Haduh, berisik amat sih, kan dulu gak pernah dicontohkan, dan lain sebagainya. Saya tidak akan membahas itu, dan saya merasa belum memiliki kapasitas untuk men-judge orang lain tentang apa yang mereka lakukan.

Yang akan saya sharing di sini adalah tentang suasana (mudah-mudahan tidak terlalu basi). Yup, suasana. Ketika Anda tidak berada di tanah air melainkan di sebuah negara yang mayoritasnya bukan muslim, tentunya suasana seperti pada awal tulisan ini akan menjadi sesuatu yang dirindukan. Kemeriahan dan nuansa menjelang Hari Raya Idul Fitri tentu menjadi sesuatu yang “Indonesia Sekali”. Sesuatu yang tidak bisa Anda dapatkan di sembarang tempat di seluruh belahan bumi.

Lebaran tahun 2013 adalah untuk pertama kalinya bagi kami sekeluarga merayakannya jauh dari kampung halaman. Karena saat ini kami sedang berada di negeri seberang untuk menunaikan tugas. Menjelang Lebaran, suasana di sini cukup berbeda. Hanya di beberapa titik saja yang menunjukkan keramaian, yaitu di daerah-daerah yang jumlah penduduk muslimnya cukup banyak. Selebihnya, mereka beraktifitas sebagaimana biasa.

Shalat Tarawih biasa kami laksanakan di Masjid Istiqomah, di dalam komplek KBRI Singapura. Jamaah yang berdatangan tidak saja dari kalangan internal kedutaan, melainkan banyak juga saudara-saudara muslim yang berasal dari luar kedutaan. Meskipun memiliki latar belakang budaya dan bangsa yang berbeda-beda, namun kami dipersatukan oleh satu hal, yaitu kami sama-sama saudara semuslim. Bukankah Rasulullah SAW juga pernah bersabda yang artinya, “Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lainnya, (dia) tidak menzaliminya dan mengabaikannya, tidak mendustakannya dan tidak menghinanya.

Continue reading “Merayakan Hari Raya Di Negeri Singa”